Pangeran Charles Disetujui Gantikan Ratu Elizabeth Pimpin Persemakmuran

LONDON, SERUJI.CO.ID – Pangeran Inggris, Charles, disetujui sebagai penerus Ratu Elizabeth untuk memimpin Persemakmuran oleh para kepala pemerintahan negara anggota Persemakmuran dalam pertemuan mereka pada Jumat (20/4).

“Kami mengakui peran ratu dalam memperjuangkan Persemakmuran dan rakyatnya,” kata para pemimpin negara Persemakmuran di dalam satu pernyataan.

“Pemimpin Persemakmuran berikutnya adalah His Royal Highness Prince Charles, the Prince of Wales,” bunyi pernyataan itu.

Sebelumnya, beberapa kalangan menginginkan agar jabatan kepemimpinan itu digilir di antara 50 negara anggota, yang sebagian besarnya merupakan bekas jajahan Inggris.

Namun beberapa hari lalu, ratu, pemerintah Inggris serta sejumlah pemimpin negara-negara anggota lainnya mendukung Charles.

Persemakmuran berkembang dari kerajaan Inggris pada pertengahan abad ke-20 dan ratu telah menjadi pemimpinnya sejak ia naik takhta pada 1952.

Charles (69) sejak lama diperkirakan akan mengambil alih peranan itu kendati kepemimpinan belum tentu harus diwariskan secara turun temurun.

Ratu Elizabeth, yang merayakan hari ulang tahunnya yang ke-92 pada Sabtu (21/4), telah menyatakan keinginan agar Charles lah yang meneruskan kepemimpinannya di Persemakmuran.

“Harapan saya yang tulus adalah bahwa Persemakmuran akan terus memberikan stabilitas dan keberlanjutan bagi generasi mendatang dan akan memutuskan bahwa suatu saat Prince of Wales akan menjalankan tugas penting, yang dimulai oleh ayah saya pada 1949,” kata Ratu saat meresmikan pertemuan para pemimpin pada Kamis (19/4).

Charles sendiri telah secara tak resmi menyuarakan keinginannya untuk menjalankan peranan itu.

“Persemakmuran telah menjadi keistimewaan mendasar dalam hidup saya selama yang saya ingat,” katanya dalam sebuah pidato.

Pertemuan di London pekan ini telah diperkirakan banyak pihak akan menjadi yang terakhir kalinya dihadiri oleh Ratu Elizabeth.

Pertemuan hanya berlangsung dua tahun sekali dan berikutnya akan berlangsung di Rwanda. Ratu sudah beberapa tahun tidak melakukan penerbangan jarak jauh dan telah mulai mengurangi tugas-tugas resminya.

Pertemuan puncak Persemakmuran pekan ini menarik ribuan anggota delegasi dari seluruh dunia berkumpul di London.

Mereka membahas berbagai masalah seperti lingkungan, hak-hak perempuan dan perdagangan.

Inggris berupaya memanfaatkan kesempatan menjadi tuan rumah untuk berupaya menyegarkan persekutuan yang longgar serta meningkatkan perdagangan dan pengaruh global pada saat negara itu sedang bersiap-siap untuk melepaskan diri dari Uni Eropa. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Bantah Keterangan Polisi, BPK Tegaskan Belum Pernah Audit Dana Kemah Pemuda Islam

Ternyata BPK menyatakan belum ada permintaan audit terkait kegiatan Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017. Bahkan, BPK pun belum pernah melakukan ekspose terkait dugaan penyimpangan dana atas kegiatan tersebut yang menjerat Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

dr. Antina Nevi Hidayati, SpKJ