Facebook Gunakan Teknologi AI untuk Lawan Propaganda Teroris

0
55
Facebook

Facebook telah membuat program Artificial Intelligence atau AI (kecerdasan buatan) dalam upaya untuk mencegah dan menghapus propaganda teroris yang disebarkan lewat platformnya. Hal tersebut dilakukan setelah Facebook sering dikritik karena belum cukum berbuat untuk mengatasi ekstremisme.

Raksasa media sosial tersebut juga mengungkapkan bahwa pihaknya mempekerjakan 3.000 orang tambahan tahun ini untuk melakukan penelusuran terhadap postingan pengguna facebook dan menghapus konten yang melanggar hukum atau pedoman komunitas situs.

Kecerdasan buatan Ini juga berencana untuk mendorong upaya melawan balik dari postingan di Facebook yaitu untuk mendorong postingan dari orang-orang yang berpengaruh untuk mengutuk dan menyerukan agar mencegah orang tidak menjadi radikal sebagai akibat dari terorisme online.

Dalam sebuah postingan penting berjudul “Hard Questions”, Direktur Manajemen Kebijakan Global Monika Bickert, dan Manajer Kebijakan Kontra Terorisme Brian Fishman, menjelaskan Facebook telah mengembangkan kecerdasan buatan untuk mendeteksi video dan pesan teror sebelum diposkan secara langsung dan mencegahnya muncul di situsnya

“Setelah serangan teror baru-baru ini, orang-orang mempertanyakan peran perusahaan teknologi dalam memerangi terorisme secara online. Kami ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut,” kata mereka.

Lebih lanjut mereka menjelaskan bagaimana Facebook bekerja untuk menghentikan konten terorisme yang diposkan agar tidak berlanjut.

“Saat ini kami memfokuskan teknik paling mutakhir untuk memerangi konten teroris tentang ISIS, Al Qaeda dan afiliasi mereka, dan kami berharap dapat memperluas ke organisasi teroris lainnya,” jelas mereka.

Diantara teknik AI yang digunakan dalam upaya ini adalah mencocokkan foto dan video yang diunggah ke Facebook dengan foto atau video yang dikenal sebagai terorisme.

“Ketika seseorang mencoba mengunggah foto atau video teroris, sistem kami mencari apakah gambar itu sesuai dengan foto atau video terorisme yang diketahui. Ini berarti bahwa jika sebelumnya kami mengeluarkan video propaganda dari ISIS, kami dapat berupaya mencegah akun lain untuk mengunggah video yang sama ke situs kami,” paparnya.

Facebook juga mengembangkan tanda berbasis teks dari postingan yang telah dihapus sebelumnya, yang diketahui memuji atau mendukung organisasi teroris.

“Kami juga baru mulai bereksperimen dengan menggunakan kecerdasan buatan untuk memahami teks yang mungkin menjadi advokasi untuk terorismem,” jelasnya.

Facebook juga merinci bagaimana hal itu bekerja dengan platform lain selain facebook, menekan akun yang diaktifkan kembali oleh orang-orang yang sebelumnya telah dilarang masuk situs tersebut dan mengidentifikasi dan menghapus kumpulan pendukung teror secara online.

Platform media sosial Facebook, yang digunakan oleh miliaran orang di seluruh dunia, juga menjelaskan bahwa pihaknya mempekerjakan ribuan orang untuk memeriksa postingan dan memiliki tim kontra-terorisme yang berdedikasi tinggi.

“Tim Operasi Komunitas kami di seluruh dunia -yang kami kembangkan sebanyak 3.000 orang selama tahun depan- bekerja 24 jam sehari dan dalam lusinan bahasa untuk meninjau laporan ini dan menentukan konteksnya. Ini bisa menjadi pekerjaan yang sangat sulit, dan kami mendukung Pengulas ini dengan pelatihan konseling dan penyuluhan di tempat,” katanya.

Facebook menghadapi tekanan yang meningkat dari pemerintah di seluruh dunia untuk lebih baik lagi dalam mencabut postingan yang dibuat oleh teroris. (RoryY/IwanY)

Komentar

BACA JUGA
Jiwa Seni Puti Guntur

Bertemu Seniman, Puti Soekarno Berkisah Tentang Jiwa Seni Kakek dan Keluarganya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jatim nomor urut dua, Puti Guntur Soekarno bertemu dengan kalangan seniman yang tergabung Forum Masyarakat Seni Indonesia (Formasi)...
Relawan Gus Ipul

60 Kelompok Relawan Siap Menangkan Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 60 kelompok relawan pendukung calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur siap memenangkan paslon tersebut di kontestasi Pilgub 2018. Para...
Mediator kesehatan

Mediator Kesehatan Diharapkan Mampu Memediasi Perselisihan di Bidang Kesehatan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya bersama Jimly School of Law and Goverment berupaya mengembangkan profesi mediator kesehatan. "Ini dinilai penting sebagai upaya...
buku Boko Haram

Bedah Buku Boko Haram: Indonesia Harus Belajar Pengalaman Nigeria

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Peneliti Centre For Statecraft and Citizenship Studies (CSCS) Universitas Airlangga, Rosdiansyah menangkap pesan utama dari buku “BOKO HARAM: The History of...
persiba

Persiba Gagal Bendung Ketangguhan Sriwijaya FC

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Tuan rumah Persiba Balikpapan gagal membendung ketangguhan Sriwijaya FC dan menyerah 0-1 pada pertandingan babak penyisihan Grup B turnamen Piala Gubernur Kalimantan...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...