Sekitar 60 Bayi Lahir per Hari di Kampung Pengungsian Rohingya Bangladesh

BANGLADESH, SERUJI.CO.ID – Sekitar 60 bayi per hari dilahirkan di kampung besar pengungsian di Bangladesh, yang menampung ratusan ribu orang, terutama warga Rohingya, yang melarikan diri dari Myanmar, kata badan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNICEF, Rabu (16/5).

Hampir 700 ribu orang Rohingya melarikan diri ke Cox’s Bazar di Bangladesh dalam sembilan bulan belakangan akibat tindakan keras militer Myanmar, yang oleh PBB, Amerika Serikat dan Inggris dikecam sebagai pembersihan suku. Myanmar membantah terjadi pembersihan suku.

UNICEF mengatakan dalam pernyataan bahwa sejak bencana itu dimulai, lebih dari 16.000 bayi lahir di kampung pengungsian, dari yang hanya sekitar 3.000 dilahirkan di sarana kesehatan.

“Sekitar 60 bayi setiap hari bernapas untuk pertama kali dalam keadaan memprihatinkan, jauh dari rumah, dari ibu yang selamat dari pengusiran, kekerasan, trauma dan, kadang-kadang, perkosaan,” kata Edouard Beigbeder, Perwakilan UNICEF di Bangladesh.

Utusan Dewan Keamanan PBB mengunjungi kamp-kamp pengungsi pada April.

“Tidak memungkinkan untuk mengetahui jumlah sebenarnya bayi yang telah atau akan dilahirkan sebagai akibat dari kekerasan seksual,” kata Beigbeder.

“Ini hal penting bahwa setiap ibu baru dan ibu hamil serta setiap bayi yang baru lahir menerima semua bantuan dan dukungan yang mereka butuhkan,” tambahnya.

Serangan gerilyawan Rohingya di pos-pos keamanan di negara bagian Rakhine Myanmar, Agustus lalu, memicu operasi militer yang dikatakan Myanmar merupakan tindakan yang sah. November lalu, militer Myanmar merilis laporan yang membantah semua tuduhan pemerkosaan oleh pasukan keamanan.

Pejabat tinggi kementerian kesehatan Bangladesh, yang menolak disebutkan namanya karena kepekaan masalah tersebut, mengatakan pada pekan lalu bahwa sejauh ini, 18.300 wanita hamil tercatat di kampung itu dan perkiraan kasarnya sekitar 25.000.

Pada Maret, PBB meluncurkan permintaan bantuan 951 juta dolar AS untuk membantu pengungsi Rohingya untuk sisa tahun ini, tetapi kurang dari 20 persen yang diberikan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER