Ekspansi Besar-Besaran, Lotte Chemical Butuh Ribuan Naker Terampil Indonesia

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Lotte Chemical Corporation, salah satu perusahaan besar di Korea saat ini tengah berekspansi besar-besaran di Indonesia. Lotte Chemical menggelontorkan investasi dengan membangun pabrik petrokimia, bernilai sebesar 3.5 Milyar USD. Untuk itu Perusahaan ini membutuhkan setidaknya 1000 sarjana kimia dari Indonesia.

Hal itu terungkap pada acara Job Fair yang diadakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul bersama Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (Perpika) bertema ‘Introduction Session to Job Opportunity’, di Seoul, pada hari Jumat, (17/5).

Pensosbud KBRI Seoul, Purno Widodo, Sabtu (18/5), menyebutkan job fair diadakan sehubungan dengan perusahaan-perusahaan Korea yang sedang membuka peluang kerja bagi ribuan tenaga kerja Indonesia.

Industrial Bank of Korea (IBK) menyatakan tengah membutuhkan tenaga kerja Indonesia untuk menduduki jabatan manajerial, serta staff tingkat menengah dan tinggi di berbagai bidang di perusahaan yang akan berekspansi di Indonesia pertengahan tahun ini dengan mengakuisisi Bank Agris dan Bank Mitraniaga. IBK membuka peluang pekerjaan kepada orang Indonesia yang secara khusus menempuh pendidikan ataupun tinggal di Korea.


Selain Lotte Chemical Corporation dan IBK, perusahaan lain seperti OCI (industri kimia dan energi), CJ Logistic, dan LG International juga turut terlibat dalam kegiatan Job Fair ini.

Acara diisi dengan presentasi oleh masing-masing perusahaan dan dilanjutkan dengan One on One Meeting/Consultation dengan para peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa Indonesia atau WNI alumni dari berbagai universitas di Korea.

Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi, menyampaikan harapannya agar perusahaan maupun peserta mahasiswa Indonesia yang berpartisipasi dapat memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin.

BACA JUGA:  Uji Coba Nuklir Korea Utara Sebabkan Gempa Berkekuatan 6,3 SR

“Keduanya mempunyai ketertarikan yang sejalan. Para perusahaan tersebut dapat memperoleh tenaga kerja handal yang sudah memahami bahasa, budaya, kebiasaan dan etos kerja Korea sekaligus memahami pasar Indonesia,” ujar Dubes.

Hal senada juga diungkap Ketua Perpika Rian Mahardhika yang datang sekaligus sebagai peserta.

“Ini merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa Indonesia maupun perusahaan Korea yang berekspansi di Indonesia untuk mendapatkan tenaga kerja terbaik. Saya yakin Anda tak akan menyesal merekrut kami dan saya harap hubungan baik ini terus meningkat,” ujarnya.

Job fair ini merupakan program perdana KBRI dalam rangka diplomasi ekonomi sekaligus promosi tenaga professional Indonesia untuk bekerja di berbagai perusahaan multinasional Korea.

Kebutuhan akan tenaga professional Indonesia yang memiliki kemampuan bahasa Korea dan pengetahuan budaya kerja Korea terus meningkat seiring dengan peningkatan investasi perusahaan Korea di Indonesia. Setelah sesi konsultasi, Job fair ditutup dengan buka puasa bersama.

Job Fair KBRI Seoul akan diselenggarakan secara berkala mengingat minat peserta yang tinggi. Bahkan pendaftaran terpaksa ditutup dua minggu sebelum kegiatan berlangsung karena keterbatasan tempat.

“Ya, akan dilaksanakan kegiatan ini secara berkala, setidaknya dua kali setahun,” ujar Dubes Umar menggarisbawahi bahwa sudah ada berbagai perusahaan lain yang berminat untuk ikut serta dalam program Job Fair kedepannya.

Saat ini terdapat tidak kurang dari 1.700 an mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Korea Selatan. Ratusan dari mereka diwisuda tiap tahunnya. Jika data ini dikelola dengan baik, maka akan menjadi sumber tenaga kerja yang luar biasa.

Sumber:Ant

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Apakah Anda Penyandang Diabetes Mellitus? Begini Cara Mengetahuinya

Diabetes Mellitus adalah penyakit yang tinggi jumlah pengidapnya. Setiap orang dapat terkena Diabetes. Tapi tahukah anda cara mengetahuinya?

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi