Bom di Dekat Kedubes Jerman di Afganistan Tewaskan 80 Orang

1
143
Ledakan yang diperkirakan disebabkan oleh bom mobil menewaskan puluhan orang di Kabul. (Foto: Shah Marai/AFP/Getty Images)

KABUL – Sebuah bom mobil yang kuat meledak di pusat ibukota Afghanistan pada hari Rabu (31/5), menewaskan 80 orang dan melukai ratusan lainnya yang menimbulkan asap hitam ke langit di atas istana presiden dan kantor kedutaan besar asing.

Juru bicara polisi Kabul, Basir Mujahid, mengatakan beberapa orang tewas dan terluka dalam ledakan di dekat pintu masuk kedutaan besar Jerman tersebut.

“Bom mobil itu terjadi di dekat kedutaan besar Jerman, tapi ada beberapa bangunan dan kantor kedutaan lainnya di dekat sana juga. Sulit untuk memperkirakan apa target pemboman sebenarnya,” kata Mujahid, seperti dilansir dari Reuters (31/5).

Ledakan itu menghancurkan jendela dan dan pintu di rumah-rumah yang berada di dekatnya.

Juru bicara kesehatan masyarakat mengatakan setidaknya 67 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit di sekitar Kabul. Tidak ada klaim siapa yang bertanggung jawab langsung atas ledakan tersebut.

Seorang juru bicara pemberontak Taliban mengatakan bahwa dia sedang mengumpulkan informasi.

Kekerasan di sekitar Afghanistan mengalami peningkatan sepanjang tahun ini, saat Taliban mendorong untuk menggulingkan pemerintah yang didukung Amerika Serikat, setelah penggulingan mereka di tahun 2001 dalam invasi yang didukung Washington.

Dengan pulangnya sebagian besar tentara internasional pada akhir tahun 2014, Taliban muncul kembali dan telah menguasai atau mencoba merebut sekitar 40 persen wilayah negara tersebut, menurut perkiraan Amerika Serikat. Meskipun begitu, pemerintah Presiden Ashraf Ghani masih memegang semua pusat provinsi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan untuk segera memutuskan sebuah rekomendasi pengiriman 3.000 hingga 5.000 tentara lagi untuk mendukung pasukan NATO di Afghanistan. Misi kontra-terorisme Amerika Serikat di sana sekarang telah melibatkan lebih dari 10.000 orang.

Panglima pasukan Amerika Serikat di Afghanistan, Jenderal John Nicholson, mengatakan kepada sebuah sidang kongres awal tahun ini bahwa dia membutuhkan tambahan beberapa ribu tentara untuk membantu pasukan Afghanistan memecahkan kebuntuan dengan Taliban.

Bom mobil ini menambah rentetan serangan teror bom di seluruh dunia yang terjadi dalam waktu sekitar sepekan terakhir.

Pada Senin lalu (22/5), pembom bunuh diri menewaskan 22 orang di sebuah konser musik di Manchester, Inggris. Dua hari kemudian, ledakan di Kampung Melayu, Jakarta, menewaskan 5 orang polisi. Selasa kemarin (30/5), sebuah bom mobil meledakkan pusat Baghdad, Iraq yang menurut data terakhir telah menewaskan 17 orang. (M.Gauzal/IwanY)

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Dua Gol Kane Taklukkan Tunisia 2-1

VOLGOGARD, SERUJI.CO.ID - Gol tandukan kepala menjelang pertandingan usai dari dua gol Harry Kane membawa Inggris menang 2-1 atas Tunisia pada pertandingan pembukaan Grup G...

Dikalahkan Swedia, Son Heung-min Salahkan Dirinya Sendiri

NIZHNY NOVGOROD, SERUJI.CO.ID -Penyerang Son Heung-min menyalahkan dirinya sebagai penyebab kekalahan 1-0 Korea Selatan (Korsel) oleh Swedia dalam pertandingan pembuka Piala Dunia mereka pada...

Kekalahan Jerman, Peringatan Spanyol untuk Hadapi Iran

KAZAN, SERUJI.CO.ID - Spanyol memulai pertandingan pembuka Piala Dunia yang sulit melawan Portugal dengan pola permainan yang mengesankan setelah diterpa masalah pemecatan pelatih Julen Lopetegui...

Belgia Taklukkan Panama 3-0

SOCHI, SERUJI.CO.ID - Kreatifitas dan kekuatan Belgia terbukti terlalu kuat bagi debutan Piala Dunia Panama, ketika favorit Grup G itu mengatasi aksi heroik kiper Jaime...

Hadapi Rusia, Pelatih Mesir Akan Turunkan Salah

ST PATERSBURG, SERUJI.CO.ID - Pelatih Mesir Hector Cuper siap bertaruh pada Mohamed Salah dan berharap penyerang itu lolos tes kebugaran akhir pada malam pertandingan...