Assad Sebut Penyiksaan Massal Itu ‘Kabar Bohong’

0
61

DAMASKUS – Dikonfrontir dengan bukti adanya penyisaan dan penggantungan massal di penjara militer Saydnaya, Presidan Syria Bashar Assad menyebut itu produk dari ‘era kabar bohong.’ Ia menyebut, kelompok hak azasi Amnesty International memalsukan bukti untuk mendiskreditkan pemerintahannya.

Pernyataan itu dilontarkan Assad dalam wawancara dengan Michael Isikoff koresponden investigatif Yahoo News yang dipublikasikan 10 Februari 2017. “Kita sekarang hidup di zaman hoax. Kalian bisa memalsukan apa saja hari ini,” tegas pemimpin Assad dari kelompok minoritas Alawit di Syria itu.

Assad juga bersikeras, Amerika Serikat tidak punya dasar untuk mengecam Syria atas pelanggaran HAM. Ia juga membantah foto-foto yang diambil dari mantan fotografer berkode Caesar. Padahal, pejabat Amerika Serikat menyamakan foto-foto itu seperti adegan di kamp-kamp konsentrasi Nazi.

Foto-foto itu menunjukkan tubuh tahanan dipukuli secara brutal di penjara militer. Sebagian besar diyakini sebagai pemrotes politik. Foto itu dijadikan bukti untuk mengajukan gugatan di Pengadilan Nasional Spanyol terhadap sembilan pejabat senior keamanan dan intelijen Syria atas kejahatan HAM.

Namun, Assad menyebut foto-foto itu diedit dengan photoshop. Ketika Isikoff menunjukkan laporan FBI yang menyimpulkan foto-foto itu tentang peristiwa betulan dan orang nyata tanpa dimanipulasi, Assad tetap mengesampingkannya.

“Jika FBI mengatakan sesuatu, itu bukan bukti bagi siapa saja –terutama bagi kami. Jika Anda membawa foto-foto ini di pengadilan mana pun di negeri kami, apa itu bisa menjadi bukti pidana? Kejahatan apa? Siapa yang melakukannya? Jika tidak punya gambaran sepenuh-penuhnya, jangan main hakim sendiri!”

Sebelumnya, Amnesty International menyebut 5.000 hingga 13.000 orang digantung mati di penjara Saydnaya dekat Damaskus antara 2011 hingga 2015 dan masih berlangsung hingga sekarang. Organisasi itu mengaku mendapat bukti dari 84 saksi, termasuk korban hidup, penjaga penjara, dan mantan petinggi penjara dalam investigasi setahun penuh.

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

Kemkominfo Blokir Laman Nikahsirri.com

PALEMBANG - Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika menyatakan pihaknya memblokir situs nikahsirri.com karena telah meresahkan masyarakat. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala...
Yohana Yambise

Muncul Situs Kawin Kontrak-Lelang Perawan, Menteri Yohana Angkat Mengecam

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise melarang lelang perawan dan kawin kontrak seperti penawaran yang beredar melalui situs nikahsirri.com. Dia mengatakan...

Kirim Bantuan ke Rohingya di Myanmar, Pekerja Sosial Hadapi Rintangan Berat

SITTWE - Lembaga-lembaga bantuan yang berusaha keras untuk mencapai ratusan ribu Muslim Rohingya yang terlantar akibat kekerasan di bagian barat laut Myanmar menghadapi permusuhan...

Jaringan Kabel Listrik Jembatan Suramadu Terbakar

SURABAYA - Jaringan kabel listrik jembatan Surabaya-Madura terbakar sehingga petugas mengalihkan arus lalu lintas di jembatan tersebut. "Yang kami alihkan adalah arus kendaraan roda yang menuju...

Rumah Doa Anak Yatim Pelihara Ratusan Ternak

BOGOR - Rumah Doa Anak Yatim yang terletak di Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat memiliki aset ratusan ekor tenak mulai dari...
ott, korupsi

Basaria: Kasus Suap Wali Kota Cilegon Mengecewakan

JAKARTA - Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengungkapkan kekecewaannya dengan kasus dugaan suap senilai Rp1,5 miliar terhadap Wali Kota Cilegon Tubagus Imam Ariyadi terkait...