Tidak Bersih, Eks Pemimpin Hongkong Dipenjara

27
Kerumunan wartawan berebut memotret Donald Tsang saat keluar dari ruang sidang. (image: courtesy to @yik2012)

HONGKONG – Menyedihkan. Mantan pemimpin yang banyak berjasa pada Hongkong dijatuhi hukuman 20 bulan penjara karena perilaku tak taat aturan. Hukuman dijatuhkan pengadilan Rabu (22/2) setelah Donald Tsang tak bisa menjelaskan rencananya menyewa apartemen mewah dari pengusaha yang pernah mengajukan permohonan izin siaran.

Donald Tsang Yam Kuen

Pria berusia 72 tahun itu pernah menjabat sebagai chief executive Hongkong antara 2005-2012. Dia memimpin salah satu pusat keuangan Asia yang membanggakan diri pada reputasi pemerintahan bersih. Namun, ia juga menjadi pejabat atau mantan pejabat tertinggi yang harus dijebloskan ke penjara karena perilaku tak taat hukum.

“Dalam karir peradilan saya, belum pernah saya melihat ada orang jatuh dari ketinggian seperti itu,” kata Hakim Andrew Chan, saat menjatuhkan hukuman di Pengadilan Tinggi Hong Kong. “Namun, tidak bisa dibantah bahwa terdakwa telah mendedikasikan diri untuk pelayanan publik selama 40 tahun.”

Hakim memotong hukuman jadi 10 bulan dari awalnya 30 bulan dari kasus yang ancaman maksimalnya tujuh tahun. Hakim Chan beralasan, Tsang berkelakuan baik dan berkontribusi besar pada Hongkong. Kontribusi itu antara lain mengatasi krisis keuangan Asia 1997-98 saat Tsang bertugas sebagai menteri keuangan Hongkong.

Tsang hanya menundudk dan mengatupkan bibir tatkala kalimat hukuman itu dibacakan hakim dalam sidang yang penuh sesak pengunjung. Namun, istrinya, Selina Tsang, berkata pada wartawan di luar pengadilan bahwa dia dan keluarga kecewa. Mereka berencana mengajukan banding, yang dijadwalkan September.

Kasus Tsang ini salah satu dari beberapa kasus dalam beberapa tahun terakhir yang mengguncang kepercayaan publik terkait hubungan antara pemimpin politik dan konglomerat kaya. Tsang dinilai bersalah karena penthouse di Shenzhen yang ia sewa untuk pensiun ternyata miliki pengusaha yang perusahaannya mengajukan izin radio digital.

EDITOR: Omar Ballaz

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama