Larang Berita Palsu, PM Malaysia Ajukan Hukuman Penjara 10 Tahun

0
16
Najib Razak
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. (Foto: NewsFirst)

KUALA LUMPUR, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengajukan rancangan undang-undang di parlemen pada Senin (26/3) untuk melarang “berita palsu” dengan denda besar dan hukuman hingga 10 tahun penjara.

Hal tersebut meningkatkan lebih banyak kekhawatiran tentang kebebasan media setelah peristiwa skandal korupsi multi miliar dolar.

Rancangan undang-undang itu diajukan menjelang pemilihan umum yang diperkirakan akan diadakan dalam beberapa minggu dan saat Najib menghadapi kritik luas atas skandal dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Berdasarkan undang-undang Anti Berita Palsu 2018, siapa pun yang menerbitkan berita palsu dapat dikenakan denda hingga 500.000 ringgit (128.140 dolar Amerika Serikat), hukuman hingga 10 tahun penjara, atau keduanya.

“Undang-undang yang diusulkan berusaha untuk melindungi publik terhadap perkembangan berita palsu, sementara memastikan hak atas kebebasan berbicara dan berekspresi di bawah Konstitusi Federal untuk dihormati,” demikian pemerintah dalam rancangan undang-undang tersebut.

Pemerintah mendefinisikan berita palsu sebagai “berita, informasi, data, dan laporan yang seluruhnya atau sebagian salah” dan termasuk fitur, visual dan rekaman audio.

Undang-undang yang mencakup publikasi digital dan media sosial, akan berlaku untuk pelanggar di luar Malaysia, termasuk orang asing, jika Malaysia atau warga negara Malaysia terpengaruh.

Pemerintah mengatakan dalam rancangan undang-undang itu, diharapkan masyarakat akan lebih bertanggung jawab dan hati-hati dalam berbagi berita dan informasi.

Para anggota parlemen oposisi mempertanyakan perlunya undang-undang semacam itu, dengan alasan bahwa pemerintah sudah memiliki kekuasaan luas atas kebebasan berbicara dan media.

“Ini adalah serangan terhadap pers dan upaya untuk menanamkan rasa takut di antara rakyat sebelum GE14,” kata anggota parlemen oposisi Ong Kian Ming di Twitter setelah rancangan undang-undang itu diajukan, menggunakan istilah Malaysia untuk pemilihan tahun ini.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Minta Nasihat Kiai, PKS Bersilaturahim ke PWNU Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Timur melakukan silaturahmi dan meminta nasihat ke Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) setempat sekaligus membahas...

Polres Ngawi Amankan Ribuan Liter Minuman Keras

NGAWI, SERUJI.CO.ID - Petugas Polres Ngawi, Jawa Timur, mengamankan ribuan liter berbagai jenis minuman keras yang siap dijual di wilayah hukumnya hingga membahayakan masyarakat...

Polisi Tangkap Pemuda Mabuk Bawa Dua “Sajam”

BANJARMASIN, SERUJI.CO.ID - Polisi menangkap seorang pemuda berinisial MH (27) warga Desa Ambutun, Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel, karena gerak-gerik...

Muhaimin Iskandar Minta Didoakan Jadi Wapres Pada 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar secara terbuka meminta didoakan para nelayan dan ibu-ibu di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara,...

Naik Sepeda Motor, Seorang Siswa SMP Tewas Tertabrak Bus

GARUT, SERUJI.CO.ID - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Limbangan menuju Bandung, tepatnya di daerah Cibedug, desa Cigagade. Tabrakan terjadi antara sepeda motor dengan bus...