Kopi Indonesia Curi Perhatian Pasar Wisata Vietnam

0
28
Vietnam International Travel Mart (VITM) 2018

HANOI, SERUJI.CO.ID – Kopi asli Indonesia kembali mencuri perhatian penikmat kopi di luar negeri, yang kali ini terjadi pada Vietnam International Travel Mart (VITM) 2018, di Hanoi International Center for Exhibition, Vietnam.

Hingga hari ke empat VITM, Ahad (1/4), Paviliun Indonesia yang berada di Hall B 1 menjadi salah satu titik kumpul pengunjung. Selain mencari informasi soal tujuan wisata di Tanah Air, pengunjung ternyata banyak yang terpikat dengan cita rasa dan aroma khas kopi Nusantara.

Kepala Bidang Pemasaran Area IV wilayah Indochina Kementerian Pariwisata Heri Hermawan mengatakan kopi Indonesia dengan berbagai keunggulannya, belakangan ini selalu dijadikan pendukung dalam setiap mengikuti pasar pariwisata.

“Stand kopi menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung, selain juga disain replika Kapal Pinisi Nusantara yang ditempatkan di bagian depan Paviliun Indonesia ” katanya.

Pada VITM 2018 ini, Kemenpar memboyong seorang barista, Grammy Marella Averil dari Home Coffe Roastery, Solo.

Perempuan berusia 29 tahun berasal dari Solo ini, setiap hari pameran setidaknya melayani antrean pengunjung hingga 250-300 gelas per hari.

Sambil meracik kopi, Grammy juga sekali-kali berbincang dengan pengunjung yang rela antre untuk mendapatkan secangkir kopi.

“Ya, obrolannya pastinya nyambung apalagi kalau ketemu dengan orang yang doyan kopi,” katanya.

Pada VITM ini, Grammy menyuguhkan empat varian kopi, yaitu Aceh Gayo, Toraja, Mandailing, dan kopi Sidikalang.

Biasanya respons penikmat kopi akan terlihat setelah merasakan kopi Indonesia. Bahkan ada pengunjung yang kembali datang hanya untuk mengatakan bahwa kopi Indonesia sangat nikmat karena memiliki cita rasa tinggi.

“Kopi yang saya minum kemarin (kopi Toraja) sangat enak ada rasa coklatnya. Di sini (Hanoi) banyak cafe yang menyediakan kopi khas Vietnam, tapi ini beda,” kata Giang Nguyen (30), seorang pekerja lepas di Hanoi.

Grammy, menggeluti kopi sejak tahun 2014. Berkat ketekunannya, ia bahkan sudah dipercaya memberikan pelatihan barista di sejumlah hotel di Bali dan Batam.

Selain Vietnam, ia pun mengikuti pameran di sejumlah kota dunia, seperti Mumbai, New Delhi, Madrid, Berlin, London, Jerman, Amsterdam, Toykyo dan Seoul.

“Rata-rata orang Asia meminum kopi dengan menambahkan krimer dan gula, sedangkan orang Eropa gemar kopi ekspresso tanpa gula,” ujarnya.

Sukanya, tambah Grammy, makin banyak kenal dengan orang-orang dari berbagai negara karena mempromosikan kopi terbaik Indonesia, sedangkan dukanya hampir tidak ada. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

BI Nilai Ekonomi Nasional Tetap Solid

MATARAM, SERUJI.CO.ID - Bank Indonesia menilai bahwa perekonomian nasional masih tetap solid ditopang kondisi domestik dan eksternal yang masih baik. "Domestik baik, didukung investasi dalam...

Polres Lebak Jamin Bebas Miras dan Narkoba

LEBAK, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Lebak menjamin bebas dari minuman keras dan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang atau narkoba di daerah itu dengan mengoptimalkan...

TNI Terus Kejar KKSB di Distrik Tembagapura

TIMIKA, SERUJI.CO.ID - Dansatgas Terpadu Penanganan KKSB, Kolonel Infanteri Frits Pelamonia mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata di area...

Korea Utara Akan Hentikan Uji Nuklir

SEOUL, SERUJI.CO.ID - Menjelang temu puncak dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat, Korea Utara akan menangguhkan uji nuklir dan peluru kendali sesegera mungkin serta...
Rohingya

Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Pangan ke Pengungsi Rohingya

BIREUN, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Aceh Provinsi menyalurkan bantuan pangan dan sandang kepada para pengungsi etnis Rohingya, Myanmar, yang kini berada di penampungan Gedung SKB...