Cina Dihantui Flu Burung Lagi

0
41
Jane Z. Chen, yang tinggal di Hongkong, mengenakan masker untuk menghindari kemungkinan tertular flu unggas Cina. (foto: @janezchen)

BEIJING – Pihak berwenang Cina berusaha mengendalikan lonjakan infeksi flu burung H7N9. Setelah korban bertumbangan, aparat menutup pasar unggas hidup di seluruh negeri. Dikonfirmasi, terjadi delapan kematian dan 77 kasus terjangkit virus H7N9 pada Februari. Kematian terbaru melibatkan wanita usia 20-an dan anak perempuannya yang kontak dengan unggas hidup.

Burung liar di angkasa pun berjatuhan karena kena virus. (foto: @thesecondgreatestman)

Kantor berita resmi Xinhua, edisi Sabtu (18/2), mencatat pada Januari 192 orang kena virus H7N9 dan 79 di antaranya meninggal. Strain H7N9 adalah virus burung yang dapat menulari manusia akibat kontak dengan unggas hidup atau baru mati.

Hampir semua infeksi berasal dari kontak langsung manusia dengan unggas. Para pakar khawatir virus bermutasi menjadi jenis yang mudah berpindah di antara manusia. Sementara, di pedesaan dan kota kecil, banyak warga memilih beli unggas (ayam, bebek dan angsa) hidup untuk disembelih di tempat atau di rumah.

Komisi Keluarga Berencana dan Kesehatan Cina telah melarang penjualan unggas hidup di beberapa daerah di timur, selatan dan barat daya Cina. Provinsi Zhejiang bahkan memerintahkan semua pasar unggas-hidup ditutup.

Wabah pertama H7N9 pada manusia terjadi 2013 di Cina. Setiap musim dingin dan musim semi, selalu ada lonjakan kasus baru. Wabah tahun ini paling mematikan dalam empat tahun. Pada Januari 2016, otorita kesehatan Cina mencatat 28 infeksi pada manusia, termasuk lima kematian. Sejak November, ada 355 kasus H7N9 di Cina daratan.

Selain wabah flu burung, Cina juga dilanda wabah SARS (sindrom pernapasan akut parah) pada 2003. Dua wabah itu mengoyak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah karena sejumlah pejabat senior menyembunyikan info penyebarannya. Setidaknya, 336 orang tewas di Cina akibat wabah itu, dan ratusan lainnya meninggal di luar negeri.

Sejak itu, pemerintah Cina meningkatkan pemantauan terhadap penyakit menular. Di kota Chongqing, di barat daya Cina, tiga orang ditahan polisi karena menyebarkan rumor bahwa flu burung telah ditemukan di sana.

EDITOR; Omar Ballaz

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

Meski Tertunda Karena Hujan, Akhirnya Tenda Bantuan Untuk Rohingya Dapat Didirikan

BANGLADESH – Akhirnya tenda bantuan dari Indonesia untuk pengungsi Rohingya sudah berdiri. meskipun sebelumnya sempat tertunda akibat hujan deras pada hari Kamis (21/9), di...

Oktober, Jadi Tidaknya Demokrat Usung Khofifah Ditentukan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Peluang Mensos Khofifah Indar Parawansa untuk mendapatkan rekomendasi dari Partai Demokrat pada Pilgub Jatim 2018 mendatang terbuka lebar. Pasalnya, menurut rencana...

Pengamat: Emil-Daniel Perpaduan Yang Saling Melengkapi

JAKARTA- Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, mengatakan bila Partai Golkar memutuskan mendukung pasangan Ridwan Kamil (Emil)-Daniel Mutaqien pada...

Uber Terancam Dilarang Beroperasi di London

LONDON - Perusahaan operator transportasi online Uber terancam tidak dapat beroperasi di London setelah perpanjangan lisensi operasinya ditolak oleh otoritas transportasi London, Transport for...

Rotasi Pejabat, Soekarwo Promosikan Adik La Nyalla Mattalitti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur Soekarwo merotasi sejumlah nama menduduki jabatan baru di Pemprov Jatim. Tak terkecuali adik kandung La Nyalla Mattalitti, yakni...

Polisi Mimika Sita Ribuan Sachet Obat Batuk

TIMIKA - Kepolisian Sektor Mimika Baru, Polres Mimika, Papua, menyita 40 karton berisi 59.610 sachet obat batuk jenis komix yang dijual bebas tanpa izin...