close

Kongo Sangat Berisiko Terkena Wabah Ebola

JENEWA, SERUJI.CO.ID – Repubik Demokratik Kongo menghadapi risiko kesehatan sangat tinggi terhadap wabah Ebola karena penyakit tersebut mulai menjalar ke kota besar, kata Organisasi Kesehatan Dunia pada Jumat (18/5).

Sementara itu, ancaman penyebaran Ebola ke negara sekitar naik menjadi tinggi setelah sebelumnya dinilai moderat, kata WHO.

Penilaian tersebut disampaikan setelah muncul kepastian akan penderita pertama di Mbandaka, kota berpenduduk 1,5 juta di pinggiran sungai Kongo di kawasan utara negara tersebut, yang juga dekat dengan perbatasan Kamerun.

Penderita pertama di daerah kota itu menimbulkan kekhawatiran bahwa virus Ebola, yang sebelumnya hanya mewabah di pedesaan, akan semakin sulit ditangani dan bisa menjalar lebih jauh ke Kinshasa, ibu kota Kongo, yang berpenduduk 10 juta jiwa.


Baca juga: WHO Akan Gelar Rapat Darurat Bahas Wabah Ebola di Kongo

Sebelumnya, pejabat kesehatan Kongo menyampaikan bahwa ada 11 kasus baru di sebuah kota yang lebih kecil, Bikoro, di dekat desa kawasan utara yang menjadi tempat pertama kali Ebola terdeteksi.

“Kasus di Mbandaka, yang merupakan kawasan urban besar di pinggiran sungai, jalan, dan penerbangan internasional, membuat resiko penyebaran semakin besar di dalam Republik Demokratik Kongo dan negara-negara tetangganya,” kata WHO.

Wakil Direktur Jenderal WHO untuk Kesiapan dan Respon Darurat, Peter Salama, mengatakan kepada sejumlah wartawan pada Kamis (17/5) bahwa penilaian tingkat resiko tengah dikaji ulang.

“Ebola di kawasan urban adalah fenomena yang sangat berbeda dengan Ebola di pedesaan, karena orang-orang perkotaan jauh lebih sering terlibat kontak satu sama lain. Ini berarti Ebola di kota berpotensi menaikkan kasus secara segnifikan,” kata Salama.

Lalu, pada Jumat (18/5), WHO akan bertemu dengan sebuah komite para pakar untuk merundingkan bagaimana komunitas internasional menangani wabah di Kongo.

Baca juga: WHO Dapat Persetujuan Gunakan Vaksin Ebola di Kongo

Skenario terburuk adalah merebaknya wabah Ebola di Kinshasa, sebuah kota padat di mana jutaan orang tinggal di kawasan kumuh tanpa sanitasi yang memadai.

Jeremy Farrar, pakar penyakit menular dan direktur lembaga Wellcome Trust, mengatakan bahwa wabah baru di Kongo punya semua tanda-tanda yang menunjukkan bisa menjadi sangat buruk.

“Saat bukti semakin bertambah di tempat dan waktu yang berbeda, dan ketika petugas kesehatan juga terkena infeksi, dan orang-orang menghadiri penguburan atau berjalan ke tempat yang jauh, maka potensi penyebaran akan sangat mengkhawatirkan,” kata Farrar kepada Reuters.

Juru bicara WHO, Tarik Jasarevic, pada Jumat mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan Kongo telah memberikan angka terbaru: total 45 kasus sejak 4 April, yang terbagi dalam 14 sudah pasti, 10 terduga, dan 21 masih diselidiki. Hingga kini sudah 25 orang yang tewas karena Ebola, namun tidak ada laporan infeksi di kalangan petugas kesehatan.

WHO mengirim 7.540 dosis vaksin percobaan untuk menghentikan wabah itu dan 4.300 di antaranya sudah tiba di Kinshasa. (Ant/SU02)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Industri Pariwisata di Teluk Kendari Terancam Akibat Pendangkalan

Teluk Kendari yang dilengkapi sejumlah lokasi wisata dan pelabuhan nusantara serta tempat pendaratan cargo antarpulau, posisinya kini terancam menjadi daratan. Kenyataan itu membuat banyak pengelola industri wisata di kawasan teluk Kendari resah.

Polres Sampang Selidiki Dalang Pembakaran Mapolsek Tambelangan

SAMPANG, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Sampang, Jawa Timur, mulai...

Polda Jatim Miliki Identitas Pembakar Mapolsek Tambelangan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Daerah Jawa Timur menegaskan telah...

Mabes Polri Bentuk Tim Investigasi Kematian Korban Aksi 22 Mei

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mabes Polri segera membentuk tim investigasi...

Kapolda Babel Pastikan Isu Akan Terjadinya Tsunami Hoaks

PANGKALPINANG, SERUJI.CO.ID - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kepulauan Bangka...

Sempat Dibantarkan, Romahurmuziy Kembali ke Rutan KPK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa...

TERPOPULER

Polisi Bersama Ulama FPI Halau Massa Perusuh Yang Terbukti dari Luar Petamburan

"Perusuh ini bukan dari Jakarta dan bukan dari Petamburan, dari pagi tadi kami bersama tokoh-tokoh FPI, juga kami dibantu para ulama untuk menghalau mereka," kata Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Hariyadi

Polisi Curiga Massa Yang Rusuh Malam Hari di Bawaslu, Bukan Massa Aksi Damai Sebelumnya

Menurut Kapolres massa aksi yang dibubarkan tidak berperangai sama dengan massa yang sejak sore berdemo. Massa aksi pendemo di depan Gedung Bawaslu sempat membubarkan diri dengan tertib sekira pukul 20.30 WIB.

Personel TNI Berbagi Makanan Berbuka Puasa dengan Peserta Aksi di Bawaslu

Aksi simpatik itu menuai simpati dari para peserta aksi. "Masya Allah, hidup TNI," ujar seorang peserta aksi seraya tersenyum haru.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama