Tuntut Inggris Keluarkan Paspor Tanpa Gender, Aktivis Ini Lanjutkan Persidangan

0
74
paspor bebas gender
Tiga opsi gender dalam paspor (ilustrasi)

LONDON, SERUJI.CO.ID – Seorang aktivis diberi hak hukum pada Rabu (11/10) untuk menuntut pemerintah Inggris ke pengadilan tinggi, sebagai bagian dari pertarungan 25 tahun untuk mendapatkan paspor Inggris yang mengenali orang tanpa memandang jenis kelamin laki-laki atau perempuan.

Christie Elan-Cane, yang lahir sebagai perempuan namun teridentifikasi sebagai “tanpa jenis kelamin”, mendorong opsi gender ketiga untuk paspor bagi orang-orang tanpa gender, yang biasanya dilambangkan dengan ‘X’ pada dokumen perjalanan dan akte kelahiran.

Kasus tersebut dibawa ke Pengadilan Tinggi pada Rabu dan sekarang akan melanjutkan persidangan penuh, menurut firma hukum Clifford Chance yang berbasis di London, mewakili Elan-Cane sejak 2013.

Loading...

“Kami senang bahwa Pengadilan telah memberikan izin untuk mendengar sepenuhnya kasus kepentingan publik yang signifikan ini pada isu penting hak untuk menghormati identitas individu,” demikian Narind Singh, seorang rekan di Clifford Chance, dalam sebuah pernyataan.

“Paspor X adalah langkah penting dalam perlindungan hak asasi manusia kelompok individu ini,” jelasnya.

Hal tersebut merupakan tuntutan hukum pertama terhadap kebijakan paspor Kemenetrian Dalam Negeri Inggris.

Seorang juru bicara Kementrian Dalam Negeri Inggris sebelumnya mengatakan dalam surat eletronik bahwa akan tidak pantas jika memberi komentar pada proses hukum yang sedang berlangsung.

Hingga saat ini, negara-negara yang telah mengeluarkan paspor tanpa gender yakni Australia, Selandia Baru, Denmark, Jerman, Malta, India, Nepal, Pakistan, Irlandia dan Kanada. (Reuters/Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU