Saat Dibunuh, Kim Jong Nam Bawa Uang Tunai 100.000 Dollar AS

1
70
kim jong nam
Doan Thi Huong (kiri) dan Siti Aisyah (kanan). (Foto: Royal Malaysia Police/Reuters)

KUALALUMPUR, SERUJI.CO.ID – Kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Nam, membawa uang tunai sebesar 100.000 dolar AS (sekitar Rp 1,3 miliar) di dalam ranselnya pada saat ia dibunuh, kata seorang pejabat kepolisian kepada pengadilan Malaysia, Rabu (11/10).

Warga negara Indonesia, Siti Aisyah (25 tahun), dan warga Vietnam Doan Thi Huong (28 tahun), didakwa membunuh Kim Jong Nam dengan mengoleskan VX ke wajahnya di bandar udara Kuala Lumpur pada 13 Februari.

VX adalah racun kimia yang dilarang oleh Perserikatan Bangsa-bangsa.

Uang 100.000 dolar AS itu saat ini disimpan di tempat aman di kantor kepala kepolisian distrik Sepang, yang merupakan wilayah yurisdiksi lokasi pembunuhan, kata petugas kepolisian bernama Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz.

Wan Azirul mengatakan ia mengamankan baju jas, tas punggung, dan jam tangan milik korban, kemudian menyerahkannya kepada departemen kimia untuk diperiksa. Namun, ia kemudian diminta oleh pihak berwenang yang melakukan penyelidikan agar menyerahkan benda-benda tersebut kepada perwakilan kedutaan besar Korea Utara.

“Saya tidak tahu kenapa, saya (hanya) mengikuti perintah,” tambahnya.

Di pengadilan, persidangan memutar lebih dari 30 video berisi gambar televisi pengawas, yang memperlihatkan pergerakan yang dilakukan oleh kedua perempuan tersebut.

Para pengacara kedua Huong maupun Siti Aisyah mengatakan video-video itu bisa dianggap kabar angin karena petugas penyelidik tidak merekam gambar sendiri dan tidak berada di tempat untuk menyaksikan kejahatan.

Beberapa gambar, tertanggal 11 Februari, memperlihatkan Huong sedang mendekati dari belakang seorang pria yang tak diketahui identitasnya. Huong kemudian meletakkan tangannya di sekitar leher dan wajah pria tersebut, sebelum perlahan-lahan mundur dengan sedikit menundukkan wajah dan merapatkan tangannya.

Sebagian besar video tampak memperlihatkan Huong dan Siti Aisyah sebelum, saat dan setelah Kim Jong Nam diserang.

Kedua perempuan itu sebagian besar terlihat di lokasi berbeda, kecuali saat serangan dan ketika mereka kemudian berada di sebuah pangkalan taksi.

Wan Azirul, yang bertugas di departemen penyelidikan kejahatan Sepang, membenarkan bahwa kedua perempuan berada di daerah yang sama saat serangan terjadi.

Persidangan akan dilanjutkan pada Kamis dan Wan Azirul akan kembali hadir untuk memberikan kesaksian. (Ant/SU02)

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
tewas

Pengajar dari Al-Azhar Mesir, Ditemukan Meninggal di Pondok Pesantren

MAGELANG, SERUJI.CO.ID - Seorang warga negara Mesir yang menjadi pengajar di Pondok Pesantren Pabelan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Abdelaziz Mohamed Abdel Fattah Abdel Maksum Saleh...
Ridwan Kamil

Setelah 130 Hari Cuti, Ridwan Kamil Kembali Jabat Wali Kota Bandung

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Ridwan Kamil kembali menjabat sebagai Wali Kota Bandung setelah sebelumnya sempat cuti untuk ikut dalam kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018. Ridwan...
Sudrajat-Syaikhu

Seminggu Jelang Coblosan, Hasil Survei Prediksi Sudrajat-Syaikhu Menangkan Pilgub Jabar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Tingkat keterpilihan (elektabilitas) pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur nomor urut tiga dalam Pilgub Jabar 2018, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang diusung Gerindra, PKS dan...

Polisi Surabaya Buru Pencuri Motor Pengojek Daring

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur memburu pelaku pencurian sepeda motor yang selalu menyasar korban pengojek berbasis aplikasi...
Video lama PKB

Berbagai Survei: Warga Jatim Percaya Khofifah-Emil Lebih Kompeten dari Gus Ipul-Puti

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Elektabilitas pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur nomor urut satu di Pilgub Jatim 2018, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak terus menanjak menjelang hari pencoblosan...