Verizon Akuisisi Yahoo, Begini Nasib Pemilik Akun Yahoo

0
301
  • 31
    Shares
yahoo
Markas Yahoo di Sunnyvale, America Serikat (foto: SiliconBeat)

SUNNYVALE – Perusahaan telekomunikasi terkemuka Amerika Serikat, Verizon Communications Inc mengatakan pada hari Selasa (13/6) bahwa pihaknya telah menyepakati akuisisi bisnis inti Yahoo Inc senilai USD 4,48 miliar. Selesainya akuisisi tersebut menandai berakhirnya Yahoo sebagai perusahaan internet yang berdiri sendiri, salah satu pelopor teknologi yang pernah bernilai lebih dari USD 100 miliar.

Produk Yahoo sangat populer di dunia termasuk Indonesia pada awal tahun 2000 dengan situs mesin pencarian, aplikasi chat Yahoo Messenger, dan jasa emailnya. Namun seiring waktu pamor perusahaan bentukan Jerry Yang dan David Vilo itu memudar dan kalah bersaing dengan Google dan Facebook yang selanjutnya mendominasi jasa pelayanan internet di dunia.

Verizon, operator nirkabel No. 1 di Amerika Serikat, akan menggabungkan Yahoo dengan AOL, yang dibeli dua tahun yang lalu, untuk membentuk perusahaan baru bernama Oath, yang akan dipimpin oleh CEO AOL Tim Armstrong.

Loading...

Oath adalah perusahaan induk yang membawahi lebih dari 50 merek termasuk HuffPost, TechCrunch dan Tumblr.

“Mengingat perubahan yang terkait peran saya, maka saya akan mundur dari perusahaan tersebut,” tulis Marissa Mayer, CEO Yahoo, dalam sebuah email kepada karyawannya pada hari Selasa (13/6).

Tim Armstrong mengatakan kepada karyawan perusahaan bahwa cakupan layanan perusahaan gabungan tersebut akan mencapai lebih dari satu miliar orang setiap bulannya.

“Untuk mencapai tujuan dan sasaran itu kita akan memerlukan penyesuaian terhadap perusahaan,” kata Tim, dilansir dari Reuters, Selasa (13/6).

Dia mengatakan bahwa kesempatan tersebut bukanlah tentang pendapat dari para pakar dan ini bukan tentang kompetisi.

“Ini bukan tentang kompetisi, ini tentang kemampuan kita untuk fokus dalam memberikan layanan terbaik kepada konsumen mobile,” ujarnya.

Kesepakatan tersebut, yang awalanya diumumkan pada bulan Juli tertunda karena perusahaan tersebut menilai dampak dari kebocoran data yang diungkapkan Yahoo tahun lalu.

Reuters melaporkan pekan lalu bahwa Verizon merencanakan untuk memangkas sekitar 2.000 pekerjanya, atau 15 persen, dari 14.000 karyawan di unit Yahoo dan AOL-nya.

Verizon diperkirakan akan melakukan pemangkasan karyawan pada awal hari Rabu (14/06).

Pada Jumat nanti (16/6), sisa aset Yahoo yang tidak diakuisisi oleh Verizon akan diganti namanya menjadi Altaba Inc, perusahaan induk yang aset utamanya adalah 15,5 persen saham di Alibaba Group Holding Ltd dan 35,5 persen saham di Yahoo Japan Corp.

Lantas, bagaimana nasib pemilik akun Yahoo?

Di Amerika Serikat, Yahoo adalah layanan email terpopuler kedua di belakang Gmail milik Google. Bahkan lebih populer di Eropa dan Amerika Latin, dan juga Indonesia. Karena itu, masuk akal bagi Verizon untuk tetap mempertahankan merek itu secara utuh, menurut analis eMarketer, Paul Verna.

Sebelum mengakuisisi Yahoo, Verizon telah lebih dahulu membeli perusahaan penyedia email AOL.

“Akuisisi AOL ini ternyata tidak memiliki perubahan dramatis pada pelayanannya, sehingga dapat diduga bahwa akuisisi Yahoo akan memiliki efek yang sama dalam waktu dekat,” jelasnya.

Orang dengan alamat email AOL tidak perlu mengubah alamat email mereka, justru Verizon benar-benar meningkatkan akun email AOL dengan penyimpanan tak terbatas dan lebih banyak ruang untuk lampiran email.

“Dengan 225 juta pengguna di seluruh dunia, mereka tidak akan mengambil resiko untuk melakukan apa pun, setidaknya dalam enam sampai 12 bulan ke depan,” kata Randy Giusto, analis di Outsell.

“Saya pikir Yahoo akan menjadi sub-brand seperti AOL,” kata Giusto, dikutip dari ABC News. (M.Gauzal/IwanY)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU