Bom di Dekat Kedubes Jerman di Afganistan Tewaskan 80 Orang

KABUL – Sebuah bom mobil yang kuat meledak di pusat ibukota Afghanistan pada hari Rabu (31/5), menewaskan 80 orang dan melukai ratusan lainnya yang menimbulkan asap hitam ke langit di atas istana presiden dan kantor kedutaan besar asing.

Juru bicara polisi Kabul, Basir Mujahid, mengatakan beberapa orang tewas dan terluka dalam ledakan di dekat pintu masuk kedutaan besar Jerman tersebut.

“Bom mobil itu terjadi di dekat kedutaan besar Jerman, tapi ada beberapa bangunan dan kantor kedutaan lainnya di dekat sana juga. Sulit untuk memperkirakan apa target pemboman sebenarnya,” kata Mujahid, seperti dilansir dari Reuters (31/5).

Ledakan itu menghancurkan jendela dan dan pintu di rumah-rumah yang berada di dekatnya.

Juru bicara kesehatan masyarakat mengatakan setidaknya 67 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit di sekitar Kabul. Tidak ada klaim siapa yang bertanggung jawab langsung atas ledakan tersebut.

Seorang juru bicara pemberontak Taliban mengatakan bahwa dia sedang mengumpulkan informasi.

Kekerasan di sekitar Afghanistan mengalami peningkatan sepanjang tahun ini, saat Taliban mendorong untuk menggulingkan pemerintah yang didukung Amerika Serikat, setelah penggulingan mereka di tahun 2001 dalam invasi yang didukung Washington.

Dengan pulangnya sebagian besar tentara internasional pada akhir tahun 2014, Taliban muncul kembali dan telah menguasai atau mencoba merebut sekitar 40 persen wilayah negara tersebut, menurut perkiraan Amerika Serikat. Meskipun begitu, pemerintah Presiden Ashraf Ghani masih memegang semua pusat provinsi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan untuk segera memutuskan sebuah rekomendasi pengiriman 3.000 hingga 5.000 tentara lagi untuk mendukung pasukan NATO di Afghanistan. Misi kontra-terorisme Amerika Serikat di sana sekarang telah melibatkan lebih dari 10.000 orang.

Panglima pasukan Amerika Serikat di Afghanistan, Jenderal John Nicholson, mengatakan kepada sebuah sidang kongres awal tahun ini bahwa dia membutuhkan tambahan beberapa ribu tentara untuk membantu pasukan Afghanistan memecahkan kebuntuan dengan Taliban.

Bom mobil ini menambah rentetan serangan teror bom di seluruh dunia yang terjadi dalam waktu sekitar sepekan terakhir.

Pada Senin lalu (22/5), pembom bunuh diri menewaskan 22 orang di sebuah konser musik di Manchester, Inggris. Dua hari kemudian, ledakan di Kampung Melayu, Jakarta, menewaskan 5 orang polisi. Selasa kemarin (30/5), sebuah bom mobil meledakkan pusat Baghdad, Iraq yang menurut data terakhir telah menewaskan 17 orang. (M.Gauzal/IwanY)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.