Cuaca Ekstrim di Sri Lanka, 3 Tewas

0
21
Seorang wanita berusaha membuka payung saat hujan deras melanda Kolombo, Sri Lanka (foto:)

KOLOMBO, SERUJI.CO.ID – Tiga orang tewas dan lebih dari 8.000 orang lagi terpengaruh saat hujan lebat dan angin kencang menerpa seluruh Sri Lanka sejak Sabtu (19/5), sehingga para pejabat penanganan bencana disiapkan guna melakukan pengungsian yang mungkin dilakukan.

Ketiga orang yang tewas, yang disebabkan oleh petir, dilaporkan dari Kabupaten Trincomalee Timur dan di perbukitan daratan rendah di bagian tengah negeri itu, Badulla, kata Pusat Penanganan Bencana (DMC) pada Ahad (20/5).

Tak kurang dari 252 orang telah diungsikan ke tempat yang lebih aman sejak akhir pekan lalu, sementara lebih dari 200 rumah mengalami kerusakan sebagian atau seluruhnya akibat cuaca ekstrem.

Juru Bicara DMC Pradeep Kodippili mengatakan hujan lebat dengan curah hujan lebih dari 100 milimeter sudah mengguyur seluruh beberapa bagian tengah dan selatan negeri tersebut.

“Jika hujan berlanjut, permukaan air di tiga sungai utama di negeri ini akan melewati tanggul, sehingga air merendam daerah di dekatnya,” katanya.

Ia menambahkan rakyat diminta siaga terhadap bencana semacam itu dan mesti siap untuk diungsikan.

Ia juga mengatakan warga diminta untuk tetap siaga terhadap tanah longsor dan batu yang berjatuhan di perbukitan di bagian tengah negeri itu akibat hujan lebat.

Sri Lanka menghadap musim hujan tahunan di bagian barat-dayanya, sementara Departemen Meteorologi di dalam laporan-cuaca terkininya memperingatkan hujan lebat masih mengguyur beberapa kabupaten di seluruh negeri tersebut dalam beberapa hari ke depan.

“Kondisi musim hujan Baratdaya makin kuat di pulau ini. Hujan sangat lebat, sebanyak 150 milimeter, diperkirakan turun di beberapa daerah di Provinsi Sabragamuwa, sementara hujan lebat dengan curah hujan di atas 100 milimeter diperkirakan mengguyur beberapa tempat, terutama di Provinsi Barat Tengah dan Uva dan di Kabupaten Matara serta Galle,” kata laporan-cuaca terkini.

Departemen Meteorologi Sri Lanka juga memperingatkan masyarakat agar ekstra hati-hati guna memperkecil kerugian akibat sambaran petir.

Lebih dari 200 orang tewas dan 78 orang lagi hilang ketika musim hujan Baratdaya mengakibatkan banjir parah dan tanah longsor di seluruh Sri Lanka tahun lalu. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Deddy Mizwar

Sempat Menolak, Deddy Mizwar Dipastikan Hadir di Debat Publik Ketiga

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar (Demiz) dipastikan hadir setelah sempat menolak menghadiri Debat Publik Ketiga Jawa Barat...

Kunjungi Anak-Anak Imigran, Melania Trump Justru Tuai Kecaman

TEXAS, SERUJI.CO.ID -  Kunjungan Ibu Negara Melania Trump pada Kamis (21/6) ke penampungan anak-anak pendatang, yang terpisah dari orangtua mereka di Texas, dibayangi jaketnya, yang...

Tinggalkan Everton, Ramiro Mori Gabung Villarreal

MADRID, SERUJI.CO.ID - Klub liga Spanyol Villarreal rekrut bek Ramiro Funes Mori dari Everton lewat kontrak empat tahun, demikian dikatakan klub asal Spanyol itu. Bek asal...

Sempat Dibatalkan, Akhirnya Laga Persebaya vs Persija Akan Digelar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Operator Liga 1 2018 PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan lanjutan laga kandang yang tertunda Persija Jakarta menghadapi Persebaya Surabaya dan Persib...

KPK Perpanjang Penahanan Bupati Purbalingga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan tersangka Bupati Purbalingga dalam tindak pidana korupsi suap terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten...