Sekjen PBB Ingatkan Ancaman Kemunculan Perang Dingin Baru

NEW YORK, SERUJI.CO.ID – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa Antonio Guterres pada Kamis (29/3) memperingatkan bahwa hubungan Rusia dengan Amerika Serikat sedang memburuk ke situasi yang agak sama dengan yang berlangsung saat Perang Dingin, dan menyerukan agar hubungan baik tetap dijaga.

Hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat mengumumkan akan mengusir 12 diplomat Rusia di PBB terkait serangan racun syaraf di Inggris, Guterres mendesak Washington dan Moskow untuk membangun kembali saluran komunikasi untuk mencegah agar ketegangan tidak meningkat.

“Pada Perang Dingin, ada mekanisme komunikasi dan pengendalian untuk menjaga peningkatan insiden, untuk memastikan bahwa keadaan tidak lepas kendali ketika ketegangan meningkat. Mekanisme-mekanisme itu sudah dibongkar,” kata Guterres.

“Saya percaya bahwa mekanisme-mekanisme ini kembali penting,” ujarnya kepada para wartawan.

Perang Dingin, yang berlangsung selama empat dasawarsa setelah Perang Dunia Kedua, ditandai dengan ketegangan geopolitik Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Baratnya di satu sisi dengan Uni Soviet dan negara-negara lain blok timur.

Amerika Serikat mengatakan pada Senin (26/3) bahwa Washington akan mengusir 60 diplomat Rusia, termasuk 12 di antaranya yang ditempatkan di misi Rusia untuk PBB di New York. Pengusiran oleh AS itu merupakan langkah hukuman yang juga diambil negara-negara di Eropa terhadap Kremlin atas serangan racun saraf yang dialami mantan mata-mata Rusia di Inggris, yang mereka tuduhkan dilakukan oleh Moskow.

Rusia membantah memiliki keterlibatan apa pun dalam serangan 4 Maret itu.

Pada Kamis, Moskow mengumumkan pihaknya juga akan mengusir 60 diplomat Amerika Serikat serta menutup konsulat AS di St Petersburg.

Washington dan Moskow sebelumnya sudah terlibat dalam serangkaian perselisihan, yaitu terkait pencaplokan Krimea di Ukraina oleh Rusia, perang di Suriah serta dugaan-dugaan bahwa Rusia mencampuri pemilihan presiden AS 2016.

Rusia juga khawatir bahwa Presiden AS Donald Trump sedang merencanakan tindakan militer terhadap pemerintah Suriah atas tuduhan penggunaan senjata kimia dalam konflik yang telah berlangsung lama di Suriah.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan Washington tetap siap bertindak jika diharuskan, seperti yang dilakukannya pada April tahun lalu ketika AS mengebom sebuah pangkalan udara pemerintah Suriah, yang dikatakannya digunakan sebagai tempat untuk melancarkan serangan gas beracun maut.

“Perbedaan kunci antara situasi saat ini dan Perang Dingin adalah bahwa sekarang ada banyak aktor yang relatif independen yang memiliki peranan penting di banyak konflik yang kita saksikan sekarang, dengan risiko peningkatan (ketegangan) yang bisa diketahui,” tekan Guterres. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy