derbyManchester

Menanti Panasnya Derby Manchester

Polisi Myanmar Tangkap Buddhis Nasionalis yang Menarget Warga Muslim

0
115
buddhis nasionalis
Kelompok pendeta beragama Budha, sering disebut sebagai Buddhis Nasionalis melakukan demonstrasi di Myanmar, Maret lalu. (FOTO: EPA)

YANGON – Polisi Myanmar menahan dua warga Buddhis Nasionalis garis keras dan sedang melakukan pencarian beberapa lainnya setelah mereka bentrok dengan warga Muslim di Yangon.

Penahanan itu terjadi setelah para nasionalis yang dipimpin oleh Patriotic Monks Union (PMU) melakukan razia di sebuah flat di sebuah distrik yang banyak dihuni warga Muslim pada hari Selasa (9/5/), yang memancing percekcokan. Insiden itu baru berhenti setelah polisi memberikan tembakan peringatan.

Dua minggu sebelumnya, kedua orang yang sama juga telah memaksa penutupan dua sekolah Muslim di wilayah lain.

“Kami telah menahan dua orang sejak tadi malam, dan masih mencari sisanya,” kata Mayor Polisi Khin Maung Oo, Kepala Kantor Polisi di distrik Mingalar Taung Nyut, seperti dilansir dari Al-Jazeera, Sabtu (13/5).

Para aktivis PMU dalam kedua aksi tersebut menarget warga Muslim setelah mereka menghadiri proses pengadilan terhadap rekan sesama nasionalis yang dituduh memancing kekerasan dalam sebuah aksi demonstrasi di depan kedutaan Amerika Serikat tahun lalu.

“Kami tidak mau berkonfrontasi dengan para nasionalis, makanya kami membiarkan mereka menutup sekolah kami,” kata Tin Shwe, kepala sekolah Muslim yang ditutup tersebut, merujuk pada kejadian 28 April lalu.

Pada insiden Selasa lalu, kelompok itu kembali berulah dengan merazia sebuah gedung hunian di Yangon, pada saat hampir tengah malam. Mereka mengklaim beberapa warga Muslim Rohingya bermukim di sana secara illegal.

Penghuni lokal berkumpul di depan gedung dan menghadang mereka, sehingga memaksa polisi untuk membubarkan kerumunan itu.

Pemerintahan Myanmar yang dipimpin Aung Suu Kyi mendapat soroton karena bertindak ragu dalam meredam para nasionalis garis keras. Selain itu penanganannya terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya juga dipertanyakan oleh lembaga-lembaga internasional, yang menduga telah terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Namun penahanan dua Buddhis Nasionalis ini dinilai sebagai langkah maju dari pemerintah, dalam upaya antisipasi akan potensi terjadinya bentrokan susulan di Yangon, yang populasi Muslimnya cukup banyak.

 

CJ: M. Gauzal Asnawi
EDITOR: Iwan Y

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Bupati Malinau Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan APBD 2018

MALINAU, SERUJI.CO.ID - Bupati Malinau hadiri rapat paripurna ke IX masa sidang III DPRD kabupaten Malinau tahun 2017 yang diadakan di ruang sidang kantor...
Setya Novanto dan KPK

Pengacara Belum Pastikan Setya Novanto Hadir di Persidangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kuasa Hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, menyatakan belum mengetahui apakah kliennya dapat dihadirkan sebagai terdakwa pada sidang perdana perkara tindak pidana korupsi...
Polrestabes Surabaya

Polrestabes Surabaya Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya meraih predikat "Wilayah Bebas Korupsi" dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada...

KANAL WARGA TERBARU

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...