Kembali, Israel Tembak Mati Seorang Remaja Palestina

GAZA, SERUJI.CO.ID – Dua orang Palestina tewas dan 310 lagi cedera pada Jumat (29/6), dalam bentrokan antara pemrotes Palestina dan tentara Israel di perbatasan Jalur Gaza Timur dan Israel, kata beberapa petugas medis.

Seorang anak lelaki yang berusia 13 tahun, Yasser Abu An-Najja, adalah salah satu orang yang tewas, kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, Ashraf Al-Qedra.

Ia ditembak di kepala oleh tentara Israel di bagian timur Kota Gaza Selatan, Khan Yunis, di dekat perbatasan dengan Israel.

Al-Qedra mengatakan 310 orang Palestina cedera dalam bentrokan dengan tentara Israel selama protes anti-Israel Jumat ke-14, yang dikenal dengan nama “Pawai Akbar Kepulangan”, yang dimulai pada 30 Maret.

Sebanyak 133 orang dibawa ke rumah sakit Jalur Gaza, termasuk enam orang yang menderita luka parah, dan 177 orang dirawat di lapangan sebab menderita sesak nafas setelah menghirup gas air mata yang ditembakkan oleh tentara Israel, ia menambahkan.

Penyelenggara protes tersebut berkeras kegiatan mereka akan berlangsung terus sampai Israel mengakhiri lebih dari 11 tahun blokade yang dijatuhkan atas Jalur Gaza.

Pada Jumat (29/6) pagi, pegiat HAMAS menyeru warga Jalur Gaza agar bergabung dalam protes dan pawai Jumat ke-14.

Beberapa saksi mata mengatakan ratusan orang tiba di lima lokasi berbeda di perbatasan dengan Israel. Sebagian membakar ban, dan yang lain memotong pagar kawat berduri perbatasan dengan Israel, sementara banyak pegiat menerbangkan dan melepaskan balon dan layang-layang yang terbakar ke dalam wilayah Israel.

Juru Bicara HAMAS di Jalur Gaza, Abdulatif Al-Qanou’s, mengatakan di dalam pernyataan pers yang disiarkan melalui surel “Pawai Akbar Kepulangan” akan berlangsung terus dengan seluruh cara damai sampai pengepungan tidak adil yang diberlakukan atas Jalur Gaza dicabut”.

Protes massa pada Jumat, yang dinamakan “Dari Jalur Gaza ke Tepi Barat”, bertujuan menyoroti persatuan rakyat Palestina dalam menghadapi Israel dan penolakan terhadap kesepakatan perdamaian Timur Tengah Presiden AS Donald Trump, yang juga dikenal dengan nama kesepakatan abad ini.

Menurut Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 135 orang Palestina, dan melukai tak kurang dari 14.000 orang lagi sejak 30 Maret.

Sebanyak separuh orang yang cedera ditembak dengan menggunakan amunisi aktif, dan banyak di antara mereka masih berada dalam kondisi kritis. (Ant/Su02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER