Wapres Ingatkan Indonesia Harus Berperan Besar di Asean

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (22/3), mengatakan peran Indonesia harus lebih besar di ASEAN dibandingkan negara anggota lain mengingat kepentingan Indonesia di kawasan tersebut juga besar.

“Penduduk Indonesia adalah yang terbesar di ASEAN, lebih dari 40 persen penduduk ASEAN ada di Indonesia. Artinya, peran Indonesia tentu haruslah besar, sesuai dengan kepentingan yang ada,” kata Wapres Kalla saat membuka simposium ke-7 kajian Asia Tenggara (The 7th Southeast Asian Studies Symposium 2018) di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Kampus Salemba Jakarta, Kamis.

Keberadaan ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) berbeda dengan organisasi negara kawasan lainnya seperti Uni Eropa, Uni Afrika dan federasi Amerika Serikat.

Menurut Wapres Kalla, kebijakan-kebijakan ASEAN relatif lebih longgar dibandingkan dengan organisasi negara kawasan di Eropa, Afrika dan Amerika tersebut.

ASEAN tidak menerapkan kebijakan perdagangan bebas seperti NAFTA (North American Free Trade Agrrement) dan pemberlakuan mata uang tunggal seperti Eurozone.

“Struktur ASEAN itu berbeda dengan organisasi regional lainnya, tentu berbeda dengan EU (European Union), dan dengan terjadinya masalah di EU tentu Indonesia tidak akan ikut seperti itu; artinya, (Indonesia) menjaga ASEAN Community. Apalagi Eurozone, sama sekai tidak karena banyak masalah-masalah yang dihadapi,” jelas Wapres.

Dengan adanya penambahan jumlah negara anggota, dibandingkan sejak dibentuknya ASEAN 50 tahun yang lalu, Wapres Kalla berharap negara-negara anggota dapat semakin solid dalam menghadapi tantangan di ASEAN.  (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER