Tingkatkan Keamanan, Ini 3 Fitur Baru Instagram Yang Wajib Anda Ketahui


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Untuk meningkatkan keamanan pemakainya, Instagram meluncurkan tiga fitur baru untuk menjaga kemananan para pengguna.

“Hari ini, kami ingin mengangkat tiga langkah penting yang diluncurkan untuk terus menjaga Instagram serta komunitas kami yang terdiri dari satu miliar orang, tetap aman,” kata Co-Founder dan CTO Instagram, Mike Krieger, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (29/8).

Pertama, fitur baru tersebut dapat membantu pengguna memeriksa autentisitas akun Instagram dengan jumlah pengikut yang besar. Selain itu, Instagram juga meluncurkan formulir untuk permintaan verifikasi secara global, bagi akun-akun tokoh publik terkemuka.

Tidak hanya itu, Instagram juga mengumumkan pembaruan autentikasi dua faktor agar penggunaan lebih aman.

“Misi kami adalah mendekatkan Anda dengan orang-orang dan hal-hal yang Anda sukai, dan kedekatan ini hanya dapat terjadi jika Instagram terus menjadi platform yang aman,” ujar Krieger.

“Tentang Akun Ini”

Dalam beberapa minggu mendatang, Anda akan dapat melihat informasi tambahan dari akun-akun di Instagram yang memiliki jumlah pengikut yang banyak, sehingga Anda dapat memeriksa autentisitas dari akun tersebut.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang sebuah akun, buka Profil akun tersebut, tekan menu “…” dan pilih “Tentang Akun Ini.”

Di sini, Anda akan melihat kapan akun tersebut bergabung di Instagram, negara asal, akun-akun pengikut Anda yang juga mengikuti akun tersebut, perubahan nama pengguna selama tahun lalu, hingga iklan yang saat ini tengah dijalankan oleh akun tersebut.

Pada September, pengguna yang memiliki akun dengan jumlah pengikut yang besar dapat meninjau informasi tentang akun mereka, sebelum informasi tersebut dibagikan kepada publik.

Setelah itu, fitur “Tentang Akun Ini” akan tersedia bagi semua pengguna Instagram secara global.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Konsultasi Manajemen Bersama SNF Consulting

Anda dapat konsultasikan masalah terkait menajemen dan pengelolaan perusahaan kepada SNF Consulting dengan mengisi form di bawah dengan lengkap.

Bagaimana Kalau Prabowo Kalah Lagi?

Terpilih kembali atau tidaknya petahana adalah sebuah hal yang wajar di alam demokrasi. Karena tujuan dari pesta demokrasi, atau yang kita sebut Pilpres ini, adalah untuk mengukur kepuasan dan ketidakpuasan pada petahana.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close