Perkenalkan Palestina ke Seluruh Dunia, Aktivis Ini Berjalan Kaki Ribuan Kilometer

STOCKHOLM – Seorang Aktivis Swedia Benjamin Ladra memulai perjalannya ke Palestina dengan berjalan kaki membawa bendera Palestina di punggungnya. Diperkirakan perjalanan ini akan menempuh waktu setahun, dikutip dari The Palestinian Information Center hari Rabu (16/8).

Ladra berangkat dari Goteborg Swedia atau sejauh 4800 km dari Palestina. Ia akan melintasi negara Jerman, Austria, Slovenia, Turki, Cyprus kemudian setelah itu Palestina.

Ladra adalah aktiivis Swedia asal kota Umea (utara Swedia). Ia mengundurkan diri dari jabatannya di Palang Merah Swedia untuk memulai aksi “jalan kakinya” tersebut pada 6 Agustus tahun ini.

Dalam aksi “jalan kaki” ini, Ladra ingin mengenalkan kepada warga dunia tentang Palestina secara lebih luas. Untuk tujuan aksi “jalan kaki” ini, setiap hari ia akan mengupdate perjalannya di akun Facebooknya disertai gambar, video dan posisinya agar media bisa menemuinya untuk dilakukan wawancara.

Ladra mendapatkan simpati luas di jejaring sosial di seluruh dunia, khususnya di Palestina dan dunia Arab. Mereka menyebarkan fotonya dan posting solidaritas dan memotivasinya untuk melanjutkan aksinya dengan hashtag #WalkToPalestine.

(Jarot/IwanS)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Buruh, Rumah dan Kejahatan Negara

Kementerian kesehatan merilis 6771 KK buang air besar sembarangan di Bekasi. Menjijikkan tentunya. Namun, disebelah kota Bekasi, Kerawang, Luhut Binsar Pandjaitan telah melakukan "topping off" perumahan dan kawasan bisnis Meikarta, dengan nilai projek 20 miliar dolar AS, atau sekitar Rp300 Triliun

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.