Indonesia Serukan Perlucutan Senjata Nuklir di Asia-Pasifik

0
27
Senjata nuklir

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir saat membuka acara “Regional Dialogue and Consultation on the Treaty on Non Proliferation of Nuclear Weapons (NPT): “Towards The Prepcom 2018” menyerukan pentingnya perlucutan senjata nuklir di kawasan Asia-Pasifik.

“Kepatuhan negara-negara pemiliki senjata nuklir dibawah NPT sangat penting karena hal ini akan meningkatkan kepercayaan yang lebih besar pada rezim perlucutan senjata dan non-proliferasi,” ujar Wamenlu A.M. Fachir di Jakarta, Rabu (21/3).

Pernyataan tersebut disampaikan Wamenlu RI dalam pidatonya di hadapan wakil-wakil dari 29 negara pihak pada NPT di kawasan Asia-Pasifik.

Dalam pidatonya, Wamenlu Fachir menekankan perlunya keseimbangan dan pembahasan secara proporsional dalam tiga pilar utama NPT, yaitu perlucutan senjata nuklir (disarmament), persebaran senjata nuklir (non-proliferation) dan pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai (peaceful uses of nuclear energy), guna mewujudkan dunia bebas dari senjata nuklir.

Traktat NPT sejauh ini merupakan instrumen hukum internasional yang mengatur pelarangan persebaran senjata nuklir dan penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan-tujuan damai. Traktat NPT ditandatangani pada 1968 dan sejauh ini telah diratifikasi oleh 191 negara.

Oleh karena itu, Indonesia mengambil inisiatif untuk menjadi tuan rumah pertemuan dialog dan konsultasi regional mengenai NPT yang merupakan bagian dari proses menuju Komite Persiapan Kedua 2018 yang akan diselenggarakan pada 23 April hingga 4 Mei 2018 di Jenewa, Swiss.

Bagi Indonesia, penyelenggaraan pertemuan regional tentang NPT itu merupakan refleksi nyata dari upaya Indonesia dalam mewujudkan dunia yang tertib, aman dan damai, sesuai dengan cita-cita dan amanat Undang-Undang Dasar 1945.

Selain itu, penyelenggaraan Konsultasi dan Dialog Regional tentang NPT itu merupakan bentuk komitmen Indonesia terhadap Traktat NPT dan demi mensukseskan Konferensi Kaji Ulang NPT pada 2020 mendatang.

Pertemuan itu juga pada gilirannya diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kampanye pencalonan Indonesia untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Minta Nasihat Kiai, PKS Bersilaturahim ke PWNU Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Timur melakukan silaturahmi dan meminta nasihat ke Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) setempat sekaligus membahas...

Polres Ngawi Amankan Ribuan Liter Minuman Keras

NGAWI, SERUJI.CO.ID - Petugas Polres Ngawi, Jawa Timur, mengamankan ribuan liter berbagai jenis minuman keras yang siap dijual di wilayah hukumnya hingga membahayakan masyarakat...

Polisi Tangkap Pemuda Mabuk Bawa Dua “Sajam”

BANJARMASIN, SERUJI.CO.ID - Polisi menangkap seorang pemuda berinisial MH (27) warga Desa Ambutun, Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel, karena gerak-gerik...

Muhaimin Iskandar Minta Didoakan Jadi Wapres Pada 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar secara terbuka meminta didoakan para nelayan dan ibu-ibu di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara,...

Naik Sepeda Motor, Seorang Siswa SMP Tewas Tertabrak Bus

GARUT, SERUJI.CO.ID - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Limbangan menuju Bandung, tepatnya di daerah Cibedug, desa Cigagade. Tabrakan terjadi antara sepeda motor dengan bus...