Sidang Kasus Kim Jung Nam Putar Rekaman CCTV


KUALA LUMPUR, SERUJI.CO.ID – Sidang kasus pembunuhan kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jung-nam di Mahkamah Tinggi Shah Alam, Rabu (11/10), mempertontonkan rekaman CCTV kejadian pembunuhan di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 2, 13 Februari 2017.

Penjelasan terhadap rekaman CCTV tersebut disampaikan oleh Penyidik Senior (Chief Inspector) Kantor Pusat Polisi Daerah (IPD) Sepang, KLIA, Asisten Superintendan Wan Azirul Nizam Che Wan Azis.

Dia menjelaskan waktu pergerakan terdakwa sesuai tanda waktu pada rekaman CCTV sebelum dan setelah kejadian di hadapan tujuh orang Jaksa Penuntut Umum (JPU), hakim dan tim pengacara kedua tertuduh, Siti Aisyah (25) dan Doan Thi Huong (28).

Penyidik memberikan penjelasan rekaman CCTV tersebut mulai awal persidangan sekitar pukul 09.00 hingga 11.47 waktu setempat.

Menjawab pertanyaan Wakil JPU Wan Shaharuddin Wan Ladin pada sesi pemeriksaan utama, dia mengatakan Siti Aisyah kelihatan “kepanasan” dan memegang-megang tangan serta menunjukkan tanda tidak nyaman setelah melakukan “serangan” terhadap warga Korea Utara Kim Jong-nam atau Kim Chol.

CCTV juga menunjukkan Siti mencoba mengelakkan tangannya dengan memegang eskalator ketika bergegas menuruni tangga dari Lantai 3 Lapangan Terbang Kuala Lumpur 2 (KLIA 2) ke Lantai 2 menuju ke toilet.

Rekaman CCTV pada jam 9.11 pagi, menunjukkan Siti Aisyah berlari keluar dari toilet menuju ke jalan Restoran Bibik Heritage.

Siti Aisyah yang memakai baju T tanpa lengan dan jeans koyak di lutut, kemudian berlari melalui pintu masuk Zon Hijau untuk ke eskalator kembali ke lantai 3.

Wan Azirul berkata tertuduh kedua warga Vietnam Doan Thi Huong kelihatan pula tergesa-gesa meninggalkan tempat kejadian, manakala tangan dia menengadah menunjukkan tanda selesai.

“Pergerakan dia cepat, terlihat pula tangannya diturunkan seolah-olah melepaskan lengan baju dan pakaiannya dari tapak tangan. Wajahnya cemas dan menunjukkan seolah-olah mau meninggalkan dari lokasi dengan segera dan menuju ke toilet,” katanya.

Pengacara Siti Aisyah, Goo Soon Seng saat jumpa pers mengatakan penayangan CCTV tersebut hanya merupakan proses identifikasi dalam persidangan dan belum merupakan alat bukti. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Karena sifat lomba ini yang sedemikian terbuka, tentu pihak-pihak yang mendukung wacana "NKRI Bersyariah" ini dapat juga menulis pemikirannya dan ikut serta dalam lomba ini. Apalagi jelas-jelas topik yang dilombakan ini adalah MENGUPAS esai yang ditulis Denny JA. Apakah mengupas dalam koteks setuju dengan tesis Denny JA, maupun tidak bersepakat dengannya.

Isu Kuatkan Ekonomi Umat pun Disuarakan oleh TGB Zainul Majdi

Bagi dunia politik, apa beda politisi dengan pemimpin? Orientasi politisi adalah jabatan. Mereka hanya tamu di dunia politik karena datang dan pergi sesuai dengan menang atau kalah dalam pemilihan umum.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close