Inggris Minta Negara Sekutu Bertindak Soal Penggunaan Senjata Kimia Rusia

0
249
Perdana Menteri Inggris, Theresa May (foto: istimewa)

LONDON, SERUJI.CO.ID – Serangan racun saraf terhadap seorang mantan mata-mata Rusia meningkatkan pertanyaan soal penggunaan senjata kimia Rusia secara ilegal dan sekutu-sekutu Inggris harus melakukan tindakan yang tepat, kata Perdana Menteri Theresa May, Rabu (14/3).

Inggris mengatakan bahwa Rusia bersalah dalam peracunan terhadap Sergei Skripal dan putrinya di kota Salisbury, Inggris. Rusia membantah terlibat.

“Sementara kita memusatkan perhatian dengan benar soal penggunaan bahan saraf di sini di Kerajaan Inggris dan dampaknya terhadap kita di sini di Kerajaan Inggris, ini adalah soal penggunaan ilegal senjata kimia oleh negara Rusia,” kata May kepada parlemen.

“Ini soal program ilegal untuk mengembangkan senjata-senjata kimia tersebut oleh negara Rusia, dan kita akan menyelidiki secara menyeluruh agar dapat bekerja sama dengan sekutu-sekutu kita untuk mengambil langkah yang tepat terhadap (program) itu.”

Sementara itu, ketua pertemuan puncak Uni Eropa mengatakan, Rabu, para pemimpin negara-negara UE, saat bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May pada pekan depan, akan membahas peran Rusia dalam serangan racun saraf di Inggris.

Namun, dalam menawarkan “solidaritas penuh” kepada sesama negara anggota UE yang akan memisahkan diri itu, pemimpin UE akan menunggu apa yang dilakukan May untuk menghukum Moskow sebelum mereka mempertimbangkan langkah bersama terhadap negara tetangga kuat di timur itu.

Tusk menggemakan tuduhan May terhadap Kremlin dengan mengatakan bahwa peracunan terhadap mantan agen ganda Rusia adalah “serangan keji, yang kemungkinan besar diilhami Moskow”.

Pernyataan Tusk itu adalah salah satu kritik paling terarah terhadap Kremlin, yang diungkapkan pemimpin Uni Eropa.

Namun, ketika menjawab pertanyaan wartawan soal yang kemungkinan dilakukan Uni Eropa, mantan perdana menteri Polandia itu menjelaskan bahwa UE akan menunggu arah, yang ditempuh Inggris, sebelum memberikan tanggapan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU