Assad Sebut Penyiksaan Massal Itu ‘Kabar Bohong’

0
78

DAMASKUS – Dikonfrontir dengan bukti adanya penyisaan dan penggantungan massal di penjara militer Saydnaya, Presidan Syria Bashar Assad menyebut itu produk dari ‘era kabar bohong.’ Ia menyebut, kelompok hak azasi Amnesty International memalsukan bukti untuk mendiskreditkan pemerintahannya.

Pernyataan itu dilontarkan Assad dalam wawancara dengan Michael Isikoff koresponden investigatif Yahoo News yang dipublikasikan 10 Februari 2017. “Kita sekarang hidup di zaman hoax. Kalian bisa memalsukan apa saja hari ini,” tegas pemimpin Assad dari kelompok minoritas Alawit di Syria itu.

Assad juga bersikeras, Amerika Serikat tidak punya dasar untuk mengecam Syria atas pelanggaran HAM. Ia juga membantah foto-foto yang diambil dari mantan fotografer berkode Caesar. Padahal, pejabat Amerika Serikat menyamakan foto-foto itu seperti adegan di kamp-kamp konsentrasi Nazi.

Foto-foto itu menunjukkan tubuh tahanan dipukuli secara brutal di penjara militer. Sebagian besar diyakini sebagai pemrotes politik. Foto itu dijadikan bukti untuk mengajukan gugatan di Pengadilan Nasional Spanyol terhadap sembilan pejabat senior keamanan dan intelijen Syria atas kejahatan HAM.

Namun, Assad menyebut foto-foto itu diedit dengan photoshop. Ketika Isikoff menunjukkan laporan FBI yang menyimpulkan foto-foto itu tentang peristiwa betulan dan orang nyata tanpa dimanipulasi, Assad tetap mengesampingkannya.

“Jika FBI mengatakan sesuatu, itu bukan bukti bagi siapa saja –terutama bagi kami. Jika Anda membawa foto-foto ini di pengadilan mana pun di negeri kami, apa itu bisa menjadi bukti pidana? Kejahatan apa? Siapa yang melakukannya? Jika tidak punya gambaran sepenuh-penuhnya, jangan main hakim sendiri!”

Sebelumnya, Amnesty International menyebut 5.000 hingga 13.000 orang digantung mati di penjara Saydnaya dekat Damaskus antara 2011 hingga 2015 dan masih berlangsung hingga sekarang. Organisasi itu mengaku mendapat bukti dari 84 saksi, termasuk korban hidup, penjaga penjara, dan mantan petinggi penjara dalam investigasi setahun penuh.

Komentar

BACA JUGA

Kepolisian Inggris Selidiki Surat Rasis Untuk Pangeran Harry

LONDON, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Inggris mengatakan, Kamis (22/2), pihaknya sedang melakukan penyelidikan setelah satu paket yang berisi bahan misterius dikirim ke sebuah istana kerajaan. Media massa...
Nicolas Maduro

Hadang Serbuan Venezuela, Guyana Perkuat Perbatasan

GEORGETOWN, SERUJI.CO.ID - Guyana pekan ini mendirikan dua markas tentara di perbatasan perhutanan dengan Venezuela, negara yang sedang menderita, sebagai upaya untuk menggagalkan penerobosan dan...

Akhir Musim 2018, Tim Tech 3 Berpisah Dengan Yamaha

TOKYO, SERUJI.CO.ID - Tim Tech3 MotoGP akan mengakhiri kemitraan mereka dengan Yamaha pada akhir musim, demikian diumumkan pabrikan Jepang itu pada Kamis (22/2). Tim itu,...
Bandung Banjir

Hujan Deras Tiada Henti, Beberapa Ruas Jalan di Bandung Tergenang Air

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (22/2) sore hingga tengah malam membuat beberapa ruas jalan di Kota Bandung, Jawa Barat tergenang air. Beberapa...

Meski Menang 2-0 dari RB Leipzig di Liga Europa, Napoli Tersingkir

BERN, SERUJI.CO.ID - Pemuncak klasemen Liga Italia Napoli hampir mencatatkan kebangkitan dramatis di Liga Europa ketika mereka menang 2-0 di markas RB Leipzig, namun mereka...
loading...
IMG-20180222-WA0019

Dinas Ketahanan Pangan Gandeng Fatayat NU Lakukan Ini

Kotawaringin Barat - Dinas katahanan pangan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah, Rabu (21/2) memberikan pelatihan keterampilan membuat sapu lidi kepada masyarakat desa Sebuai...

Keistimewaan Air Bekas Wudhu terhadap Kehidupan Tanaman

Air sebagai sumber kehidupan sudah menjadi pengetahuan umum. Sementara di bumi kondisi air macam-macam. Dari berbagai macam air itu ternyata berbeda-beda pula terhadap tanaman. Untuk...
IMG20180222054602

Kota Ini Mulai Dikepung Kabut Asap, Siapa Pelakunya..?

Kotawaringin Barat - Hampir sepekan udara kota Pangkalan Bun tampaknya sudah tidak bersahabat. Kebut asap mulai menyeruak aromanya tercium tidak sedap hanya karena ulah...