Assad Sebut Penyiksaan Massal Itu ‘Kabar Bohong’

0
124

DAMASKUS – Dikonfrontir dengan bukti adanya penyisaan dan penggantungan massal di penjara militer Saydnaya, Presidan Syria Bashar Assad menyebut itu produk dari ‘era kabar bohong.’ Ia menyebut, kelompok hak azasi Amnesty International memalsukan bukti untuk mendiskreditkan pemerintahannya.

Pernyataan itu dilontarkan Assad dalam wawancara dengan Michael Isikoff koresponden investigatif Yahoo News yang dipublikasikan 10 Februari 2017. “Kita sekarang hidup di zaman hoax. Kalian bisa memalsukan apa saja hari ini,” tegas pemimpin Assad dari kelompok minoritas Alawit di Syria itu.

Assad juga bersikeras, Amerika Serikat tidak punya dasar untuk mengecam Syria atas pelanggaran HAM. Ia juga membantah foto-foto yang diambil dari mantan fotografer berkode Caesar. Padahal, pejabat Amerika Serikat menyamakan foto-foto itu seperti adegan di kamp-kamp konsentrasi Nazi.

Foto-foto itu menunjukkan tubuh tahanan dipukuli secara brutal di penjara militer. Sebagian besar diyakini sebagai pemrotes politik. Foto itu dijadikan bukti untuk mengajukan gugatan di Pengadilan Nasional Spanyol terhadap sembilan pejabat senior keamanan dan intelijen Syria atas kejahatan HAM.

Namun, Assad menyebut foto-foto itu diedit dengan photoshop. Ketika Isikoff menunjukkan laporan FBI yang menyimpulkan foto-foto itu tentang peristiwa betulan dan orang nyata tanpa dimanipulasi, Assad tetap mengesampingkannya.

“Jika FBI mengatakan sesuatu, itu bukan bukti bagi siapa saja –terutama bagi kami. Jika Anda membawa foto-foto ini di pengadilan mana pun di negeri kami, apa itu bisa menjadi bukti pidana? Kejahatan apa? Siapa yang melakukannya? Jika tidak punya gambaran sepenuh-penuhnya, jangan main hakim sendiri!”

Sebelumnya, Amnesty International menyebut 5.000 hingga 13.000 orang digantung mati di penjara Saydnaya dekat Damaskus antara 2011 hingga 2015 dan masih berlangsung hingga sekarang. Organisasi itu mengaku mendapat bukti dari 84 saksi, termasuk korban hidup, penjaga penjara, dan mantan petinggi penjara dalam investigasi setahun penuh.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Suap

2 Politisi PDIP Tersangka Suap DPRD Malang Kembali Diperiksa KPK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil dua politisi PDIP dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang Tahun...

Minimnya Rest Area di Tol Cipali Dikeluhkan Pemudik

KARAWANG, SERUJI.CO.ID - Sejumlah pemudik yang akan kembali ke Jakarta melalui Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) mengeluhkan kurangnya tempat peristirahatan (rest area) di sepanjang tol tersebut. Salah...
Herman Hery

Diduga Keroyok dan Aniaya Suami-Istri, Anggota DPR dari PDIP Dipolisikan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan Herman Hery dilaporan seorang warga atas nama Ronny Kosasih Yuliarto ke Polres Metro Jakarta Selatan atas...

Jenazah Korban KM Sinar Bangun Disambut Isak Tangis Keluarga

BINJAI, SERUJI.CO.ID - Jenazah korban kapal tenggelam KM Sinar Bangun yang terjadi di Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, satu dari tujuh keluarga warga Kota...

184 Orang Belum Ditemukan dari 206 Data Sementara Penumpang KM Sinar Bangun

TIGARAS, SERUJI.CO.ID - Tim gabungan mencatat jumlah penumpang sementara KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba sebanyak 206 orang. Kepala Kantor SAR Medan Budiawan...