TKI Asal Lebak Meninggal Dunia di Malaysia


LEBAK, SERUJI.CO.ID – Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Lebak, Banten, dilaporkan meninggal dunia di Malaysia karena sakit dan sudah dipulangkan ke Tanah Air.

“TKI yang meninggal dunia itu diketahui bernama Sarkadi (35) Bin Sarodi warga Desa Nangerang Kecamatan Cirinten,” kata Emar, pelaksana Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak, Kamis (1/3).

Tenaga kerja yang meninggal dunia itu diduga melalui sponsor keberangkatan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) Jakarta.

Sebab, Sarkadi tidak terdaftar sebagai tenaga kerja luar negeri pada Disnaker Kabupaten Lebak.

Meskipun, tenaga kerja mereka tidak terdaftar pada Disnaker setempat, tetapi akan diperjuangkan hak-hak mereka,seperti gaji dan asuransi.

Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar (Kemenlu) di Malaysia untuk menerima hak-hak pekerja.

Pihaknya sudah melaporkan identitas ahli waris kepada Kemenlu agar secepatnya bisa direalisasikan hak almarhum Sarkadi.

“Kami berharap gaji dan asuransi segera diberikan kepada ahli waris,” katanya.

Menurut dia, Sarkadi yang bekerja di Malaysia sudah dimakamkan di kampung halamannya di Desa Nangerang Kecamatan Cirinten Kabupaten Lebak.

Pihaknya menerima laporan kedatangan jenazah Sarkadi ke Tanah Air dari aparat desa setempat.

Dia berharap para TKI yang bekerja ke luar negeri sebaiknya melapor atau terdaftar pada Pemerintah Daerah.

Pelaporan itu, kata dia, untuk mengatasi masalah-masalah yang bisa merugikan para TKI sendiri, seperti tidak menerima gaji dari majikan, penyiksaan hingga meninggal dunia.

Saat ini, TKI yang terdaftar tahun 2017 sebanyak 62 orang dan sebagian bekerja ke Malaysia.

Kebanyakan mereka bekerja ke negara tetangga itu sebagai pekerja non formal, seperti sopir, asisten rumah tangga dan buruh perkebunan.

“Kami mengimbau para TKI agar melapor jika bekerja ke luar negeri,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close