Dukung Inggris, Georgia Usir Diplomat Rusia

TBILISI, SERUJI.CO.ID – Georgia telah mengusir satu dari 10 diplomat Rusia yang bertugas pada kantor perwakilan Rusia di Kedutaan Besar Swiss di Tbilisi untuk menunjukkan solidaritas kepada Inggris terkait masalah peracunan mantan mata-mata.

“Penggunaan senjata kimia di Salisbury merupakan tantangan serius terhadap keamanan bersama,” kata Kementerian Luar Negeri Georgia dalam pernyataan singkat, Jumat (30/3).

BACA JUGA: Rusia Usir 59 Diplomat dari 23 Negara

Kementerian menekankan bahwa Georgia berdiri di samping Inggris.

“Kementerian luar negeri menyatakan bahwa satu anggota staf Interests Section Federasi Rusia di Kedutaan Besar Swiss di Tbilisi sebagai orang yang tidak dapat diterima dan meminta orang tersebut untuk meninggalkan Georgia dalam waktu tujuh hari,” bunyi pernyataan itu.

Georgia dan Rusia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi sejak perang Rusia-Georgia pada 2008.

Swiss, sebagai negara ketiga, menjadi penghubung masalah-masalah diplomatik antara kedua negara dengan membentuk Interests Section di Tbilisi dan Interests Section Georgia di Moskow pada Maret 2009.

Mantan agen ganda Rusia Skripal, 66, beserta putrinya yang bernama Yulia, 33, ditemukan tak sadarkan diri di sebuah bangku di luar suatu pusat perbelanjaan di kota barat daya Inggris, Salisbury, pada 4 Maret.

Inggris menyatakan bahwa ayah dan anak itu terkena racun saraf dan menganggap Rusia sebagai pihak yang bersalah.

Pemerintah Rusia telah membantah memiliki keterlibatan apa pun dalam insiden itu.
(Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Macam Riba Yang Diharamkam