Di Niedersachsen, Guru Bebas Berjilbab

BERLIN – Memang ada friksi antara hukum dan tatakrama Jerman dengan syariat Islam. Namun, makin banyak toleransi ditunjukkan negera besar di Eropa itu. Setidaknya, di negara bagian Niedersachsen, guru-guru perempuan diperkenankan mengenakan jilbab saat mengajar.

Menurut laporan Deutsche Welle, pada akhir 2015 negara bagian ini mencabut larangan mengenakan jilbab bagi guru Muslim saat mengajar di sekolah umum. Langkah ini menyusul putusan pengadilan tinggi setempat bahwa larangan tersebut bertentangan dengan prinsip kebebasan beragama. Sebelumnya, hanya guru yang mengajar pendidikan Agama Islam yang diperbolehkan mengenakan jilbab di kelas.

Kementrian Pendidikan Niedersachsen mengatakan, “Seluruh guru di semua mata pelajaran dapat mengenakan jilbab, kecuali jika hal ini memprovokasi konflik berbahaya atau mengganggu ketentraman umum. Jika itu terjadi, setiap kejadian akan diperiksa kementrian secara individual.”

meski demikian, larangan berjilbab bagi guru sekolah umum masih diterapkan di sejumlah negara bagian. Antara lain di Berlin, Bayern dan negara bagian berpopulasi terbanyak di Jerman Nordrheinwesfalen.

Setelah Kristen, Islam merupakan agama kedua dengan pemeluk terbanyak di Jerman. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1,3 juta Muslim tinggal di Nordrhein-Westfalen. Mayoritas Muslim di Jerman adalah pendatang dan keturunan migran generasi kedua atau ketiga.

EDITOR; Omar Ballaz

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bendera dan Krisis Kepemimpinan

Menurut vexillology, bendera bukan sekedar selembar kain biasa. Jika dia berkibar bebas di angkasa, bendera menginspirasikan semangat kepemimpinan tertentu yang sublim dan sulit dibayangkan oleh mereka yang jiwanya terjangkar oleh tanah di bumi.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.