Diabetes melitus merupakan penyakit kronik yang tidak bisa disembuhkan namun bisa dikendalikan. Diabetes melitus bisa dikendalikan dalam kondisi terkontrol baik, yaitu keadan dimana kadar gula darah penderita diabetes melitus bisa normal atau mendekati normal.

Untuk bisa mencapai target tersebut sudah dibahas dalam artikel yang dimuat di SERUJI sebelumnya dengan judul terdiagnosa diabetes melitus bukanlah akhir segalanya. Namun bila kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tidak terkontrol dengan baik maka bisa menimbulkan komplikasi. Dibawah ini akan dibahas komplikasi diabetes melitus dari yang ringan sampai berat.

1Neuropati diabetik

Gejalanya bisa berupa kesemutan, rasa panas dan bisa juga mati rasa. Hal ini terjadi karena adanya gangguan fungsi bahkan sampai kerusakan syaraf. Tersering terjadi pada serabut syaraf tungkai dan lengan. Neuropati ini menyebabkan sukar sembuhnya luka pada penderita diabetes melitus. Bahkan kadang sampai menimbulakan gangren seperti gambar diatas.

2Retinopati diabetik

Gejalanya berupa berkurangnya ketajaman penglihatan bahkan sampai bisa menimbulkan kebutaan. Bila masih awal gejala berkurangnya ketajaman penglihatan bisa diperbaiki dengan menurunkan kadar gula darah, tapi bila kondisi sudah lanjut maka tidak bisa diperbaiki.

3Nefropati diabetik

Adalah kelainan yang terjadi pada ginjal, gejala awalnya tida begitu nampak. Apabila sudah pada tahap gagal ginjal gejalanya baru akan nampak nyata. Dan pada akhirnya cuci darah merupakan tahapan yang harus dilalui. 44% penderita gagal ginjal disebabkan oleh komplikasi dari diabetes melitus.

4Koma hiperglikemik

Yaitu kondisi dimana penderita diabetes melitus tidak sadarkan diri karena kadar gula darah yang terlalu tinggi. Harus dirawat intensif di ICU. Tidak jarang koma hiperglikemik berlanjut pada kematian. Kejadian ini sering menimpa penderita diabetes melitus yang tidak rutin minum obat.

5Syok hipoglikemik

Yaitu kondisi dimana kadar gula darah sangat rendah sampai penderita diabetes tidak sadarkan diri, bila tidak segera mendapat pertolongan bisa mengakibatkan kematian. Gejala awalnya terasa lapar, mual, pening, keringat dingin.

Bagi penderita diabetes melitus yang rutin minum obat mengalami gejala diatas segeralah minum segelas minuman manis yang unsur pemanisnya berasal dari gula, kemudian dilanjutkan dengan makan. Bila dengan cara itu masih belum hilang gejalanya segeralah datang ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat yang ada dokternya.

Syok hipoglikemik bila belum terlambat obatnya sangat mudah bahkan seringkali pasien tidak perlu rawat inap. Syok hipoglikemik bisa terjadi biasanya karena penderita diabetes melitus rutin minum obat tapi intake makannya kurang. Bila kondisi badan sedang tidak nafsu makan, atau sedang sakit apalagi bila sakit muntah dan atau diare maka hentikan minum obat diabetesnya kemudian konsultasi ke dokter untuk mendapatkan saran terbaik terkait dosis obatnya.

6Penyakit jantung koroner dan stroke

Diabetes melitus bisa juga menimbulkan komplikasi penyakit jantung koroner dan stroke.

EDITOR: Iwan S

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama