Myanmar Kremasi Jasad Korban Kecelakaan Pesawat Jatuh

0
53
Myanmar shaanx y-8
Pesawat militer Myanmar Shaanxi Y-8

YANGON – Pemerintah Myanmar mengkremasi sepuluh dari 31 jasad yang diselamatkan dari perairan di lepas pantai di bagian selatan negara Myanmar, sementara pencarian sebuah pesawat angkut militer dengan 122 orang di dalamnya yang hilang di sekitar Laut Andaman memasuki hari ketiga.

Delapan kapal angkatan laut dengan sistem sonar bergabung dalam pencarian korban kecelakaan Rabu (7/6), bersama dengan 20 kapal sipil, kendati perairan di sekitar laut itu tak bersahabat, kata militer.

Lebih 100 keluarga dan rekan dari korban berkumpul di satu tempat pemakaman di Dawei, kota di pesisir bagian selatan Myanmar. Beberapa menangis dan yang lainnya berdoa bagi para korban yang teridentifikasi dikremasi saat hujan turun pada siang hari.

“Apa yang kami temukan ialah cucu perempuan kami. Jasad ayah dan ibunya belum ditemukan,” kata Ma Myat Thaw May, salah seorang yang berkabung. Suaranya bergetar saat dia bicara tentang cucunya yang berusia 7 bulan.

Sejumlah tentara menunggu dalam keadaan siaga untuk membantu jika ada lagi jasad yang perlu dibawa ke darat di desa nelayan Sanlan, sekitar 600 km dari Yangon, kota terbesar di Myanmar.

Sebanyak 23 orang dewasa dan delapan anak-anak telah diselamatkan dari Laut Andaman sejak Rabu, kata militer di halaman resmi facebooknya.

“Kami belum menerima informasi tentang korban selamat,” kata Phyu Phyu Win, pejabat pertolongan dan kesejahteraan sosial regional. “Kami berharap ada yang masih hidup.”

China National Aero-Technology Import & Export, perusahaan negara dan pembuat pesawat itu mengatakan akan membantu pihak berwenang Myanmar menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut, demikian seperti dilansir dari Reuters (9/6).

Sebelumnya diberitakan, para prajurit, anggota keluarga dan awak pesawat berada dalam penerbangan mingguan dari beberapa kota di pesisir menuju Yangon ketika pesawat itu hilang.

Pesawat angkut Y-8-200F buatan China kehilangan kontak 29 menit setelah tinggal landas ketika berada di ketinggian 18.000 kaki, sekitar 70 km sebelah barat Dawei, kata militer.

Sebuah roda pesawat, dua pelampung dan beberapa tas dengan pakaian -yang diyakini berasal dari pesawat yang hilang itu- ditemukan pada Kamis (8/6). Tumpahan minyak juga terlihat, kata militer. (IwanY)

SUMBERAntara
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

kereta ringan

DPR: Pemerintah Harus Tuntaskan Pembangunan LRT

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nusirwan Soedjono menilai, pemerintah harus menuntaskan pembangunan kereta ringan Light Rail Transit...
Imunisasi

Warga Depok Kesulitan Ingin Dapatkan Imunisasi Difteri

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Sejumlah warga di Kota Depok kesulitan ingin mendapatkan imunisasi difteri program imunisasi tanggap kejadian luar biasa kasus difteri di Indonesia atau...
Setya Novanto diperiksa KPK 2

Ahli: Praperadilan Gugur Saat Hakim Membuka Sidang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ahli hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar menyatakan bahwa sidang praperadilan dapat gugur saat Majelis Hakim membuka...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...