Masakan Khas Minang, Rendang Jadi ‘Bintang’ Acara Berbuka Bersama di London

LONDON, SERUJI.CO.ID – Ada yang tidak biasa di acara buka puasa Open Iftar yang diadakan ‘Ramadan Tent Project’ dimana peserta buka puasa yang berjumlah tak kurang dari 400 orang tersebut mendapat suguhan menu masakan Indonesia yaitu berupa nasi putih berlauk rendang, mi goreng, capcay, dan tahu bumbu rujak yang diadakan di Tavistock Square, London, Jumat (17/5) malam.

Konsep Open Iftar ini sungguh menarik, yaitu buka puasa bersama di bawah tenda besar di pusat kota London, biasanya dihadiri sekitar 250 orang setiap malam selama Ramadan, sebagian adalah Muslim dari berbagai negara dan tak sedikit non-Muslim dan yang mengaku tak beragama.

“Jumlah peserta malam ini memecahkan rekor, lebih dari 400 orang hadir mengikuti acara buka puasa ,” kata Omar Salha, pendiri Ramadan Tent Project.

Jumlah peserta buka puasa Open Iftar di Tavistock Square setiap hari biasanya di kisaran 200 hingga 300 orang. Tapi dalam buka puasa hari Jumat malam peserta membludak. Banyak di antara mereka yang tahu akan ada menu masakan Indonesia berkat cuitan yang diunggah anggota panitia beberapa hari sebelumnya.


“Terima kasih sudah menyediakan rendang. Sungguh lezat,” kata Mokhar.

Mohammad, warga London yang hampir 20 tahun menetap di London menyampaikan hal serupa.

“Enak sekali. Tak rugi saya mengajak beberapa rekan untuk datang di buka puasa hari ini,” kata Mohamad.

Esat, warga London berasal dari Turki mengatakan rendang adalah salah satu makanan paling enak yang pernah ia rasakan. “Kapan akan ada menu Indonesia di Open Iftar?” tanyanya.

Menu masakan Indonesia ini disediakan oleh keluarga Indonesia yang ada di London bekerja sama dengan organisasi bantuan kemanusiaan Human Aid Initiative (HAI) dengan warga Muslim Indonesia dan komunitas pengajian di London.

Direktur HAI Nurani Susilo mengatakan ini untuk ketiga kalinya HAI dan warga serta komunitas pengajian Indonesia di London menyediakan rendang untuk peserta Open Iftar.

“Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk lebih mengenalkan Indonesia di forum lintas agama dan lintas negara di London,” ujar Nurani.

BACA JUGA:  Inggris Naikkan Tingkat Ancaman Teroris ke Level "Kritis"

HAI adalah charity (organisasi sosial) yang didirikan warga Indonesia di Inggris dan sejak 2017 sudah terdaftar resmi di Charity Commission, payung resmi organisasi-organisasi sosial di Inggris.

Dikatakannya pada bulan Ramadan kali ini HAI mengadakan program bantuan Food aid dan Iftar di beberapa wilayah yang terkena dampak bencana di Indonesia dan di kamp pengungsi Rohingya di Cox Bazaar, Bangladesh.

Ramadan Tent Project menyelenggarakan buka puasa bersama sejak tahun 2013. Di awal berdirinya, hanya ada sekitar 50 orang, kebanyakan mahasiswa. Kini, buka puasa yang diselenggarakan dihadiri tidak kurang dari 70.000 tamu dan acara serupa telah melebar hingga ke berbagai kota di Inggris seperti Birmingham, Manchester dan juga ke Portland di Amerika Serikat dan Istanbul di Turki.

Acara dimulai dengan materi singkat oleh pembicara yang berganti setiap malam. Para pembicara ini adalah tokoh Muslim dan perwakilan berbagai organisasi di Inggris. Setelah berbuka puasa dengan kurma dan air putih serta makanan kecil, acara dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah dan diakhiri dengan makan malam.

Nama-nama terkenal pernah menjadi pembicara di Open Iftar ini, mulai dari Wali Kota London Sadiq Khan, cendekiawan Muslim Tariq Ramadan, pemain Liga Primer, hingga aktivis dan politisi.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, lokasi Open Iftar 2019 untuk sepuluh hari terakhir akan berpindah-pindah. Di antaranya akan digelar di kompleks Westminster Abbey, pelataran Stadion Wembley, dan lapangan terkenal di London, Trafalgar Square.

Omar Salha mengatakan Open Iftar antara lain ditujukan untuk membuka dialog antarumat beragama di London.

“Semuanya boleh datang untuk duduk bersama dan berdiskusi tentang apa saja,” katanya.

Ia menjelaskan slogan organisasi yang ia pimpin adalah ‘turning strangers into friends’ atau mengubah orang asing menjadi kawan.

“Dan saya senang, prakarsa saya dan kawan-kawan ini mendapat sambutan hangat,” demikian Omar Salha

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi