KJRI Sabah Ringankan Hukuman TKI Tertuduh Pembunuhan

0
75
palu hakim
Ilustrasi putusan pengadilan

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID – Penasehat Hukum (PH) dari Farazwin Haxdy Solicitors & Advocats yang ditunjuk Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu Negeri Sabah, Malaysia berhasil meringankan ancaman hukuman seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) dari hukuman gantung hingga mati menjadi ancaman hukuman maksimal 30 tahun.

Keberhasilan PH tersebut setelah mampu meyakinkan hakim Mahkamah Tinggi Sandakan bahwa TKI bernama Herman bin Sudding asal Palopo, Sulsel tidak melakukan pembunuhan dengan sengaja sebagaimana dakwaaan jaksa penuntut umum (JPU).

JPU menuduh terdakwa dengan seksyen 302 dengan melakukan pembunuhan secara sengaja. Namun alasan PH bahwa terdakwa atau tertuduh tidak melakukan pembunuhan secara sengaja karena tertuduh dengan korban saat kejadian dalam keadaan mabuk.

Kemudian, tertuduh pun tidak mengenal korban bernama Sudirman bin Teppu walaupun rekan kerja sebagai nelayan dan sama-sama dari Sulsel, kata Ketua Satgat Perlindungan WNI/TKI KJRI Sabah, Hadi Syarifuddin melalui pesan tertulisnya, Jumat (17/11).

Ia menerangkan, kasus pembunuhan yang dilakukan tertuduh pada Pebruari 2016 dimana korban meninggal dunia karena puluhan luka di bagian kepala akibat benda tumpul (besi) akibat korban melakukan provokasi di sebuah kedai di Sandakan.

Hadi Syarifuddin mengatakan, pengalihan pasal yang dikenakan dari seksyen 302 kaun menjadi seksyen 304 kanun tersebut maka Herman bin Sudding dinyatakan terbebas dari hukuman gantung hingga mati.

Tertuduh (Herman bin Suddin) ini telah 20 tahun bekerja di Negeri Sabah dikenal sopan dan tidak pernah melakukan pelanggaran ditambah memiliki empat anak yang butuh nafkah menjadi pertimbangan lain dari majelis hakim Mahkamah Sandakan.

Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu Negeri Sabah, Akhmad DH Irfan pada kesempatan yang sama menyatakan, pihaknya telah mengawal kasus ini sejak awal pemeriksaan di kepolisian negara itu.

Menurut dia, upaya hukum yang dilakukannya terhadap WNI atau TKI merupakan salah bentuk perlindungan dari Pemerintah Indonesia. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
bambang soesatyo

DPR Minta Kemenag Beri Penjelasan Terkait Rekomendasi 200 Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Agama menjelaskan terkait kebijakan mengeluarkan rekomendasi 200 nama mubaligh, agar tidak terjadi keresahan di...
operasi pasar

Bulog Siapkan Operasi Pasar Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Aparat Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Tangerang, Banten, mempersiapkan operasi pasar (OP) sebagai antisipasi lonjakan harga sembako di pasar tradisional dan pusat...

Fitriani Gagal Rebut Angka Pertama Piala Uber Lawan Malaysia

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Pemain Indonesia Fitriani gagal meraih angka pertama bagi tim putri Indonesia, setelah menyerah kepada Soniia Cheah dari Malaysia 21-10, 17-21, 14-21...
tenaga kerja asing

Terkait Serbuan TKA, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

PADANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menanggapi isu maraknya serbuan tenaga kerja asing khususnya dari China dalam kunjungan kerjanya ke Padang, Senin (21/5), setelah salah...

Dikalahkan Persela Lamongan, Persija Ajukan Protes ke PSSI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persija Jakarta secara resmi mengajukan protes resmi kepada Komisi Disiplin PSSI dan PT Liga Indonesia Baru terkait kepemimpinan wasit Annas Apriliandi...