Cina Dihantui Flu Burung Lagi

0
52
Jane Z. Chen, yang tinggal di Hongkong, mengenakan masker untuk menghindari kemungkinan tertular flu unggas Cina. (foto: @janezchen)

BEIJING – Pihak berwenang Cina berusaha mengendalikan lonjakan infeksi flu burung H7N9. Setelah korban bertumbangan, aparat menutup pasar unggas hidup di seluruh negeri. Dikonfirmasi, terjadi delapan kematian dan 77 kasus terjangkit virus H7N9 pada Februari. Kematian terbaru melibatkan wanita usia 20-an dan anak perempuannya yang kontak dengan unggas hidup.

Burung liar di angkasa pun berjatuhan karena kena virus. (foto: @thesecondgreatestman)

Kantor berita resmi Xinhua, edisi Sabtu (18/2), mencatat pada Januari 192 orang kena virus H7N9 dan 79 di antaranya meninggal. Strain H7N9 adalah virus burung yang dapat menulari manusia akibat kontak dengan unggas hidup atau baru mati.

Hampir semua infeksi berasal dari kontak langsung manusia dengan unggas. Para pakar khawatir virus bermutasi menjadi jenis yang mudah berpindah di antara manusia. Sementara, di pedesaan dan kota kecil, banyak warga memilih beli unggas (ayam, bebek dan angsa) hidup untuk disembelih di tempat atau di rumah.

Komisi Keluarga Berencana dan Kesehatan Cina telah melarang penjualan unggas hidup di beberapa daerah di timur, selatan dan barat daya Cina. Provinsi Zhejiang bahkan memerintahkan semua pasar unggas-hidup ditutup.

Wabah pertama H7N9 pada manusia terjadi 2013 di Cina. Setiap musim dingin dan musim semi, selalu ada lonjakan kasus baru. Wabah tahun ini paling mematikan dalam empat tahun. Pada Januari 2016, otorita kesehatan Cina mencatat 28 infeksi pada manusia, termasuk lima kematian. Sejak November, ada 355 kasus H7N9 di Cina daratan.

Selain wabah flu burung, Cina juga dilanda wabah SARS (sindrom pernapasan akut parah) pada 2003. Dua wabah itu mengoyak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah karena sejumlah pejabat senior menyembunyikan info penyebarannya. Setidaknya, 336 orang tewas di Cina akibat wabah itu, dan ratusan lainnya meninggal di luar negeri.

Sejak itu, pemerintah Cina meningkatkan pemantauan terhadap penyakit menular. Di kota Chongqing, di barat daya Cina, tiga orang ditahan polisi karena menyebarkan rumor bahwa flu burung telah ditemukan di sana.

EDITOR; Omar Ballaz

Komentar

BACA JUGA

Kepolisian Inggris Selidiki Surat Rasis Untuk Pangeran Harry

LONDON, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Inggris mengatakan, Kamis (22/2), pihaknya sedang melakukan penyelidikan setelah satu paket yang berisi bahan misterius dikirim ke sebuah istana kerajaan. Media massa...
Nicolas Maduro

Hadang Serbuan Venezuela, Guyana Perkuat Perbatasan

GEORGETOWN, SERUJI.CO.ID - Guyana pekan ini mendirikan dua markas tentara di perbatasan perhutanan dengan Venezuela, negara yang sedang menderita, sebagai upaya untuk menggagalkan penerobosan dan...

Akhir Musim 2018, Tim Tech 3 Berpisah Dengan Yamaha

TOKYO, SERUJI.CO.ID - Tim Tech3 MotoGP akan mengakhiri kemitraan mereka dengan Yamaha pada akhir musim, demikian diumumkan pabrikan Jepang itu pada Kamis (22/2). Tim itu,...
Bandung Banjir

Hujan Deras Tiada Henti, Beberapa Ruas Jalan di Bandung Tergenang Air

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (22/2) sore hingga tengah malam membuat beberapa ruas jalan di Kota Bandung, Jawa Barat tergenang air. Beberapa...

Meski Menang 2-0 dari RB Leipzig di Liga Europa, Napoli Tersingkir

BERN, SERUJI.CO.ID - Pemuncak klasemen Liga Italia Napoli hampir mencatatkan kebangkitan dramatis di Liga Europa ketika mereka menang 2-0 di markas RB Leipzig, namun mereka...
loading...
IMG-20180222-WA0019

Dinas Ketahanan Pangan Gandeng Fatayat NU Lakukan Ini

Kotawaringin Barat - Dinas katahanan pangan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah, Rabu (21/2) memberikan pelatihan keterampilan membuat sapu lidi kepada masyarakat desa Sebuai...

Keistimewaan Air Bekas Wudhu terhadap Kehidupan Tanaman

Air sebagai sumber kehidupan sudah menjadi pengetahuan umum. Sementara di bumi kondisi air macam-macam. Dari berbagai macam air itu ternyata berbeda-beda pula terhadap tanaman. Untuk...
IMG20180222054602

Kota Ini Mulai Dikepung Kabut Asap, Siapa Pelakunya..?

Kotawaringin Barat - Hampir sepekan udara kota Pangkalan Bun tampaknya sudah tidak bersahabat. Kebut asap mulai menyeruak aromanya tercium tidak sedap hanya karena ulah...