KJRI Sabah Ringankan Hukuman TKI Tertuduh Pembunuhan

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID – Penasehat Hukum (PH) dari Farazwin Haxdy Solicitors & Advocats yang ditunjuk Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu Negeri Sabah, Malaysia berhasil meringankan ancaman hukuman seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) dari hukuman gantung hingga mati menjadi ancaman hukuman maksimal 30 tahun.

Keberhasilan PH tersebut setelah mampu meyakinkan hakim Mahkamah Tinggi Sandakan bahwa TKI bernama Herman bin Sudding asal Palopo, Sulsel tidak melakukan pembunuhan dengan sengaja sebagaimana dakwaaan jaksa penuntut umum (JPU).

JPU menuduh terdakwa dengan seksyen 302 dengan melakukan pembunuhan secara sengaja. Namun alasan PH bahwa terdakwa atau tertuduh tidak melakukan pembunuhan secara sengaja karena tertuduh dengan korban saat kejadian dalam keadaan mabuk.

Kemudian, tertuduh pun tidak mengenal korban bernama Sudirman bin Teppu walaupun rekan kerja sebagai nelayan dan sama-sama dari Sulsel, kata Ketua Satgat Perlindungan WNI/TKI KJRI Sabah, Hadi Syarifuddin melalui pesan tertulisnya, Jumat (17/11).

Ia menerangkan, kasus pembunuhan yang dilakukan tertuduh pada Pebruari 2016 dimana korban meninggal dunia karena puluhan luka di bagian kepala akibat benda tumpul (besi) akibat korban melakukan provokasi di sebuah kedai di Sandakan.

Hadi Syarifuddin mengatakan, pengalihan pasal yang dikenakan dari seksyen 302 kaun menjadi seksyen 304 kanun tersebut maka Herman bin Sudding dinyatakan terbebas dari hukuman gantung hingga mati.

Tertuduh (Herman bin Suddin) ini telah 20 tahun bekerja di Negeri Sabah dikenal sopan dan tidak pernah melakukan pelanggaran ditambah memiliki empat anak yang butuh nafkah menjadi pertimbangan lain dari majelis hakim Mahkamah Sandakan.

Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu Negeri Sabah, Akhmad DH Irfan pada kesempatan yang sama menyatakan, pihaknya telah mengawal kasus ini sejak awal pemeriksaan di kepolisian negara itu.

Menurut dia, upaya hukum yang dilakukannya terhadap WNI atau TKI merupakan salah bentuk perlindungan dari Pemerintah Indonesia. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Serangan Jantung, Tidak Hanya Disebabkan Oleh Kolesterol

Kolesterol yang tinggi memang penting sebagai faktor risiko, penyebab serangan jantung, tapi perlu diketahui bahwa kolesterol tidak berdiri sendiri, ada faktor risiko lain.

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close