Gemuk, Lutut pun Dapat Remuk

Sesuai dengan pertanyaan anak pasien, “kok bisa begitu Ibu saya dokter?”

Spontan kemudian saya jawab, jawaban yang sederhana.

“Andaikan bisa bicara, lutut Ibuk itu sebenarnya sudah menjerit seperti tidak mampu lagi menahan beban berat selama ini. Tekanan terus menerus waktu berdiri, berjalan, apalagi waktu naik, turun tangga dapat memyebabkan kerusakan pada bantalan, jaringan pengikat, tulang rawan sendi lutut Ibuk anda. Kerusakan ini yang menyebabkan rasa nyeri terutama waktu dia beraktivitas. Bahkan, kalau berat badannya tidak turun, dan semakin tua, kakinya bisa membengkok. Coba lihat mereka yang gemuk, umur biasanya lebih dari 55 tahun—lebih sering pada wanita— kaki bengkok akibat lutut yang tidak kuat menyangga tubuh yang berat itu sering kita lihat. Dan, Ibaratkan sebuah kaki kursi, kaki kursi akan mudah patah atau meliuk bila yang duduk di atasnya seseorang dengan berat badan yang berlebihan,” saya mencoba menerangkan secara sederhana.

Kelebihan berat badan, pada pasien ini sekitar 30 Kg. Menurut teori, kelebihan berat ini akan memberikan tambahan beban pada lutut—sendi panggul–, tiga kali lebih besar dari kelebihan itu pada waktu pasien beraktifitas, seperti berjalan, naik-turun tangga.


Bayangkan, 90 kg beban tambahan bagi sendi lutut itu waktu dia melangkah.

“Apakah ini bukan beban yang sangat berat bagi lutut pasien itu, yang saya lihat relatif kecil dan otot-otot pahanya yang juga sudah mulai menciut pula?”

Disamping itu, akibat tekanan yang bertambah pada sendi lutut. maka, kemampuan sendi untuk bergerak juga semakin terbatas. Ibaratkan sebuah engsel pintu, pintu yang berat akan mempersulit engsel itu berputar. Kalau dipaksakan, engsel akan berderik dan rusak. Ini juga terjadi pada sendi lutut yang mendapatkan beban yang berat. Tidak heran anda akan mendengar seperti ada gesekan tulang waktu sendi ditekuk atau digerakkan. Dalam ilmu kedokteran bunyi yang khas ini dikenal dengan krepitasi.

Kelebihan berat badan juga menyebabkan tubuh sulit mempertahankan keseimbangan. Akibatnya sendi lutut, panggul dan mata kaki semakin terbebani dan meregang. Ketidak-seimbangan ini juga mengakibatkan stress lebih besar pada bagian-bagian tertentu pada sendi itu sendiri.

Dan, lemak tubuh yang berlebihan, terutama lemak yang menumpuk dalam rongga perut ternyata tidak hanya meningkatkan beban pada lutut, tetapi sel-sel lemak yang aktif itu juga melepaskan zat kima peradangan ke dalam pembuluh darah. Substansi ini akan memicu peradangan, dan keausan sendi lebih lanjut.

Jadi, bila berat badan anda berlebih, gendut, dia tidak hanya menjadi beban berat bagi jantung, pinggang anda, tetapi juga racun bagi lutut anda, dan lutut anda pun akan remuk dirusaknya.


Bagi pembaca SERUJI yang ingin konsultasi ke “Dokter SERUJI Menjawab” silahkan menuju ke sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

TERPOPULER

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Diabetes: Kenali Penyakit Yang Jumlah Penderitanya Terus Meningkat (2)

Diabetes melitus adalah penyakit kronis, sekali seseorang didiagnosis sebagai penyandangnya, maka pada umumnya penyakit ini akan mendampinginya sepanjang usianya. Dengan kata lain, diabetes ini akan menjadi temannya selamanya.
close