Hakim Spanyol Sebarkan Surat Perintah Penahanan Mantan Pimpinan Catalonia

0
20
Mariano Rajoy dan Carles Puigdemont
PM Spanyol Mariano Rajoy (kiri) dan Presiden Catalonia Carles Puigdemont (kanan)

MADRID, SERUJI.CO.ID – Hakim Pengadilan Tinggi Spanyol Carmen Lamela pada Jumat (3/11) petang waktu setempat, menyebarkan ke Eropa surat penahanan pemimpin Catalonia yang dipecat, Carles Puigdemont, beserta empat bekas anggota kabinetnya yang saat ini berada di Brussel.

Surat tersebut dikeluarkan setelah mereka tidak muncul di pengadilan di Madrid pada Kamis.

Lamela pada Kamis menjatuhkan hukuman penjara bagi sembilan anggota pemerintahan Puigdemont atas dakwaan melakukan pemberontakan, penghasutan dan penyelewangan dana.

Ia menambah dakwaan berupa “ketidakpatuhan” serta “pengingkaran” atas Puigdemont dan empat bekas pejabat lainnya yang berada di Brussel.

Berdasarkan surat perintah penangkapan itu, Puigdemont dan empat bekas anggota pemerintahannya bisa ditahan dan dihadapkan ke pengadilan di Belgia. Jika mereka setuju untuk kembali ke Spanyol, mereka harus melakukannya dalam waktu 10 hari. Jika mereka menolak disidangkan di Spanyol, proses peradilan bisa berlangsung hingga 60 hari.

Kantor kejaksaan Belgia mengatakan pihaknya telah menerima surat perintah penahanan dari Spanyol itu dan jaksa akan mempelajarinya sebelum surat itu diserahkan kepada hakim, demikian dilaporkan surat kabar Spanyol El Pais.

“Saya membenarkan bahwa kami telah menerima (surat) itu. Kami sedang menunggu hasil penerjemahan dan akan mempelajarinya,” lapor El Pais yang mengutip juru bicara kantor kejaksaan Belgia Eric Van der Sijpt.

Sebelumnya pada hari yang sama, Puigdemont diwawancarai televisi Belgia. Dalam wawancara itu, Puigdemont mengatakan dirinya tidak berniat menghindari penyidangan, namun ia menginginkan “peradilan (Belgia) yang jujur, bukan di Spanyol”.

Ia menambahkan bahwa dirinya juga berkeinginan untuk maju pada pencalonan pemilihan wilayah Catalunya, yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Desember.

Pencalonannya itu dimungkinkan berdasarkan undang-undang Spanyol, kecuali jika ia telah dinyatakan bersalah sebelum pemilihan berlangsung, yang tampaknya tidak mungkin karena ia belum dikenai dakwaan secara resmi.

Di Spanyol, penghasutan dikenai ancaman hukuman penjara maksimal 25 tahun. Sementara itu, media Spanyol berkomentar bahwa para mantan anggota pemerintahan Catalunya bisa menghadapi ancaman hukuman penjara hingga 50 tahun jika terbukti bersalah atas semua dakwaan. (Xinhua/SU01)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

HIV positif

Belasan Ibu Hamil di Kaltara Positif HIV

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara menemukan belasan ibu hamil positif mengidap penyakit HIV/AIDS pada 2017. "Ada 12 ibu hamil di Kaltara ini positif...

Kapolda Papua Serahkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Asmat

ASMAT, SERUJI.CO.ID - Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk anak-anak dan sanak keluarganya yang menderita penyakit campak dan gizi buruk di...

TNI Kerahkan Dua Helikopter Kirim Obat ke Asmat

TIMIKA, SERUJI.CO.ID - Markas Besar TNI mengerahkan dua unit helikopter untuk mengirim obat-obatan guna membantu menangani wabah penyakit campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat,...

Jiwa Gotong Royong yang Masih Tumbuh Subur

Tempo hari saya tercengang dengan megahnya sebuah masjid di desa Raji,  Demak, Jawa Tengah. Rupanya masjid yang belum selesai di bangun itu sudah menelan...

kebebasan berpikir

Kebebasan dalam Berpikir Hakikat bebas adalah merdeka dari segala hal yang mengikat. Berbicara tentang bebas, kita dapat belajar dari pengalaman komika kenamaan yaitu Ge Pamungkas...
_99517609_gepamungkas_joshuasuherman

Indonesia Darurat Keadilan

Indonesia Darurat Keadilan Salah satu penyebab gagalnya beberapa negara di Afrika di antaranya dalam masalah ketimpangan keadilan, sebut saja di Ethiopia, Zimbabwe dan negara-negara yang...