Bencana Sebabkan 14 Juta Orang di Dunia Kehilangan Tempat Tinggal Setiap Tahun

0
25
UNISDR flag
UNISDR (ilustrasi)

JENEWA, SERUJI.CO.ID – Sekitar 14 juta orang menjadi tunawisma setiap tahun akibat bencana, seperti, banjir dan badai, kata data terkini.

Pertambahan pengungsi dapat terjadi ketika perubahan iklim berdampak lebih besar, kata laporan, yang dikeluarkan pada Jumat (13/10) oleh Badan Penanggulangan Bencana PBB (UNISDR) dan Pusat Pemantauan Pengungsi (IDMC), yang bermarkas di Jenewa.

Gempa, tsunami, banjir dan badai tropika adalah bencana utama, yang diperkirakan menyebabkan banyak pengungsi, dengan negara di Asia, rumah bagi 60 persen masyarakat dunia, terdampak paling berat, kata badan UNISDR.

Delapan dari sepuluh negara dengan tingkat pengungsi tertinggi dan kerugian atas pemukiman terjadi di Asia Selatan dan Tenggara.

Delapan negara tersebut termasuk India, tempat rata-rata 2,3 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka setiap tahun, dan China, dengan 1,3 juta orang harus mengungsi setiap tahun, kata laporan tersebut, yang dikeluarkan bertepatan dengan Hari Internasional untuk Pengurangan Bahaya Bencana.

Jumlah tersebut tidak mencakup masyarakat yang diungsikan menjelang bencana, dan orang-orang yang terlantar akibat kekeringan atau naiknya permukaan lautan.

Rusia dan Amerika Serikat juga tampil sebagai negara berisiko terdampak bencana yang menyebabkan tunawisma dengan skala besar, kecuali terjadi kemajuan yang besar dilakukan dalam mengelola risiko bencana, kata kajian tersebut.

“Temuan ini menggarisbawahi tantangan yang harus kita hadapi dalam mengurangi jumlah masyarakat yang terkena dampak bencana,” kata Robert Glasser, perwakilan khusus sekretaris jenderal PBB untuk pengurangan risiko bencana.

“Selain kematian atau luka parah akibat bencana, tidak ada lagi pukulan yang menyakitkan daripada kehilangan rumah bagi keluarga,” tambahnya dalam pernyataan.

Banjir paling dahsyat dalam satu dasawarsa belakangan melanda Asia Selatan, menewaskan lebih dari 1.400 orang tahun ini, dan menjadi pusat perhatian terhadap perencanaan yang buruk dalam penanganan bencana, seperti upaya pihak berwenang dalam membantu jutaan korban selamat.

“Pengungsi dan orang-orang yang terlantar di negara mereka masing-masing sudah mencapai angka dengan rekor yang tinggi,” kata direktur IDMC Alexandra Bilak.

“Perencanaan memberikan beberapa cara untuk memperkirakan risiko pemindahan yang berhubungan dengan bencana, seperti pengungsiaan,” tambahnya.

Hal tersebut juga dimaksudkan untuk membantu perencana kota dalam menyelidiki keamanan kota dan daya tahan pembangunan daerah terhadap ancaman bagi jutaan orang yang tinggal di sana.

Justin Ginnetti, kepala data dan analisis IDMC, mengatakan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara risiko terdampak bencana dan bertempat tinggal di lokasi dengan arus urbanisasi yang cepat.

Seperti orang miskin yang banyak tinggal di pinggiran kota, di daerah rawan banjir atau di sepanjang tepian sungai, Ginnetti mengatakan bahwa kota yang perencanaannya lebih baik dapat mengurangi mereka dari terdampak bencana.

Dia membandingkan Jepang dan Filipina, dua negara tersebut memiliki jumlah masyarakat terdampak badai topan yang sama. Jepang membangun lebih banyak perumahan yang kokoh dan lebih sedikit menghadapi jumlah masyarakat yang mengungsi akibat bencana daripada Filipina, di mana rumah-rumah kurang mampu bertahan terhadap guncangan, katanya.
(Reuters/Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA

Disdik Jateng Fasilitasi Pindah Sekolah Siswa Yang Dikeluarkan SMAN 1 Semarang

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Tengah memfasilitasi dua siswa yang dikeluarkan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang untuk melanjutkan pendidikan di SMA...

Terkait Siswa Yang Dikeluarkan, Disdik Anggap SMAN 1 Semarang Sesuai Prosedur

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Tengah menyatakan langkah yang dilakukan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang dengan mengeluarkan dua siswanya sudah sesuai prosedur. "Setiap...

Berikut Kronologi dari Orang Tua Yang Anaknya Dipaksa Mundur dari Sekolah

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang dikeluarkan dari sekolah karena tuduhan menganiaya junior saat pelaksanaan kegiatan latihan dasar kepemimpinan. "Kebetulan,...

Dikeluarkan dari Sekolah Karena Diduga Aniaya Adik Kelas, Siswa Ini Mengadu ke Ombudsman

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Anindya Puspita Helga Nur Fadhila, Siswa SMAN I Kota Semarang yang dikeluarkan dari sekolah atas dugaan penganiayaan terhadap adik kelasnya akan mengadu...
Orang tenggelam

Terjatuh di Sungai Dekat Kampus, 2 Mahasiswa IPB Tewas Tenggelam

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak dua mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, meninggal dunia akibat tenggelam di aliran sungai yang berada di lingkungan kampus, Ahad...
loading...
Green Action - JRC 9

Green Action di Taman Harmoni, Sampah Jadi Emas

Warna Keputih, Sukolilo Surabaya, 6 tahun lebih yang lalu terbiasa dengan bau sampah yang menyengat. Bau busuk semakin menusuk kala hujan tiba. Namun, sejak beberapa...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...