Korsel Awasi Beijing Jelang Kunjungan Kim Jong Un

0
56
Kim Jong Un

SEOUL, SERUJI.CO.ID – Di tengah perubahan cepat keadaan di Semenanjung Korea dengan rencana pertemuan Korea Utara dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat, muncul laporan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berada di China.

Dengan mengutip tiga sumber, yang dirahasiakan namanya, Bloomberg melaporkan pada Senin (27/3) bahwa Kim berada di Beijing dalam perjalanan pertamanya di luar Korea Utara sejak berkuasa pada 2011. Kunjungan belum terpastikan itu juga terjadi menjelang pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump.

“Kantor kepresidenan Korea Selatan mengawasi hal tersebut di Beijing secara saksama sambil menjaga semua kemungkinan terbuka, yang akan terjadi,” kata pejabat tinggi di Seoul, yang enggan disebutkan namanya.

Peningkatan hubungan dwipihak Korea Utara dengan China akan menjadi tanda baik sebelum temu puncak itu, katanya.

Rincian kunjungan Kim, termasuk tujuan dan jadwalnya, belum diketahui. Sebelumnya, media Jepang melaporkan bahwa seorang pejabat tinggi Pyongyang muncul dengan kereta api di Beijing.

Pejabat Gedung Biru mengatakan bahwa pemerintah Korea Selatan telah mengetahui gerakan tersebut, seperti perjalanan kereta api selama beberapa hari tetapi ia tidak dapat memastikan apakah Kim atau pejabat tinggi Korea Utara lainnya yang mengunjungi China.

Beijing adalah sekutu utama Korea Utara serta menjadi mitra dagang terbesarnya.

Kim akan mengadakan pertemuan terpisah dengan Korea Selatan pada akhir April dan AS pada Mei, termasuk pertemuan potensial dengan Trump.

“Fakta bahwa KTT akan diadakan itu melampaui dugaan kami. Saat ini, situasi di sekitar semenanjung Korea bergerak sangat cepat dan tidak disarankan untuk prasangka,” kata pejabat Gedung Biru.

Ayah Kim Jong Un, Kim Jong Il, bertemu dengan mantan presiden Jiang Zemin di Tiongkok pada tahun 2000 sebelum pertemuan puncak antara kedua Korea pada bulan Juni tahun itu.

Kim Jong-il pada saat itu dianggap telah melakukan kunjungan untuk menegaskan kembali hubungan dekat dengan sekutu terbesarnya tersebut.

“Korea Utara mungkin ingin mengkonfirmasi hubungannya dengan China dan percaya hal itu memiliki beberapa pengaruh yang dapat meminta suatu hal dari China,” kata Yoo Ho-yeol, Profesor studi Korea Utara di Korea University, Seoul.

“Jika Korea Utara berbicara dengan AS sendiri mungkin merugikan. Tetapi, jika bersekutu dengan China, Pyongyang mungkin berpikir hubungan mereka mampu melindungi kepentingan dan memberikan keuntungan selama temu puncak tersebut,” kata Yoo. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Diduga Ada ASN Dukung Gus Ipul, Ini Komentar Mantan Sekdaprov Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Munculnya postingan foto Asisten II Sekdaprov Jatim Fattah Yasin bersama beberapa orang termasuk mantan Gubernur Jatim Imam Utomo dan salah satu...

Tabung Elpiji Meledak di Bandung, 14 Orang Luka

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Tabung gas berukuran tiga kilogram meledak di sebuah rumah kontrakan di Gang Marsadi, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung, dan melukai...

Korban Dukun Cabul di Sukabumi Terus Bertambah

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID - Hasil pemeriksaan anggota Polsek Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat korban dukun cabul AR (43) warga Ciaul, Kota Sukabumi terus bertambah hingga...
Penggelapan dana

Kejaksaan Jatim Dalami 15 Anggota Dewan Terlibat P2SEM

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) mendalami keterlibatan 15 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim periode 2004 - 2009 dalam...
tewas

Seorang Wanita Tewas Diduga Keracunan Minuman

RANTAU, SERUJI.CO.ID - Seorang wanita muda berinisial HS berusia 18 tahun warga Desa Bakau, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, meninggal dunia diduga karena...