Di India, Berhubungan dengan Istri di Bawah Umur Masuk Kategori Pidana Perkosaan

0
53
pernikahan anak
Mumbai, Pune, Hyderabad adalah tempat dengan jumlah tertinggi untuk pernikahan anak di India. (Foto: scroll.in)

NEW DELHI, SERUJI.CO.ID – Pengadilan tertinggi India pada Rabu (11/10) menetapkan bahwa seorang pria dianggap melakukan perkosaan jika ia berhubungan seks dengan istrinya yang berusia antara 15 dan 18 tahun.

Pemerintah India mentapkan batas minimal usia perempuan India yang diizinkan menikah adalah 18 tahun.

Sebelumnya, undang-undang India mengatur bahwa berhubungan seks, bahkan atas dasar suka-sama-suka, dengan seorang perempuan yang berusia di bawah 16 tahun akan dianggap sebagai perkosaan. Dan ada pengecualian bahwa hubungan intim antara seorang pria dan istrinya, yang berusia antara 15 dan 18 tahun, tidak dianggap sebagai perkosaan.

Perkosaan dalam pernikahan tidak dianggap sebagai kejahatan di India. Pemerintah mengatakan bahwa kriminalisasi perkosaan dalam pernikahan akan mengganggu pernikahan itu sendiri serta membuat para pria mudah mengalami pelecehan oleh istri-istri mereka.

Mahkamah Agung, Rabu, menyatakan bahwa usia dewasa adalah 18 tahun untuk “semua tujuan” setelah pengadilan tertinggi itu menggelar persidangan atas permohonan yang diajukan Independent Thought.

Independent Thought adalah sebuah kelompok nirlaba yang berupaya menjadikan hubungan seks dengan istri di bawah umur sebagai aksi kejahatan.

“Hubungan seks antara pria yang menikah dengan istrinya yang berusia di bawah 18 tahun adalah tindakan perkosaan,” kata pengadilan dalam putusan yang dikeluarkannya.

“Putusan itu membantu upaya meningkatkan gerakan nasional ‘Beti bachao dan beti padhao (Selamatkan anak perempuan dan didiklah anak perempuan, red),'” kata Vikram Srivastava, pengacara Independent Thought kepada Reuters.

Namun demikian, putusan MA pada Rabu itu tidak akan berlaku surut.

Pengadilan mendasarkan putusan tersebut pada Undang-undang Larangan Pernikahan Anak-anak India.

Kendati ilegal, pada praktiknya pernikahan anak-anak sangat mengakar di India. Faktor-faktor seperti kemiskinan, penegakan hukum yang lemah, norma sosial patriarki serta kekhawatiran soal kehormatan keluarga kerap dituding sebagai penyebab pernikahan dini.

Pernikahan di India dianggap dini jika pengantin perempuan berusia di bawah 18 tahun atau pengantin pria di bawah 21 tahun. Laki-laki berumur di atas atau di bawah usia legal itu diperbolehkan menikahi pengantin cilik perempuan.

Sensus tahun 2011 di India menunjukkan bahwa pernikahan anak-anak telah sedikit berkurang dibandingkan satu dekade sebelumnya, namun lebih dari lima juta anak perempuan masih diikatkan pada pernikahan sebelum mereka berusia 18 tahun.

Lebih dari seperempat perempuan India yang berusia antara 20 dan 24 tahun mengatakan mereka menikah sebelum berumur 18 tahun. Seperlima laki-laki dengan usia antara 25 hingga 29 tahun mengatakan mereka menikah di bawah umur yang diizinkan. Data-data tersebut tercantum dalam laporan baru-baru ini yang dikeluarkan Komisi Nasional Perlindungan Hak-hak Anak dan yayasan Young Lives.

Kendati telah melancarkan upaya untuk memberdayakan anak-anak perempuan dan perempuan dewasa serta memperberat hukuman, India masih menjadi salah satu dari 10 negara dengan tingkat tertinggi kasus pernikahan anak. Selain India, negara-negara lain yang masuk dalam daftar tersebut antara lain Burkina Faso, Chad, Guinea, Niger dan Sudan Selatan. (Reuters/Ant/SU02)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Ceamah bela negara

Koarmatim Beri Pembekalan Bela Negara Dan Anti Narkoba

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Hang Tuah ke-71 Tahun 2018, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana...
Sidang pembakaran rumah

Dalang Pembakaran Rumah Tewaskan Satu Keluarga Dihukum Seumur Hidup

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Jaya Mita br Ginting menangis seketika saat majelis hakim menjatuhinya hukuman penjara seumur hidup. Wanita ini terbukti bersalah menjadi otak pelaku...
Freddy Purnomo

Golkar Jatim Siapkan Ribuan Baliho Khofifah-Emil

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - DPD Partai Golkar Jatim menyiapkan strategi pemenangan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dalan Pilgub Jatim. Salah...
20180115_161307

Antara Setan, LGBT, dan Airmin @_TNIAU

Belakangan, kembali ramai di lini masa kampanye 'halalnya' LGBT. Kali ini tidak tanggung-tanggung. Aan Anshori, aktivis pembela LGBT yang diberi label "kyai" dengan percaya...
images (1)

Mengapa Menjadi Non Muslim

Menjadi muslim adalah tindakan sederhana, cukup berserah diri. Ketika turun ayat, ikuti. Bahkan itulah inti hidup di dunia, tidak yang lain-lainnya. Ayat-ayatNya, berupa tanda dan...
FB_IMG_1516028887948

Pangkalan Bun Darurat LGBT, Nitizen: Aparat Mesti Turun Tangan

Kotawaringin Barat - Ratusan Nitizen mengecam ulah sejumlah pria yang berciuman di taman kota Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah. Pasalnya, sekitar tanggal...