Menteri Myanmar Pastikan Pemulangan Rohingya Adalah Prioritas

COX’ BAZAR, SERUJI.CO.ID – Menteri Myanmar mengatakan kepada pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh pada Rabu (11/4) bahwa pemulangan mereka adalah prioritas, dalam kunjungan pertama pejabat tinggi Myanmar ke korban “pembersihan suku” oleh tentara Myanmar.

Menteri Kesejahteraan Sosial Win Myat Aye, yang memimpin upaya pemulihan di negara bagian Rakhine, bertemu dengan sekitar 50 pengungsi, yang baru tiba di kampung pengungsi Kutupalong di Bangladesh tenggara, kata Mohammad Shamsud Douza, Wakil Pejabat Pemerintah Bangladesh yang bertanggung jawab atas pengungsi.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Bangladesh mengatakan, negaranya ingin menunjukkan kepada menteri tamu itu tantangan dalam menampung pengungsi.

Win Myat Ayat diperkirakan bertemu dengan menteri luar negeri Bangladesh di Dhaka pada Kamis (12/4).

Bangladesh ingin para pengungsi pulang sesegera mungkin dan para pejabat setempat mengatakan, pekan ini mereka berharap kunjungan menteri itu akan mempercepat pemulangan.

Namun, banyak pengungsi mengatakan mereka enggan untuk kembali ke Myanmar yang mayoritas beragama Budha, takut akan penganiayaan.

“Yang paling penting adalah memulai proses pemulangan secepat mungkin. Kita bisa mengatasi semua kesulitan,” kata Win Myat Aye saat meninggalkan pertemuan dengan perwakilan Rohingya di kamp Kutupalong.

Ketika ditanya apakah Rohingya dapat diberikan kewarganegaraan Myanmar, yang telah lama ditolak, menteri menjawab, “Kami berusaha untuk mendapatkannya.”

Myanmar telah menolak tuduhan pembersihan etnis di negara bagiannya di wilayah barat, Rakhine, mengatakan pasukan keamanannya melancarkan operasi kontra-pemberontakan yang sah pada 25 Agustus sebagai tanggapan atas serangan militan Rohingya.

Pengungsi yang tiba selama berbulan-bulan sejak itu telah melaporkan pembunuhan, pembakaran, penjarahan dan pemerkosaan oleh anggota pasukan keamanan Myanmar dan penegak aturan Buddha.

Myanmar telah memberhentikan sebagian besar laporan tersebut, tetapi militer mengatakan pada Selasa (10/4) bahwa tujuh tentara telah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dengan kerja paksa, karena berpartisipasi dalam pembantaian 10 pria Muslim Rohingya di sebuah desa pada September.

Kedua negara mencapai kesepakatan pada November untuk memulai pemulangan dalam dua bulan, tetapi belum dimulai, dengan warga negara bagian Rohingya, yang menghadapi pembatasan gerak mereka di Myanmar, masih tiba di Bangladesh.

Polisi Bangladesh dengan seragam kamuflase ditempatkan di sepanjang jalan menuju kamp Kutupalong untuk memberikan keamanan bagi menteri Myanmar.

Polisi berpakaian preman berpatroli dengan berjalan kaki dan memerintahkan kendaraan menjauh dari kantor administrator kamp.

Pondok dari bambu dan terpal plastik akan sedikit menjadi tempat berlindung bagi pengungsi ketika hujan lebat dan badai menghantam Cox’s Bazar, dataran rendah berbatasan dengan Myanmar tempat kampung itu berada, ketika musim hujan tiba pada Juni. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

Blunder

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER