Asosiasi Masjid di Belanda Tuntut Twitter Blokir Akun Politikus Anti Islam

0
48
  • 12
    Shares
Geert Wilders. ©Daily Mail

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Lembaga Federasi Kebudayaan Islam Turki (TICF), yang mewakili 144 masjid Turki di wilayah Belanda, menuntut Twitter memblokir permanen akun politikus Belanda yang anti-Islam, Geert Wilders. Permintaan blokir diajukan karena akun milik Wilders itu kerap menyebarkan hasutan dan kebencian.

Seperti dilansir AFP, Selasa (6/11), TICF telah mengirimkan surat kepada pihak Twitter pada Jumat (2/11) lalu. Dan mengatakan akan menempuh jalur hukum, jika pengelola media sosial tersebut tidak bertindak.

“Larangan permanen untuk akun Twitter Geert Wilders… karena publikasi terus-menerus pada pesan-pesan, gambar dan konten lainnya pada akun Twitter-nya yang menampilkan perilaku penuh kebencian,” sebut TICF dalam suratnya.

Disebutkan TICF dalam suratnya, beberapa tweet politikus anti Islam itu telah melanggar garis pedoman platform media sosial itu sendiri serta undang-undang di beberapa negara, termasuk Tunisia, Pakistan, Maroko, dan Indonesia.

“Twitter menyediakan panggung bagi Wilders untuk menyebarkan kebenciannya ke seluruh dunia,” kata Ejder Kose, pengacara TICF.

“Tidak hanya Wilders, tetapi juga Twitter, dapat dihukum di negara-negara itu,” imbuhnya.

TICF mengatakan akan menempuh jalur hukum jika pengelola media sosial itu gagal memberi tanggapan dalam waktu tiga pekan.

“Kami memiliki hak untuk mengambil tindakan dan langkah hukum yang diperlukan jika Anda tidak mengambil tindakan seperti yang diminta dalam waktu 21 hari setelah ini,” demikian sebut TICF.

Geert Wilders, pemimpin Partai Kebebasan Belanda (PVV), yang hanya punya satu anggota, yaitu dirinya sendiri, memang sering memancing kontroversi dengan pernyataan anti-Islam dan merendahkan kelompok imigran.

Baca juga: Lagi, Penghina Alquran Seorang Politikus Belanda

Sebelumnya, dalam sebuah tweet pada bulan September 2017, Wilders menyebut Nabi Muhammad sebagai pedofil, pembunuh massal, teroris dan orang gila.

Pada Agustus lalu, Wilders juga berusaha menggelar kompetisi kartun Nabi Muhammad, namun membatalkannya setelah ada aksi protes dari kelompok Islam di berbagai negara.

Pada Senin (05/11), Geert Wilders menolak tuntutan pemblokiran akunnya di Twitter dan menyebut tuntutan itu sebuah “kegilaan.” (SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU