Indonesia Serukan Perlucutan Senjata Nuklir di Asia-Pasifik

0
69
Senjata nuklir (ilustrasi)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir saat membuka acara “Regional Dialogue and Consultation on the Treaty on Non Proliferation of Nuclear Weapons (NPT): “Towards The Prepcom 2018” menyerukan pentingnya perlucutan senjata nuklir di kawasan Asia-Pasifik.

“Kepatuhan negara-negara pemiliki senjata nuklir dibawah NPT sangat penting karena hal ini akan meningkatkan kepercayaan yang lebih besar pada rezim perlucutan senjata dan non-proliferasi,” ujar Wamenlu A.M. Fachir di Jakarta, Rabu (21/3).

Pernyataan tersebut disampaikan Wamenlu RI dalam pidatonya di hadapan wakil-wakil dari 29 negara pihak pada NPT di kawasan Asia-Pasifik.

Dalam pidatonya, Wamenlu Fachir menekankan perlunya keseimbangan dan pembahasan secara proporsional dalam tiga pilar utama NPT, yaitu perlucutan senjata nuklir (disarmament), persebaran senjata nuklir (non-proliferation) dan pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai (peaceful uses of nuclear energy), guna mewujudkan dunia bebas dari senjata nuklir.

Traktat NPT sejauh ini merupakan instrumen hukum internasional yang mengatur pelarangan persebaran senjata nuklir dan penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan-tujuan damai. Traktat NPT ditandatangani pada 1968 dan sejauh ini telah diratifikasi oleh 191 negara.

Oleh karena itu, Indonesia mengambil inisiatif untuk menjadi tuan rumah pertemuan dialog dan konsultasi regional mengenai NPT yang merupakan bagian dari proses menuju Komite Persiapan Kedua 2018 yang akan diselenggarakan pada 23 April hingga 4 Mei 2018 di Jenewa, Swiss.

Bagi Indonesia, penyelenggaraan pertemuan regional tentang NPT itu merupakan refleksi nyata dari upaya Indonesia dalam mewujudkan dunia yang tertib, aman dan damai, sesuai dengan cita-cita dan amanat Undang-Undang Dasar 1945.

Selain itu, penyelenggaraan Konsultasi dan Dialog Regional tentang NPT itu merupakan bentuk komitmen Indonesia terhadap Traktat NPT dan demi mensukseskan Konferensi Kaji Ulang NPT pada 2020 mendatang.

Pertemuan itu juga pada gilirannya diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kampanye pencalonan Indonesia untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Ignasius Jonan

Beda dengan Sri Mulyani, Ignasius Jonan Akui “HoA” Freeport Tak Mengikat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Keterangan pemerintah terkait head of agreement (HoA) dalam pembelian Freeport mulai saling bertolak belakang. Bila sebelumnya Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan bahwa HoA...

Pemprov DKI Undang Pemasang Bendera Asian Games Pakai Bambu ke Balai Kota

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengundang Thamran (40), salah satu warga Penjaringan yang memasang bendera negara peserta Asian Games 2018 menggunakan...
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto

Idrus Marham Diperiksa Terkait Suap PLTU Riau 1 Saat Jabat Sekjen Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Sosial Idrus Marham mengaku sudah kenal lama dengan dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga...

Jabatan Ngabalin Bertambah, Kini Diangkat Sebagai Komisaris Angkasa Pura I

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Politisi Golkar Ali Mochtar Ngabalin yang belum lama ini diangkat sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi...
Obar Asian Games 2018

Kapolda Hingga Gubernur Jateng Ikut Bawa Obor Asian Games 2018

SOLO, SERUJI.CO.ID - Tahun 2018, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games. Pawai obor Torch Relay Asian Games 2018 digelar guna menyambut ajang ini dengan...