Mendikbud Bakal Resmikan Pusat Kegiatan Belajar WNI di Malaysia


KUALA LUMPUR, SERUJI.CO.ID – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof Dr Muhadjir Effendy MAP dijadwalkan bakal meresmikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di KBRI Kuala Lumpur, Kamis (1/3).

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Prof Dr Ari Purbayanto di Kuala Lumpur, Rabu (28/2), mengatakan Mendikbud bakal didampingi Sekjen, Dirjen dan Direktur di Kemdikbud sebanyak tujuh orang.

“Pak Mendikbud dan rombongan bakal meninjau PKBM di KBRI Kuala Lumpur kemudian mengunjungi SEAMEO Regional Centre for Special Education di Malaka. SEAMEO merupakan organisasi kerjasama antar pemerintah di ASEAN untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.

Setelah itu rombongan mengunjungi SEAMEO Tropmed di Jalan Pahang Kuala Lumpur yang merupakan Pusat Riset Untuk Mikrobiologi, Parasitologi dan Entomologi atau Institut Riset Medis (Institute for Medical Research).

Kemudian, ujar dia, Mendikbud dijadwalkan mengunjungi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di Jalan Tun Ismail untuk bertemu para siswa dan guru.

Hari Jumat (2/3) Mendikbud direncanakan mengunjungi KJRI Penang kemudian mengunjungi SEAMEO Recsam Penang dan menjadi pembicara pada “The 11th Regional Congress on Search for SEAMEO Young Scientists (SSYS 2018)”.

Tentang PKBM, Ari Purbayanto mengatakan KBRI Kuala Lumpur telah membuka layanan pendidikan non formal (PNF) bagi seluruh masyarakat Indonesia di Malaysia khususnya wilayah Semenanjung.

“Layanan PNF ini disediakan KBRI secara gratis untuk memberikan bimbingan belajar hingga penyelenggaraan ujian kesetaraan Paket A (jenjang SD) Paket B (jenjang SMP) dan Paket C (jenjang SMA),” ujar dia.

Dia mengatakan layanan pendidikan ini diberi nama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) KBRI Kuala Lumpur merupakan program Duta Besar RI di Kuala Lumpur, Rusdi Kirana, yang telah terdaftar di Kemdikbud.

“Khusus bagi masyarakat Indonesia yang tinggal jauh dari KBRI Kuala Lumpur akan dibuka Tempat Kegiatan Belajar (TKB). Maksud dan tujuan pembukaan PKBM KBRI Kuala Lumpur adalah untuk memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia yang karena sesuatu hal tidak dapat mengakses pendidikan formal jenjang SD hingga SMA,” katanya.

Menurut dia pembelajaran di PKBM KBRI Kuala Lumpur mengacu pada kurikulum Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

“Peserta didik dapat mengakses Buku Sekolah Elektronik secara online di alamat: http:/bse.kemdikbud.go.id.

Kegiatan pembelajaran direncanakan akan berlangsung di akhir pekan yaitu dua kali seminggu (Sabtu dan Minggu) pada pukul 10.00 sampai dengan 14.00 yang akan diisi oleh guru-guru berpengalaman dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dan relawan dari ekspatriat/profesional,” katanya.

Bagi masyarakat yang berdomisili di Kuala Lumpur dan Lembah Klang dapat melakukan pendaftaran langsung pada setiap hari kerja di loket 6 (Pendidikan) KBRI Kuala Lumpur.

“Bagi masyarakat yang tinggal jauh dari Kuala Lumpur, dapat melakukan pendaftaran lewat email: atasedik_kbrikl@yahoo.com dengan mengunduh formulir pendaftaran di alamat: http://bit.ly/form-pkbm,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Umat Islam Harus Menangkan Pilpres dan Pileg

Mengingat betapa pentingnya momentum Pemilu 17 April 2019, maka umat Islam harus benar-benar berjuang dan mempunyai komitmen untuk dapat memenangkan pertarungan politik baik untuk Pilpres maupun Pileg yaitu memilih calon Paslon Presiden/Wapres serta Caleg yang didukung oleh Partai Politik yang memang punya komitmen berjuang dan keberpihakan untuk kepentingan Umat Islam dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menggugat Kepedulian Mahasiswa Atas Nasib Bangsa

Publik saat ini bertanya-tanya, apakah Mahasiswa Indonesia dan juga Organisasi Mahasiswa terutama yang bersifat eksternal kampus seperti HMI, GMKI, GMNI,PMKRI, PMII, IMM, KAMMI dan berbagai Ormawa lainnya masih ada?

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close