Sidang Pembunuhan TKW Adelina Dipindah ke Mahkamah Tinggi

PENANG, SERUJI.CO.ID – Sidang terhadap S Ambika (59) pelaku pembunuhan Pembantu Rumah Tangga (PRT) asal Nusa Tenggara Timur Adelina (27) bakal dipindah ke Mahkamah Tinggi George Town 10 Juli 2018 mendatang.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Hakim Diannee Ningrad Binti Nor Azahari dalam sidang di Mahkamah Rendah 2 Bukit Mertajam Pulau Pinang, Senin (28/5).

Mahkamah juga menginformasikan sidang terhadap majikan Adelina, R Jayavartiny (32), masih tetap dilaksanakan di Mahkamah Rendah atau Mahkamah Majistret Bukit Mertajam.

Pengacara terdakwa Anbananthan Yathiraju ketika ditemui usai sidang mengatakan laporan post mortem sudah siap karena itu sidang ditangguhkan dan selanjutnya dipindah ke Mahkamah Tinggi.

“Di Mahkamah Rendah hanya penyebutan saja (mention) atau manajemen kasus sedangkan yang mempunyai kuasa untuk memutuskan adalah Mahkamah Tinggi,” katanya.

Dia mengatakan untuk anaknya tetap di Mahkamah Rendah karena pendakwa berhak menetapkan sidangnya dibuat bersama atau terpisah.

Anbananthan Yathiraju sendiri menyatakan belum berani mengomentari kasus tersebut sebab dokumennya belum diserahkan kepada dirinya.

“Tunggu dokumen sampai lalu kami kaji setelah itu bisa memberikan tanggapan,” katanya.

Dia mengatakan nanti pendakwa akan menyerahkan laporan polisi, laporan forensik, laporan kimia dan laporan post mortem di Mahkamah Tinggi.

Sidang turut dihadiri oleh Pelaksana Fungsi Konsuler II KJRI Penang, Neni Kurniati dan Staf Konsuler Arif Cahyono.

Adelina meninggal dunia di Rumah Sakit Bukit Mertajam pada 11 Februari lalu sehari setelah diselamatkan dari rumah majikannya di Taman Kota Permai.

Ambika dijerat dakwaan pembunuhan sesuai Pasal 302 Undang-Undang Pidana Malaysia dan terancam hukuman mati bila terbukti bersalah di pengadilan sedangkan majikannya R Jayavartiny didakwa mempekerjakan warga negara asing secara ilegal dan terancam denda RM 10 ribu hingga RM 50 ribu atau hukuman penjara lebih dari 12 bulan sesuai pasal 55B Undang-Undang Imigrasi Malaysia. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo Subianto, “What Is To Be Done”: Catatan atas Pidato Prabowo

Pidato Prabowo Subianto menggelegar di bumi nusantara kemarin malam. Jutaan atau puluhan juta menyaksikan pidato visi-misi tersebut. Dari sisi pidato, Prabowo luar biasa, mampu sebagai "singa podium", yang menjelaskan pikiran-pikirannya seolah berinteraksi dengan suasana audiens dan seolah tanpa teks.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER