Anggota Berswafoto dengan Pejabat, Ini Reaksi Taliban


PAKISTAN, SERUJI.CO.ID –  Taliban Afghanistan marah terhadap para anggotanya yang berswafoto dengan tentara dan pejabat pemerintah ketika berlangsung gencatan senjata selama tiga hari, kata seorang pejabat Taliban pada Senin (18/6).

Para anggota Taliban memasuki kota-kota yang dikuasai tentara pemerintah sebelum gencatan senjata berakhir.

Pejabat Taliban itu yang berbicara tanpa jatidirinya disebutkan mengatakan, Pakistan menginginkan Taliban juga mencakup tentara Amerika Serikat dan asing lainnya dalam gencatan senjata, tapi kepemimpinan dan panglima tertinggi Taliban, Syeh Haibatullah Akhunzada, tidak setuju.

“Semalam sebuah pertemuan mendadak diadakan dan seluruh panglima diberitahu dan diperintahkan untuk memberlakukan aksi disiplin terhadap semua anggota Taliban yang mengunjungi warga dan berfoto bersama dengan pihak berwenang Afghanistan,” kata dia kepada Reuters.

Sejumlah anggota Taliban yang terlihat berfoto dengan pasukan pemerintah dan pejabat Afghanistan telah diperingatkan, kata pejabat Taliban tersebut.

Pemerintah Afghanistan dan kelompok militan itu memberlakukan gencatan senjata temporer untuk menghormati libur Idul Fitri. Para anggota Taliban pergi ke kota-kota dari tempat persembunyian mereka memanfaatkan gencatan senjata tersebut.

Gencatan senjata pemerintah tak mencakup kelompok militan IS dan Taliban tidak memasukkan pasukan pimpinan AS dalam gencatan senjata mereka.

Gencatan senjata Taliban berakhir pada saat matahari terbenam pada Ahad. Pemerintah memperpanjang gencatan senjatanya dengan Taliban, yang akan berakhir Rabu, 20 Juni.

Seorang panglima Taliban lainnya, yang juga tak bersedia jati dirinya disebutkan, mengatakan bahwa beberapa serangan telah direncanakan di Provinsi Helmand, di bagian selatan Afghanistan, tempat bentrokan-bentrokan singkat diberitakan terjadi, menurut juru bicara gubernur Helmand. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Orang-Orang Merdeka

Sejak media menjadi industri, informasi dan berita harus tunduk pada kepentingan pemilik modal, dan erubahlan wartawan hanya sebagai alat produksi semata

Pribumi vs Non Pribumi

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close