Asosiasi Masjid di Belanda Tuntut Twitter Blokir Akun Politikus Anti Islam


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Lembaga Federasi Kebudayaan Islam Turki (TICF), yang mewakili 144 masjid Turki di wilayah Belanda, menuntut Twitter memblokir permanen akun politikus Belanda yang anti-Islam, Geert Wilders. Permintaan blokir diajukan karena akun milik Wilders itu kerap menyebarkan hasutan dan kebencian.

Seperti dilansir AFP, Selasa (6/11), TICF telah mengirimkan surat kepada pihak Twitter pada Jumat (2/11) lalu. Dan mengatakan akan menempuh jalur hukum, jika pengelola media sosial tersebut tidak bertindak.

“Larangan permanen untuk akun Twitter Geert Wilders… karena publikasi terus-menerus pada pesan-pesan, gambar dan konten lainnya pada akun Twitter-nya yang menampilkan perilaku penuh kebencian,” sebut TICF dalam suratnya.

Disebutkan TICF dalam suratnya, beberapa tweet politikus anti Islam itu telah melanggar garis pedoman platform media sosial itu sendiri serta undang-undang di beberapa negara, termasuk Tunisia, Pakistan, Maroko, dan Indonesia.

“Twitter menyediakan panggung bagi Wilders untuk menyebarkan kebenciannya ke seluruh dunia,” kata Ejder Kose, pengacara TICF.

“Tidak hanya Wilders, tetapi juga Twitter, dapat dihukum di negara-negara itu,” imbuhnya.

TICF mengatakan akan menempuh jalur hukum jika pengelola media sosial itu gagal memberi tanggapan dalam waktu tiga pekan.

“Kami memiliki hak untuk mengambil tindakan dan langkah hukum yang diperlukan jika Anda tidak mengambil tindakan seperti yang diminta dalam waktu 21 hari setelah ini,” demikian sebut TICF.

Geert Wilders, pemimpin Partai Kebebasan Belanda (PVV), yang hanya punya satu anggota, yaitu dirinya sendiri, memang sering memancing kontroversi dengan pernyataan anti-Islam dan merendahkan kelompok imigran.

Baca juga: Lagi, Penghina Alquran Seorang Politikus Belanda

Sebelumnya, dalam sebuah tweet pada bulan September 2017, Wilders menyebut Nabi Muhammad sebagai pedofil, pembunuh massal, teroris dan orang gila.

Pada Agustus lalu, Wilders juga berusaha menggelar kompetisi kartun Nabi Muhammad, namun membatalkannya setelah ada aksi protes dari kelompok Islam di berbagai negara.

Pada Senin (05/11), Geert Wilders menolak tuntutan pemblokiran akunnya di Twitter dan menyebut tuntutan itu sebuah “kegilaan.” (SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Buruh, Rumah dan Kejahatan Negara

Kementerian kesehatan merilis 6771 KK buang air besar sembarangan di Bekasi. Menjijikkan tentunya. Namun, disebelah kota Bekasi, Kerawang, Luhut Binsar Pandjaitan telah melakukan "topping off" perumahan dan kawasan bisnis Meikarta, dengan nilai projek 20 miliar dolar AS, atau sekitar Rp300 Triliun

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close