Tak Ada Toilet di Rumah, Tak Ada Nikahan

GUWAHATI – Para mufti dan maulvi (ahli hukum Islam di India) di negara bagian Haryana, Himachal Pradesh dan Punjab memutuskan tidak melangsungkan upacara pernikahan di rumah yang tidak ada toiletnya.

Maulana Mahmood A. Madani, sekjen Jamiat Ulama-i-Hind mengatakan, punya toilet menjadi syarat bagi Muslim untuk menikah di tiga negara bagian itu. Selanjutnya, syarat ini segera diterapkan di semua negara bagian lain di India.

“Saya rasa semua pemimpin dari semua agama di India harus memutuskan tidak akan melakukan ritual pernikahan di rumah-rumah yang tidak ada toiletnya,” kata Madani, saat peresmian Konferensi Sanitasi Assam (ASCOSAN) 2017 di Guwahati minggu lalu, dikutip New Age of Islam, Senin (20/1).

Menekankan pentingnya kebersihan, ia meminta semua menggunakan toilet. Tidak hanya di negara bagian Assam, namun India secara keseluruhan harus bersih. “Ada dua jenis bersih. Yang eksternal dan yang internal. Keduanya saling berhubungan. Kita bisa mencapai bersih internal jika tubuh kita bersih,” katanya.

Perdana Menteri negara bagian Assam, Sarbananda Sonowal, juga menekankan pentingnya sanitasi dan kebersihan. Ia meminta penduduk menjadikan kebersihan sebagai tujuan hidup.

Konferensi sanitasi ini dihadiri lebih dari 6.000 orang. Sonowal bertujuan membuat Assam jadi negara bagian terbersih sebelum 2 Oktober 2017, atau dua tahun sebelum visi ‘Clean India‘ dari Perdana Menteri Narendra Modi dicapai 2 Oktober 2019.

EDITOR: Omar Ballaz

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

Petani dan Musim Semi

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER