Perihal Krisis Myanmar, PBB: Facebook Berkontribusi Sebar Ujaran Kebencian

0
77
Facebook

JENEWA, SERUJI.CO.ID – Tim pakar hak asasi manusia PBB, yang kini tengah menyelidiki kemungkinan terjadinya genosida di Myanmar, pada Senin (12/3) mengatakan bahwa media sosial Facebook telah berkontribusi buruk dengan menyebarkan ujaran kebencian di negara tersebut.

Facebook hingga kini belum membalas kritik tersebut, meski pada masa lalu mengatakan bahwa pihaknya sudah berupaya menghapus ujaran kebencian di Myanmar dan memblokir akun dari orang yang membagi konten serupa secara rutin.

Lebih dari 650.000 warga Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar, terpaksa mengungsi ke Bangladesh sejak pemerintah menggelar operasi militer di sana pada Agustus tahun lalu. Banyak di antara para pengungsi itu yang mengaku menyaksikan pembunuhan dan pemerkosaan oleh pasukan keamanan Myanmar.

Pada pekan lalu, kepala HAM PBB mengatakan bahwa dia menduga kuat terjadinya genosida. Komentar itu kemudian dibalas oleh Myanmar yang menuntut bukti yang jelas.

Marzuki Darusman, kepala tim Misi Pencari Fakta Independen PBB untuk Myanmar, mengatakan kepada sejumlah wartawan bahwa media sosial telah memainkan peranan besar di Myanmar.

“Media sosial telah berkontribusi besar pada level kebencian dan permusuhan serta konflik dalam masyarakat,” kata Marzuki.

“Ujaran kebencian tentu saja adalah bagian dari itu. Dan sejauh situasi yang ada di Myanmar, media sosial itu adalah Facebook, Facebook adalah sosial media,” kata Marzuki.

Penyidik PBB untuk Myanmar, Yanghee Lee, mengatakan bahwa Facebook adalah bagian penting dari kehidupan publik dan pribadi masyarakat, dan pemerintah menggunakannya untuk menyebarkan informasi kepada publik.

“Semua hal diselesaikan melalui Facebook di Myanmar,” kata dia kepada para wartawan sambil menambahkan bahwa Facebook telah banyak membantu negara miskin tersebut, namun pada saat bersamaan juga digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian.

“Facebook digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kepada publik, namun kita tahu bahwa kelompok Buddhis ultra-nasionalis juga mempunyai akun Facebook dan mereka memprovokasi banyak aksi kekerasan dan kebencian terhadap warga Muslim Rohingya dan minoritas etnis lainnya,” kata Yanghee.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Febri Diansyah

DPRD Sumut Kembalikan Uang Rp5,47 Miliar ke KPK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - KPK menerima total Rp5,47 miliar yang dikembalikan oleh anggota DPRD Sumatera Utara terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi suap kepada DPRD Sumut...

Carragher: Harusnya Rashford Gantikan Sterling di Laga Lawan Panama

LONDON, SERUJI.CO.ID -  Mantan bek Inggris Jamie Carragher meyakini Marcus Rashford semestinya menggantikan sesama penyerang Raheem Sterling untuk pertandingan Piala Dunia melawan Panama, sambil menjelaskan...
Orang tenggelam

Dua Wisatawan Terseret Gelombang di Pantai Teluk Penyu

CILACAP, SERUJI.CO.ID -  Sebanyak dua wisatawan terseret gelombang di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah, salah seorang di antaranya selamat, kata Koordinator Basarnas Pos SAR...
Tol Ngawi-Kertosono

Cegah Kemacetan, Ruas Tol Wilangan-Kertosono Difungsikan 24 Jam

MADIUN, SERUJI.CO.ID - Jalan tol fungsional ruas Wilangan-Kertosono, Jawa Timur, difungsikan selama 24 jam untuk kelancaran arus balik Lebaran 2018 di jalur nasional Madiun-Nganjuk-Surabaya yang...
Siswa SMA/MAN

Ini yang Dilakukan Pemkot Surakarta untuk Pemerataan Pendidikan

SOLO, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota Surakarta menerapkan peraturan mengenai zonasi untuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama pada Tahun Ajaran 2018/2019 guna mendekatkan sekolah kepada...