Indonesia Upayakan Kesepakatan Tarif Perdagangan dengan Afrika

NUSA DUA, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Indonesia sedang mengupayakan penyelesaian terkait tarif perdagangan dengan negara-negara di benua Afrika di tengah kedua pihak ingin meningkatkan kerja sama ekonomi.

“Hambatannya masalah tarif karena belum ada perjanjian perdagangan. Ini lagi kami upayakan,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita disela-sela Forum Indonesia-Afrika (IAF) di BNDCC, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (10/4).

Menurut dia, kerja sama Indonesia dan Afrika berpotensi besar untuk tumbuh karena banyak komoditas yang saling dibutuhkan kedua pihak.

“Dari industri strategis mereka juga butuh tetapi di sisi lain Indonesia juga butuh beberapa bahan mentah dari mereka,” ucap Enggartiasto.

Namun, Enggartiasto belum memastikan penyelesaian terkait tarif perdagangan antara Indonesia dan Afrika akan diputuskan dalam forum pertama ini.

Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika memberikan sambutan pembukaan forum itu menyebutkan nilai perdagangan Indonesia dengan Afrika mencapai sekitar 8 miliar dolar AS atau naik sekitar 15 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Wapres, perdagangan Indonesia dengan sejumlah negara di benua itu rata-rata meningkat di atas 100 persen bahkan mencapai 284 persen seperti perdagangan dengan Liberia dan Gabon mencapai 250 persen.

Beberapa produk yang yang diperdagangkan dari Afrika ke Indonesia di antaranya minyak mentah, kapas, bibit cokelat, sedangkan Afrika membutuhkan produk yang diimpor dari Indonesia di antaranya kendaraan bermotor dan minyak sawit hingga produk mi instan.

JK mengatakan hingga saat ini ada sekitar 30 perusahaan Indonesia yang beroperasi di benua Afrika di antaranya perusahaan farmasi, tekstil dan energi.

Sedangkan investasi Afrika di Indonesia mencapai sekitar 1,28 miliar.

“Saya berharap pertemuan ini bisa memetakan kerja sama ekonomi masa depan Indonesia dan Afrika,” ujar Jusuf Kalla. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

“Duit Ostrali”

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER