Hakim Spanyol Sebarkan Surat Perintah Penahanan Mantan Pimpinan Catalonia

0
53
Mariano Rajoy dan Carles Puigdemont
PM Spanyol Mariano Rajoy (kiri) dan Presiden Catalonia Carles Puigdemont (kanan)

MADRID, SERUJI.CO.ID – Hakim Pengadilan Tinggi Spanyol Carmen Lamela pada Jumat (3/11) petang waktu setempat, menyebarkan ke Eropa surat penahanan pemimpin Catalonia yang dipecat, Carles Puigdemont, beserta empat bekas anggota kabinetnya yang saat ini berada di Brussel.

Surat tersebut dikeluarkan setelah mereka tidak muncul di pengadilan di Madrid pada Kamis.

Lamela pada Kamis menjatuhkan hukuman penjara bagi sembilan anggota pemerintahan Puigdemont atas dakwaan melakukan pemberontakan, penghasutan dan penyelewangan dana.

Ia menambah dakwaan berupa “ketidakpatuhan” serta “pengingkaran” atas Puigdemont dan empat bekas pejabat lainnya yang berada di Brussel.

Berdasarkan surat perintah penangkapan itu, Puigdemont dan empat bekas anggota pemerintahannya bisa ditahan dan dihadapkan ke pengadilan di Belgia. Jika mereka setuju untuk kembali ke Spanyol, mereka harus melakukannya dalam waktu 10 hari. Jika mereka menolak disidangkan di Spanyol, proses peradilan bisa berlangsung hingga 60 hari.

Kantor kejaksaan Belgia mengatakan pihaknya telah menerima surat perintah penahanan dari Spanyol itu dan jaksa akan mempelajarinya sebelum surat itu diserahkan kepada hakim, demikian dilaporkan surat kabar Spanyol El Pais.

“Saya membenarkan bahwa kami telah menerima (surat) itu. Kami sedang menunggu hasil penerjemahan dan akan mempelajarinya,” lapor El Pais yang mengutip juru bicara kantor kejaksaan Belgia Eric Van der Sijpt.

Sebelumnya pada hari yang sama, Puigdemont diwawancarai televisi Belgia. Dalam wawancara itu, Puigdemont mengatakan dirinya tidak berniat menghindari penyidangan, namun ia menginginkan “peradilan (Belgia) yang jujur, bukan di Spanyol”.

Ia menambahkan bahwa dirinya juga berkeinginan untuk maju pada pencalonan pemilihan wilayah Catalunya, yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Desember.

Pencalonannya itu dimungkinkan berdasarkan undang-undang Spanyol, kecuali jika ia telah dinyatakan bersalah sebelum pemilihan berlangsung, yang tampaknya tidak mungkin karena ia belum dikenai dakwaan secara resmi.

Di Spanyol, penghasutan dikenai ancaman hukuman penjara maksimal 25 tahun. Sementara itu, media Spanyol berkomentar bahwa para mantan anggota pemerintahan Catalunya bisa menghadapi ancaman hukuman penjara hingga 50 tahun jika terbukti bersalah atas semua dakwaan. (Xinhua/SU01)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Masih Belum Temukan 12 Surat Tanah, PLN Area Dumai Akan Urus Surat Pengganti

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - Setelah berusaha mencari dan dua kali berturut-turut PT PLN (Persero) Area Dumai mengumumkan kehilangan sejumlah Sertifikat dan Surat Tanah lewat media,...
Mobil Perpus

Mobil Prestasi Muamalat Menarik Minat Baca Anak

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Dalam upaya menumbuhkan kembali minat baca dikalangan pelajar, PKPU Human Initiative bekerjasama dengan Mobil Prestasi Muamalat memberikan fasilitas Mobil perpustakaan keliling,...

Setelah Bertemu Puan Diam-Diam dan Kunjungi Ketum PAN, Hari ini Prabowo Gerilya ke SBY

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto terus melakukan gerilya politik sepajang sore hingga malam kemarin, Selasa (17/7). Prabowo yang sudah dipastikan maju...
Prabowo dengan kucing

Viral Foto Prabowo dengan Kucing, Warganet: Ke Hewan Saja Sayang, Apalagi ke Rakyatnya

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Foto Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang memberi makan seekor kucing saat sedang menyantap hidangan bersama koleganya, viral di media...

Gubernur Ganjar Pranowo Melepas Calon Haji Jateng-DIY Hari Ini

BOYOLALI, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 34.112 jemaah calon haji asal Jawa Tengah dan DIY diberangkatkan ke tanah suci hari ini, Selasa (17/7). Upacara pelepasan yang...