PM Kamboja Minta Pembubaran Kelompok HAM Bentukan Oposisi

0
13
Hun Sen
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. (Foto: Everyday News)

PHNOMPENH, SERUJI.CO.ID – Perdana Menteri Kamboja Hun Sen pada Ahad (26/11) meminta penutupan salah satu kelompok utama hak asasi manusia negara tersebut, karena didirikan oleh pemimpin oposisi Kem Sokha, yang ditahan.

Tindakan keras Hun Sen, perdana menteri dengan jabatan terlama di dunia, terhadap kritik menyebabkan pembubaran partai oposisi utama dan mengekang beberapa media mandiri, yang memicu kritik pemodal Barat.

“Pusat Hak Asasi Manusia Kamboja (CCHR) harus ditutup karena dibuat orang asing, bukan orang Kamboja. Kementerian Dalam Negeri harus melihat ini,” kata Hun Sen kepada sekelompok pekerja busana.

Hun Sen menggambarkan oposisi tersebut sebagai “anak-anak” Amerika Serikat dan mengatakan bahwa ia mengatakan hal itu kepada Presiden AS Donald Trump saat mereka bertemu di Filipina pada awal bulan ini.

CCHR didirikan Kem Sokha pada 2002 sebelum kembali ke karir politik pada 2007.

Kem Sokha ditangkap pada September dan didakwa melakukan pengkhianatan, karena sebuah tuduhan diajukan untuk mengambil alih kekuasaan dengan bantuan AS. Partai Penyelamatan Nasional Kamboja-nya dibubarkan pada 16 November oleh Mahkamah Agung, yang bertindak sesuai permintaan pemerintah.

Kem Sokha telah menolak tuntutan tersebut terhadapnya, di mana pihak oposisi meminta taktik untuk memastikan Hun Sen memperpanjang kekuasaan selama tiga dasawarsa dalam pemilihan tahun depan.

Negara-negara Barat telah mengutuk tindakan keras tersebut. AS telah menghentikan pendanaan untuk pemilihan tersebut dan Uni Eropa telah meningkatkan ancaman potensial terhadap akses bebas Kamboja jika tidak menghormati hak asasi manusia.

Hun Sen menolak kritik tersebut. Pemodal terbesar Kamboja sekarang adalah China, yang menyuarakan dukungan untuk langkah menjamin stabilitas. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....