Cara Memberikan Pertolongan Pertama pada Orang Pingsan

0
204
gambar posisi membaringkan orang pingsan

Pingsan merupakan kondisi yang cukup sering terjadi di masyarakat. Diperkirakan sekitar 40 persen manusia pernah mengalaminya.

Pingsan bisa terjadi secara tiba-tiba pada seseorang yang sebelumnya sehat. Pemicunya bisa hal yang sederhana misalnya kepanasan selama upacara bendera. Setiap individu idealnya mempunyai ketrampilan untuk memberikan pertolongan pertama pada kejadian pingsan. Banyak kejadian pingsan yang tidak perlu penanganan medis cukup di tolong oleh orang disekelilingnya.

Berikut cara memberikan pertolongan pertama pada orang pingsan.

Pertama, bawalah orang pingsan ke tempat yang aman dari seliweran kendaraan, cari tempat yang teduh terhindar dari sinar matahari langsung, bila memungkinkan bawa berteduh di bawah pohon rindang. Pohon yang rindang banyak memproduksi oksigen yang bisa membantu mempercepat proses penyadaran dari pingsan. Baringkan dengan posisi kepala sejajar dada, tidak usah memakai bantal. Bila memungkinkan kaki diposisikan lebih tinggi dari dada dengan mengganjalnya.

Kedua, buatlah suasana longgar dan sirkulasi udara lancar, hindari kerumunan massa dan cukup beberapa personal saja yang menolong. Kerumunan orang mengakibatkan suasana sumpek dan sirkulasi udara kurang lancar sehingga akan memperlama proses penyadaran dari pingsan. Longgarkan ikat pinggang, copot sepatu, copot topi, longgarkan jilbab. Mengipasi juga bisa membantu memberikan suasana sejuk.

Ketiga, rangsang dengan aroma yang menyengat namun aman misal minyak gosok. Jangan aroma yang menyengat namun tidak aman misal bensin. Rangsang juga dengan tepukan ringan di tangan atau pipi sambil di panggil namanya atau ditanyakan namanya.

Keempat, bila sudah sadar beri minuman. Istirahat dulu minimal 10 menit baru boleh berdiri. Bila tidak berhasil disadarkan bawa ke rumah sakit.

Antisipasi peristiwa yang berpeluang banyak terjadi kejadian pingsan dengan mempersiapkan tim khusus untuk menanganinya. Contohnya upacara bendera, apalagi upacara 17 agustus yang pelaksanaannya dibarengkan dengan detik-detik proklamasi, karena di jam tersebut sinar matahari sudah menyengat. Tim khusus tidak harus personal yang mempunyai latar belakang pendidikan kesehatan. Cukup siswa yang sudah terlatih. Kegiatan ekstra kurikuler PMR ( Palang Merah Remaja) harus menjadikan materi pertolongan terhadap orang pingsan sebagai materi yang wajib dikuasai.

 

EDITORL Iwan S

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Cak Imin: Tahun 2018 Akan Banyak Terjadi Kejutan Politik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemberitaan mengenai pertarungan Pilpres 2019 diprediksi akan mendominasi pemberitaan di tahun 2018. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),...

BKAD Verifikasi Ulang Data Mahasiswa Penerima Beasiswa

KUPANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Kupang, Nusa Teggara Timur (NTT) akan melakukan verifikasi ulang data para mahasiswa penerima...

Berdayakan Ummat, Bank Muamalat Gandeng Baznas

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - ‎PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan jaringan usaha mikro ritel Z-Mart di Stabat Ibu Kota...

KANAL WARGA TERBARU

tanda tanya

Tak Perlu Dijawab

Bukanlah hal mudah untuk memiliki sikap empati. Apalagi mau melangkahkan kaki menjadi simpati dan beraksi untuk membantu sesama. Ketika kita dalam perjalanan, dalam mobil mewah...
KH Luthfi Bashori

Sejak Dulu, Kaum Yahudi dan Nasrani Berusaha Mempengaruhi Umat Islam

Sy. Ibnu Abbas RA memaparkan bahwa Nu’man bin Qushay, Bahr bin Umar, Syasy bin ‘Adi suatu hari mendatangi Rasulullah SAW dan berbincang-bincang. Lalu beliau...
IMG-20170528-WA0002

Rasulullah saw Tidak Berpoligami

Poligami adalah ajaran islam. Seorang laki-laki boleh memiliki 4 orang istri dalam waktu yang sama. Kalau salah satu istri meninggal, atau diceraikan, si laki-laki...