Gempa Terakhir Korut Timbulkan Kerusakan Pada Lokasi Uji Coba Nuklir

0
39
kim jong un
Kim Jong Un dalam uji peluncuran rudal antar benua Hwasong-14, pada 5/7/2017. (Foto: Reuters)

PYONG YANG, SERUJI.CO.ID – Serangkaian gempa dan tanah longsor di dekat pangkalan uji coba nuklir Korea Utara kemungkinan membuat kawasan tersebut menjadi tidak stabil, kata para ahli.

Lokasi nuklir Punggye-ri mungkin tidak digunakan lebih lama lagi untuk uji senjata nuklir, kata mereka.

Sebuah gempa kecil terdeteksi pada Jumat (13/10) di dekat lokasi uji coba nuklir Korut, menurut badan cuaca Korea Selatan, namun tidak seperti gempa yang terkait tes nuklir, tampaknya gempa tersebut seperti buatan manusia.

Getaran tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian setidaknya tiga goncangan yang harus diamati sejak uji coba nuklir Pyongyang pada 3 September, yang menyebabkan gempa berkekuatan 6,3 skala Richter.

Gempa pada Jumat berkekuatan 2,7 dengan kedalaman 3 kilometer di Provinsi Hamgyong di bagian utara Korut, menurut Badan Meteorologi Korea. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengukur gempa dengan skala 2.9 pada kedalaman 5 kilometer.

Serangkaian gempa telah mendorong para ahli dan pengamat untuk mencurigai uji coba terakhir, yang diklaim Korut sebagai bom hidrogen, memungkinkan pengrusakan di lokasi pegunungan di ujung barat laut negara tersebut, di mana semua enam uji coba nuklir Korut dilakukan.

“Ledakan dari uji coba pada 3 September memiliki kekuatan sedemikian rupa sehingga terowongan yang ada di dalam lokasi pengujian bawah tanah mungkin telah ambruk,” ujar Kim So-gu, kepala peneliti di Institut Seismologi Korea.

“Saya rasa wilayah Punggye-ri sekarang cukup jenuh. Jika terus berlanjut dengan tes lain di bidang ini, bisa menimbulkan risiko pencemaran radioaktif,” jelasnya.

Menurut 38 North, sebuah proyek yang berbasis di Washington yang memantau Korut, banyak tanah longsor di seluruh lokasi uji coba nuklir telah terdeteksi melalui citra satelit setelah uji keenam. Gangguan itu terlihat lebih banyak dan meluas daripada yang terlihat setelah uji coba sebelumnya.

Ledakan dari tes keenam cukup besar bagi penduduk kota perbatasan Yanji, 200 kilometer di utara lokasi uji coba nuklir Korut, untuk merasakan goncangan.

“Alasan mengapa Punggye-ri telah menjadi lapangan uji coba nuklir Korut adalah karena daerah ini dianggap stabil dan jarang terlihat getaran di masa lalu,” ujar Hong Tae-kyung, seorang profesor sains sistem bumi di Yonsei University di Seoul.

“Gempa kecil baru-baru ini menunjukkan bahwa tes tersebut mungkin telah memicu deformasi kerak bumi,” jelasnya. (Ant/SU02)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Setya Novanto dan KPK

Setnov Hadiri Sidang Perdana Pembacaan Dakwaan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR Setya Novanto menghadiri sidang perdana pembacaan dakwaan kasus dugaan tindak pidana korupsi KTP-elektronik (KTP-el) di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)...
Satgas Pangan sidak harga sembako

Pedagang Naikkan Harga Sepihak, Polres Akan Tindak Tegas

CIANJUR, SERUJI.CO.ID - Polres Cianjur, Jawa Barat, akan menindak tegas agen dan pedagang yang bermain menaikkan harga secara sepihak sehingga berdampak terhadap keresahan di...
BPJS Kesehatan

Pemerintah: Penyakit Katastropik Tetap Dijamin BPJS

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menegaskan pembiayaan penyakit katastropik akan tetap dijamin dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh Badan...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...