Hindari Difteri Ibu Bawa Anaknya Imunisasi

0
64
imunisasi bayi
Imunisasi bayi. (foto: istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Para ibu membawa anak-anak mereka ke Posyandu di Jalan R Sanim No.12 A Kelurahan Tanah Baru, Kota Depok, Jawa Barat untuk mendapat imunisasi karena sedang mewabahnya penyakit Difteri.

“Mencegah itu lebih baik ya daripada mengobati, kenapa enggak dan itu kan program pemerintah. Bagi orang tua sih harapannya kan anaknya biar sehat,” kata seorang ibu yang membawa anaknya berusia tiga tahun ke pos pelayanan terpadu (Posyandu), Elin di Jakarta, Selasa (12/12).

Ada sekita 10 kader Posyandu yang melayani imunisasi itu di sana. Rata-rata, anak-anak yang di imunisasi berusia 0 (nol) hingg enam tahun. Menurut keterangan dari seorang kader Posyandu, Ida, imunisasi biasa diadakan sebulan sekali.

“Imunisasi diadakan sebulan sekali. Misal tanggal 12 Desember ini ada imunisasi, bulan depan tanggal 12 pun ada imunisasi lagi,” katanya.

Ida mengatakan, Difteri dikenal sebagai penyakit menular, cara penularannya bisa melalui udara saat penderita yang terkena penyakit ini bersin atau batuk, bisa juga dari luka penderita yang tersentuh.

Pengobatan untuk yang sudah terkena penyakit Difteri harus rawat inap di ruang isolasi dan jika perlu diberikan anti racun Difteri atau Anti Difteri Serum (ADS).

“Sudah beberapa kasus di kota Depok ini, sudah banyak juga di televisi, tapi kalau di daerah tanah baru ini belum ada dan jangan sampai,” katanya.

Khusus untuk difteri, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menekankan pada orang tua untuk memperhatikan jadwal imunisasi pada anaknya karena vaksin DPT-HB-Hib yang salah satunya untuk mencegah difteri diberikan sebanyak empat kali sejak anak lahir hingga dua tahun.

“Kami imbau orang tua untuk perhatikan betul imunisasi tersebut. Karena imunisasi ini diberikan pada usia dua, tiga, empat bulan, diulang lagi 18 bulan,” kata Nila.

Nila menekankan pentingnya pengulangan imunisasi cegah difteri karena kasus penyakit tersebut yang berulang kembali muncul setelah berhasil ditiadakan.

Catatan Kementerian Kesehatan kasus difteri tidak ditemukan lagi pada tahun 1990 dan baru kembali muncul pada tahun 2009. Pada 2013 kasus difteri juga sudah tidak ada lagi dan kembali muncul dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 2017. (Ant/SU03)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
bambang soesatyo

DPR Minta Kemenag Beri Penjelasan Terkait Rekomendasi 200 Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Agama menjelaskan terkait kebijakan mengeluarkan rekomendasi 200 nama mubaligh, agar tidak terjadi keresahan di...
operasi pasar

Bulog Siapkan Operasi Pasar Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Aparat Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Tangerang, Banten, mempersiapkan operasi pasar (OP) sebagai antisipasi lonjakan harga sembako di pasar tradisional dan pusat...

Fitriani Gagal Rebut Angka Pertama Piala Uber Lawan Malaysia

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Pemain Indonesia Fitriani gagal meraih angka pertama bagi tim putri Indonesia, setelah menyerah kepada Soniia Cheah dari Malaysia 21-10, 17-21, 14-21...
tenaga kerja asing

Terkait Serbuan TKA, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

PADANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menanggapi isu maraknya serbuan tenaga kerja asing khususnya dari China dalam kunjungan kerjanya ke Padang, Senin (21/5), setelah salah...

Dikalahkan Persela Lamongan, Persija Ajukan Protes ke PSSI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persija Jakarta secara resmi mengajukan protes resmi kepada Komisi Disiplin PSSI dan PT Liga Indonesia Baru terkait kepemimpinan wasit Annas Apriliandi...