Persaingan Ketat Layanan Peta Digital di Industri Smartphone

Seiring berkembangnya Teknologi informasi dan komunikasi yang disusul oleh melubernya populasi Gadget lintas OS, tentunya juga didukung oleh jaringan seluler yang tumbuh bak jamur dimusim hujan. Kini, penggunaan gadget smartphone tak hanya didominasi oleh kaum perkotaan, masyarakat di pelosok pun kini bisa menikmati layanan berbagai fitur yang sudah dibenamkan oleh masing-masing vendor, baik yang ber-sistem operasi Android, IOS dan Windows Phone. Tentunya juga oleh OS diluar tiga besar yang sudah disebutkan tadi.

Pertarungan sengit memang masih dilakoni oleh tiga OS besar antara Android, IOS dan Windowsphone. Walaupun memang Android masih mendominasi secara keseluruhan atas penggunaan OS Smartphone yang beredar baik di Indonesia maupun dunia secara keseluruhan. Tak ayal lagi, beberapa aplikasi yang dulunya dibuat khusus secara exslusive oleh vendor tertentu hanya untuk dibenamkan di gadget buatanya sendiri, kini harus secara sukarela untuk lebih “open” terhadap OS yang lain, tentunya OS Sejuta Ummat Android, besutan Google.

Salah satu arena paling sengit yang menjadi pertarungan antar vendor dan perusahaan teknologi tersebut, yaitu aplikasi layanan Peta Digital. Walaupun Aplikasi Peta Digital ini sering tidak menjadi sasaran utama buyer dan user smartphone dibanding aplikasi lain seperti Socmed, chtting dan aplikasi glamour lainya, namun faktanya, user smartphone akhirnya juga menggunakan aplikasi layanan peta digital saat beraktifitas out door maupun saat travelling. Bahkan pelaku bisnis online yang melakukan transaksi online dengan klien juga akhirnya harus menggunakan aplikasi ini, baik yang terintegrasi secara langsung maupun hanya sekedar mengecek keberadaan alamat si klien.

Google Map yang terpasang di Smartphone.

Google sudah jaya berkibar dengan layanan aplikasi layanan peta digital gratis GoogleMaps. Aplikasi yang sudah diunduh lebih dari 1 milliyar pengguna sejak dilaunching secara resmi pada 2005 tersebut sudah menjadi teman setia pengguna android. Dengan GoogleMaps ini user bisa bepergian dengan aman karena tersedia petunjuk arah sekaligus kondisi jalan raya mana yang lancar dan mana yang baru terjadi kemacetan. Bahkan dilayanan Google Street View, user bisa melihat sebuah alamat lengkap dengan gambar jalan dan rumah yang mau dituju. Belum lagi layanan Google Earth yang menampilkan citra satellite yang menampilkan Bumi dari angkasa, tinggal di shoot dan di zoom untuk mengetahui sebuah daerah tertentu.

Apple juga sudah memanjakan para user fanatiknya dengan AppleMaps. Layanan peta digital yang dibenamkan disemua produk Apple, seperti iPhone, MacBook juga iPad. Seperti khas filosofi bisnis Apple yang selalu di imagekan lebih “wah” dan exlusive dari brand yang lain, AppleMaps juga dilengkapi dengan fitur aplikatif seperti petunjuk arah, kondisi jalan raya dan juga AppleMaps Vehicle Collecting (StreetViewnya Apple) yang menampilkan foto sebuah alamat yang dituju. Bahkan di negara tertentu sudah disediakan Drone Apple yang menampilkan secara online kondisi sebuah daerah atau kota.

Layanan Peta Digital
Apple Maps Drones

Hasil koalisi Microsoft dan Nokia melahirkan aplikasi layanan peta digital yang bernama HERE WeGo. Dua perusahaan raksasa ini terpaksa harus kawin untuk mengimbangi dan bisa bersaing dengan Google juga Apple dalam hal layanan Maps. HERE WeGo yang dulunya bernama HEREMaps ini sudah dilengkapi hampir 100 bahasa dunia dan juga tersedia Peta lengkap 100 negara lebih termasuk Indonesia. Dan asyiknya, HERE WeGo sudah bisa digunakan secara Online maupun Offline sebuah daerah atau kota. User tinggal dowload lebih dahulu daerah atau kota yang dituju, lalu tingggal menggunakanya baik secara Online maupun Offline.

Satu lagi layanan peta digital yang mungkin kurang diketahui oleh user smartphone, yaitu OruxMaps. Layanan ini memang didisain untuk pengguna yang banyak melakukan aktifitas secara out door, seperti travelling, hiking, tracking, flying, maupun paragliding. OruxMaps menyediakan informasi yang super komplit dalam hal pemetaan kondisi hutan, bukit, bahkan gunung sekalipun. Mulai dari kontur tanah, suhu, cuaca dan arah angin, jelas ditampilkan. Banyak peneliti geologi memanfaatkan fitur OruxMaps ini, karena bisa memasukkan data-data terkait dengan kandungan dan jenis tanah sebuah area perbukitan dan pegunungan. Adventurist juga tak akan tersesat karena sudah disediakan petunjuk arah walau didalam hutan dan diatas gunung sekalipun.

Masih banyak lagi aplikasi layanan peta digital diluar yang sudah disebutkan diatas, ada ratusan jenis yang di released oleh vendor maupun perusahaan teknologi dari dalam maupun luar negeri. tinggal pilih sesuai dengan kebutuhan dan selera kita.

EDITOR: Iwan S

9 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Umat Islam Harus Menangkan Pilpres dan Pileg

Mengingat betapa pentingnya momentum Pemilu 17 April 2019, maka umat Islam harus benar-benar berjuang dan mempunyai komitmen untuk dapat memenangkan pertarungan politik baik untuk Pilpres maupun Pileg yaitu memilih calon Paslon Presiden/Wapres serta Caleg yang didukung oleh Partai Politik yang memang punya komitmen berjuang dan keberpihakan untuk kepentingan Umat Islam dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER