Facebook Luncurkan Peta Bencana untuk Bantu Organisasi Kemanusiaan

0
41
facebook, disaster maps
Peta Bencana (Disaster Maps) pada Facebook.(Foto: Facebook)

Facebook pada Rabu (7/6) meluncurkan peta bencana (Disaster Maps), sebuah inisiatif yang ditujukan untuk membantu organisasi kemanusiaan menyelamatkan nyawa dalam keadaan darurat atau dalam menyalurkan bantuan.

Fitur ini berangkat dari fakta bahwa organisasi kemanusiaan kerap kesulitan mengidentifikasi di mana saja korban bencana berada dan berpindah secara real-time. Dengan menggunakan data lokasi Facebook, hal ini bisa diidentifikasi.

“Bila ada banjir, gempa bumi, kebakaran atau bencana alam lainnya, respon organisasi membutuhkan informasi yang akurat secepatnya tentang keberadaan orang dalam rangka menyelamatkan nyawa,” kata pendiri dan kepala eksekutif Mark Zuckerberg di Facebook.

Saat saluran komunikasi tradisional seperti saluran telepon terganggu, butuh waktu terlalu lama untuk mencari tahu keberadaan orang yang membutuhkan bantuan. Maka dengan peta itu akan mencerminkan pergerakan dan lokasi orang sebelum, selama dan setelah bencana untuk membantu lembaga bantuan bekerja, misal dimana mereka harus mengantarkan makanan, air dan obat-obatan.

“Peta baru tersebut akan membantu membangun keamanan masyarakat, dan kami akan terus melakukan lebih banyak inisiatif seperti ini,” kata Zuckerberg.

Perusahaan tersebut bekerja sama dengan badan anak-anak untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (UNICEF), Masyarakat Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, Program Pangan Dunia, untuk mengidentifikasi data apa yang paling berguna bagi mereka. Mereka semua akan segera mempunyai akses ke peta baru itu, dengan beberapa instansi lain.

Facebook mengatakan akan menyediakan tiga fitur Peta Bencana yaitu:

  1. Peta Kepadatan Lokasi. Organisasi sosial bisa mengetahui di lokasi para korban sebelum, selama, dan setelah bencana. Facebook bakal menggabungkan informasi ini dengan rekam jejak, misalnya estimasi populasi berdasarkan foto satelit peta digital. Perbandingan data tersebut bisa membantu para organisasi sosial memahami sebesar apa dampak dari sebuah bencana.
  2. Peta Perpindahan. Organisasi sosial bisa melihat pola perpindahan masyarakat di area bencana dalam periode waktu tertentu. Dengan mengandalkan informasi ini, organisasi sosial bisa memberikan evakuasi dengan lebih cepat dan tepat.
  3. Peta Safety Check. Menggunakan data dari Safety Check, Facebook bakal mengelompokkan di titik bencana mana korban paling banyak melapor dan di titik mana paling sedikit pada satu waktu bersamaan.

Dengan fitur-fitur tersebut organisasi sosial bisa memutuskan prioritas bantuan, yakni di titik di mana korban paling banyak dan paling tak berdaya. (IwanY)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

buku ips kelas 6

PKS Minta Pemerintah Selidiki Buku IPS Yudistira

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID - Partai Keadilan Sejahtera Kepulauan Riau meminta pemerintah menyelidiki buku IPS yang diterbitkan PT Yudistira untuk kelas VI SD, karena di salah satu...
zainut tauhid

Belum Ada Sertifikat Halal Vaksin Difteri, MUI: Hukum Imunisasi itu Mubah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan MUI belum menerima pendaftaran dan permintaan pemeriksaan kehalalan vaksin difteri dari pihak...

Kongres HIPMI, Gus Ipul: Jangan Biarkan Pengusaha Asing Jadi Pemenang di Negeri Kita

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berharap Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mampu menghadirkan pengusaha-pengusaha muda yang bisa bersaing...

KANAL WARGA TERBARU

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...