Hindari Difteri Ibu Bawa Anaknya Imunisasi

0
86
imunisasi bayi
Imunisasi bayi. (foto: istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Para ibu membawa anak-anak mereka ke Posyandu di Jalan R Sanim No.12 A Kelurahan Tanah Baru, Kota Depok, Jawa Barat untuk mendapat imunisasi karena sedang mewabahnya penyakit Difteri.

“Mencegah itu lebih baik ya daripada mengobati, kenapa enggak dan itu kan program pemerintah. Bagi orang tua sih harapannya kan anaknya biar sehat,” kata seorang ibu yang membawa anaknya berusia tiga tahun ke pos pelayanan terpadu (Posyandu), Elin di Jakarta, Selasa (12/12).

Ada sekita 10 kader Posyandu yang melayani imunisasi itu di sana. Rata-rata, anak-anak yang di imunisasi berusia 0 (nol) hingg enam tahun. Menurut keterangan dari seorang kader Posyandu, Ida, imunisasi biasa diadakan sebulan sekali.

“Imunisasi diadakan sebulan sekali. Misal tanggal 12 Desember ini ada imunisasi, bulan depan tanggal 12 pun ada imunisasi lagi,” katanya.

Ida mengatakan, Difteri dikenal sebagai penyakit menular, cara penularannya bisa melalui udara saat penderita yang terkena penyakit ini bersin atau batuk, bisa juga dari luka penderita yang tersentuh.

Pengobatan untuk yang sudah terkena penyakit Difteri harus rawat inap di ruang isolasi dan jika perlu diberikan anti racun Difteri atau Anti Difteri Serum (ADS).

“Sudah beberapa kasus di kota Depok ini, sudah banyak juga di televisi, tapi kalau di daerah tanah baru ini belum ada dan jangan sampai,” katanya.

Khusus untuk difteri, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menekankan pada orang tua untuk memperhatikan jadwal imunisasi pada anaknya karena vaksin DPT-HB-Hib yang salah satunya untuk mencegah difteri diberikan sebanyak empat kali sejak anak lahir hingga dua tahun.

“Kami imbau orang tua untuk perhatikan betul imunisasi tersebut. Karena imunisasi ini diberikan pada usia dua, tiga, empat bulan, diulang lagi 18 bulan,” kata Nila.

Nila menekankan pentingnya pengulangan imunisasi cegah difteri karena kasus penyakit tersebut yang berulang kembali muncul setelah berhasil ditiadakan.

Catatan Kementerian Kesehatan kasus difteri tidak ditemukan lagi pada tahun 1990 dan baru kembali muncul pada tahun 2009. Pada 2013 kasus difteri juga sudah tidak ada lagi dan kembali muncul dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 2017. (Ant/SU03)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU